Liverpool vs Monaco 2-3: Iraola Akui Intensitas Gagal 90 Menit 2-3

Liverpool kalah 2-3 dari Monaco di Anfield meski unggul Isak-Wirtz. Iraola akui level intensitas merosot seperti lawan Leeds; sisa uji coba Como lalu Newcastle.

Author Image

Adel

Liverpool vs Monaco 2-3: Iraola Akui Intensitas Gagal 90 Menit 2-3

Liverpool kalah 2-3 dari AS Monaco di Anfield, Minggu 9 Agustus 2026, dalam laga pramusim kick-off sekitar 20.30 WIB. The Reds unggul dulu lewat Alexander Isak dan Florian Wirtz, lalu dibalik penalti Aleksandr Golovin, gol Mika Biereth, dan tandukan Paris Brunner.

Inti artikel

  • Liverpool kalah 2-3 dari AS Monaco di Anfield, Minggu 9 Agustus 2026, dalam laga pramusim kick-off sekitar 20.30 WIB
  • Pelatih Andoni Iraola mengakui pola mirip kekalahan 2-4 dari Leeds United sepekan sebelumnya: 30 menit bagus, lalu intensitas merosot
  • Alexander Isak membuka keunggulan menit 16

Pelatih Andoni Iraola mengakui pola mirip kekalahan 2-4 dari Leeds United sepekan sebelumnya: 30 menit bagus, lalu intensitas merosot. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, ini jadi ujian fisik-taktik menjelang sisa pramusim lawan Como dan debut Premier League di markas Newcastle.

Kronologi balik skor di Anfield: dari Isak-Wirtz ke Golovin-Biereth-Brunner

Alexander Isak membuka keunggulan menit 16. Striker Swedia itu menyelesaikan umpan satu-dua Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai dengan tembakan akurat ke sudut kiri gawang Lukas Hradecky.

Florian Wirtz menggandakan skor menit 29. Gelandang Jerman menuntaskan kemelut depan gawang lewat tembakan keras. Susunan awal Liverpool 4-2-3-1 menempatkan Alisson; Frimpong, Ndukwe, van Dijk, Tsimikas; Szoboszlai, Gravenberch; Koumas, Wirtz, Gakpo; Isak.

Monaco merespons menit 44. Pelanggaran Virgil van Dijk terhadap Golovin di kotak penalti berbuah penalti. Golovin menaklukkan Alisson. Setelah ganti babak, kiper tuan rumah diganti Giorgi Mamardashvili.

Menit 56 Mika Biereth menyamakan. Tembakan jarak dekat ditepis Mamardashvili, namun bola liar disambar striker Denmark. Paris Brunner mengunci 3-2 menit 88 lewat tandukan dari sepak pojok Anis Soubeir. Monaco tampil 4-4-2 dengan Hradecky; Vanderoson, Sane, E. Dier, Nazinho; Detourbet, L. Camara, Cabral, Golovin; Abline, Biereth.

Penguasaan bola 52 persen lawan 48 persen berpihak Liverpool, tetapi tembakan tepat sasaran 6-8 lebih unggul Monaco. Fakta itu menjelaskan mengapa keunggulan dua gol tak bertahan.

Pengakuan pelatih: 30 menit bagus lalu kehilangan intensitas

Andoni Iraola, debut kandang Anfield setelah menggantikan Arne Slot, menghubungkan dua kekalahan beruntun pramusim. Pasukan baru sebelumnya menang lawan Sunderland dan Wrexham sebelum tumbang dari Leeds.

Iraola berkata, “Cukup mirip dengan pertandingan melawan Leeds… kami tidak punya lebih lagi level yang dibutuhkan.” Kepada LFC TV ia menambahkan bahwa Monaco pantas membalikkan keadaan dan pemain mulai lelah setelah perubahan.

Dalam rangkuman Optimaise News, pola comeback lawan Leeds 2-4 lalu Monaco 2-3 menandakan isu kesiapan fisik 90 menit. Iraola juga menyinggung tekanan rekrutmen lini belakang seiring agenda padat menuju kompetisi resmi.

Pujian Wirtz untuk ide Iraola meski hasil pahit

Florian Wirtz menilai positif ide pelatih baru meski skor akhir pahit. “Saya menikmatinya dan suka ide sepakbola yang ia miliki,” ujarnya soal Andoni Iraola.

Wirtz mencetak gol laga kedua beruntun sambil beroperasi sebagai nomor 10. Alexander Isak menyinggung chemistry bagus dengan Wirtz di ruang ganti, indikasi adaptasi skema penyerangan masih berjalan.

Konteks itu memberi sisi lain di luar skor: proses penyesuaian formasi dan intensitas tetap dinilai para pemain kunci, meski hasil uji coba belum stabil.

Agenda uji coba sisa dan pembukaan liga lawan Newcastle

Masih tersisa laga uji coba melawan Como pada 16 Agustus. Setelah itu The Reds membuka Premier League 2026/27 dengan bertamu ke markas Newcastle United pada 23 Agustus.

Sintesis dua comeback beruntun mengerucut pada pertanyaan kesiapan fisik menjelang Newcastle. Uji coba Como jadi ruang terakhir menaikkan intensitas 90 menit dan menguji depth bek yang disinggung pelatih.

Monaco sendiri sebelumnya menang 1-0 atas Getafe di bawah Filipe Luís, membawa nama seperti Golovin, Biereth, dan Brunner. Laga di Anfield jadi ujian kualitas tinggi bagi kedua klub menjelang musim kompetisi.

Bagi penggemar, peta singkatnya jelas: skor 2-3 pramusim bukan akhir musim, tetapi alarm intensitas yang harus ditutup sebelum kick-off liga di St James’ Park.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.