Kemenag Desak Masjid Jadi Hangout Gen Z: Atasi Anjlok Remaja +

Kemenag mendorong masjid bukan sekadar tempat salat melainkan tempat nongkrong asik bagi Gen Z. Temukan transformasi masjid melalui seminar terbaru di Surabaya.

Author Image

Nurul

Kemenag Desak Masjid Jadi Hangout Gen Z: Atasi Anjlok Remaja +

Transformasi Masjid Menuju Tempat Nongkrong Gen Z

– Fuad Nassar, Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, yang mewakili Dirjen Bimas Islam menegaskan adaptasi mendesak terhadap penurunan partisipasi remaja di beberapa masjid. Pada Seminar Nasional Masjid Harmony Religious Diplomacy and Global Peace di Masjid Al-Akbar Surabaya pada Minggu 2 Agustus 2026, beliau menyatakan masjid harus dikondisikan sebagai meeting point anak muda Gen Z dan anak-anak sesuai passion mereka masing-masing.

Inti artikel

  • Melalui warisan ini, masjid bukan hanya tempat beribadah tapi juga tempat berkumpul yang mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat
  • Pendekatan historis ini tetap relevan dan bisa menjadi model bagi komunitas lokal yang ingin memperkuat ikatan sosial

Langkah ini datang karena semakin sedikitnya remaja yang aktif di masjid, sehingga perlu pendekatan baru untuk menarik generasi muda kembali tanpa meninggalkan fungsi spiritual.

Warisan Kemakmuran Masjid dari Rasulullah SAW

Resep kemakmuran masjid yang diwariskan sejak zaman Rasulullah SAW menjadikannya fondasi peradaban kesejahteraan umat dan pusat dakwah utama. Melalui warisan ini, masjid bukan hanya tempat beribadah tapi juga tempat berkumpul yang mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pendekatan historis ini tetap relevan dan bisa menjadi model bagi komunitas lokal yang ingin memperkuat ikatan sosial.

Trilogi Manajemen Masjid Modern

Kementerian Agama mendorong trilogi manajemen masjid yang terdiri dari pemeliharaan fisik, pengelolaan administrasi, dan pengembangan kegiatan. Di tengah tuntutan masjid modern, pelatihan manajemen keuangan, parenting, serta bimbingan perkawinan menjadi keharusan agar masjid tetap menjadi pusat yang inklusif dan berguna.

Manajemen yang baik akan membantu masjid mengatur sumber daya dengan lebih efektif dan menarik lebih banyak partisipan dari berbagai kelompok usia.

Program Inklusif untuk Semua Kalangan

Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama meluncurkan program inklusif berupa pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, masjid ramah anak, ramah penyandang disabilitas, ramah lansia, serta posko pemudik saat Idulfitri. Imam masjid memegang peran kunci dalam mengorkestrasi semua fungsi sosial tersebut agar masjid tetap menjadi ruang yang hidup dan bermanfaat bagi warga sekitar.

Program-program ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil seperti UMKM lokal yang bisa berkolaborasi dengan kegiatan di masjid untuk meningkatkan perekonomian komunitas.

Kritik terhadap Pendekatan ke Anak dan Remaja

Profesor Abdul Azis, Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, mengkritik kebiasaan memarahi atau mengusir anak-anak yang berada di masjid atau musala. Beliau menekankan agar pendekatan yang baik dan ramah digunakan agar tidak menjauhkan generasi muda dari tempat ibadah.

Optimaise News melihat bahwa pendekatan simpatik seperti ini bisa mendorong lebih banyak anak muda bergabung dan berkontribusi dalam kegiatan masjid, termasuk pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Dengan demikian, masjid tidak lagi terbatas pada ritual ibadah saja melainkan menjadi tempat berkumpul yang asik dan inklusif bagi semua kalangan.

Nurul
Redaktur Teknologi

Nurul adalah redaktur teknologi Optimaise News. Meliput gadget, laptop, handphone, spesifikasi, dan harga perangkat untuk pembaca yang banding-banding sebelum beli. Fokus pada fakta spek, rentang harga, dan konteks pemakaian (kerja, kuliah, gaming ringan).