Louis van Gaal undur dari Ajax usai birokrasi 16 orang tak hargai

Louis van Gaal undur dari penasihat Ajax Juli lalu karena birokrasi 16 orang, nasihat tak dipakai usai Van Praag pergi, dan rasa tak dihargai.

Author Image

Adel

Louis van Gaal undur dari Ajax usai birokrasi 16 orang tak hargai

Louis van Gaal meletakkan jabatan penasihat Dewan Komisaris Ajax pada Juli lalu dengan rasa berat hati. Mantan pelatih legendaris itu menyatakan dirinya tak dihargai sebagaimana mestinya usai nasihatnya berhenti dipakai menyusul kepergian Michael van Praag.

Inti artikel

  • Louis van Gaal meletakkan jabatan penasihat Dewan Komisaris Ajax pada Juli lalu dengan rasa berat hati
  • Posisi penasihat disetujui van Gaal pada 2023 setelah permintaan van Praag
  • Tiga tahun kemudian, ia memilih undur diri

Posisi penasihat disetujui van Gaal pada 2023 setelah permintaan van Praag. Tiga tahun kemudian, ia memilih undur diri. Optimaise News merangkum keluhan van Gaal tentang struktur Ajax yang terlalu berlapis, menempatkannya di luar lingkaran pengambilan keputusan, serta membandingkannya dengan rantai komunikasi ringkas di PSV dan era keemasan 1995.

Van Gaal di luar 16 orang yang harus dilibatkan tiap keputusan

Van Gaal menjelaskan setidaknya 16 orang mesti ikut meninjau setiap keputusan di Ajax. Ia sendiri bahkan berdiri di luar kelompok tersebut. Akibatnya, masukan yang dulu diminta kini jarang sekali didengar.

Setelah Michael van Praag tak lagi terlibat, jalur komunikasi ke van Gaal membeku. Nasihat yang semula diharapkan memberi arah strategis hampir tidak pernah dimanfaatkan lagi. Rasa tak dihargai inilah yang membuat mantan pelatih Oranje itu memilih langkah undur.

Van Gaal menekankan jabatan penasihat tidak pernah diinginkannya sendiri. Ia hanya menerima undangan van Praag. Ketika orang yang meminta dukungannya sudah pergi, posisi itu kehilangan makna praktis.

Perbandingan struktur ringkas PSV dan Ajax 1995

Sebagai ilustrasi, van Gaal menunjuk rantai komunikasi PSV yang sangat pendek. Keputusan besar bisa diambil tanpa melewati deretan orang yang harus diberi tahu satu per satu. Proses menjadi cepat dan jelas siapa penanggung jawabnya.

Ia mengingat Ajax era 1995. Kala itu hanya lima atau enam orang yang memegang kendali. Jumlah yang kecil itu memudahkan kesepakatan dan menjaga fokus klub di lapangan. Struktur ramping itu, menurut van Gaal, menjadi fondasi keberhasilan yang kemudian diganti dengan model berlapis masa kini.

Dengan 16 pihak yang harus dilibatkan, setiap langkah menjadi lambat. Van Gaal merasa kontribusi yang ia berikan tidak lagi relevan karena sistem itu sendiri sudah menghalangi jalur masuk ide. Keputusan direksi terikat banyak kepentingan sehingga saran dari luar lingkaran sulit tembus.

Musim kelima Eredivisie dan pelajaran rantai komando

Ajax finis di peringkat kelima Eredivisie VriendenLoterij musim lalu. Performa di lapangan sering dikaitkan dengan kerumitan di ruang rapat. Van Gaal tidak menyalahkan pemain semata, tetapi menyoroti cara klub mengelola alur informasi dan otoritas.

Pengalaman tiga tahun sebagai penasihat memberinya gambaran jelas. Ketika jabatan yang semula diminta langsung menjadi formalitas belaka, ia memilih berhenti. Undur diri itu dilakukan dengan hati yang berat, namun ia tegaskan lebih baik meninggalkan posisi daripada hanya menjadi simbol tanpa pengaruh.

Bagi pembaca yang mengelola organisasi, kasus ini menawarkan cermin sederhana. Semakin panjang rantai yang harus dilibatkan, semakin kecil ruang bagi masukan berpengalaman. Van Gaal melihat PSV sebagai contoh lawan: jalur singkat, tanggung jawab jelas, keputusan bisa segera dieksekusi.

Ajax 1995 membuktikan bahwa lima atau enam pengambil keputusan sudah cukup untuk meraih sukses. Penambahan menjadi 16 orang justru menciptakan jarak antara niat strategis dan pelaksanaan di lapangan. Van Gaal berada di luar angka itu, sehingga wajar jika ia merasa suaranya tidak lagi didengar.

Keputusan undur diri pada Juli lalu menutup bab tiga tahun yang dimulai semata karena undangan van Praag. Tanpa jalur komunikasi yang hidup, jabatan penasihat berubah jadi formalitas. Van Gaal memilih jujur mengakui kondisi itu dan keluar dari struktur yang menurutnya tidak lagi menghargai peran yang ia jalani.

Optimaise News mencatat pernyataan van Gaal tanpa menambah data di luar fakta yang sudah diungkapkan. Struktur berlapis, posisi di luar 16 orang, hilangnya pengaruh setelah van Praag, serta perbandingan dengan PSV dan Ajax masa jaya 1995 menjadi alasan utama undur dirinya. Ajax tinggal menata ulang alur internal agar saran berpengalaman tak kembali terpinggirkan.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.