K9 Dasa Dikerahkan 4 Jam Demi Temukan Kaki Korban di Depok

K9 German Shepherd Dasa dan Dutch Shepherd disiagakan 4 jam di Kali Licin Depok 6 Agustus 2026 cari potongan kaki Kunaefi usai pengakuan Saepul.

Author Image

Bagus

– Personel Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama unit K9 memusatkan operasi di aliran Kali Licin, Cipayung, Depok, Rabu 6 Agustus 2026. Pencarian dimulai sekitar pukul 13.00 WIB setelah Saepul (26) mengakui membuang potongan kaki Kunaefi (51) di area jembatan Pitara, Pancoran Mas.

Inti artikel

  • Anjing pelacak German Shepherd bernama Dasa dipandu operator K9 Polri menyusuri bantaran sungai yang arus derasnya masih terpengaruh hujan
  • Fokus utama diarahkan ke jembatan Pancoran Mas sesuai pengakuan pelaku agar sisa tubuh yang belum ditemukan dapat segera diamankan
  • Penyisiran berlangsung sekitar empat jam, dari pukul 12.30 WIB hingga 16.30 WIB

Anjing pelacak German Shepherd bernama Dasa dipandu operator K9 Polri menyusuri bantaran sungai yang arus derasnya masih terpengaruh hujan. Fokus utama diarahkan ke jembatan Pancoran Mas sesuai pengakuan pelaku agar sisa tubuh yang belum ditemukan dapat segera diamankan.

Operasi K9 di Aliran Deras Kali Licin

Penyisiran berlangsung sekitar empat jam, dari pukul 12.30 WIB hingga 16.30 WIB. Selain Dasa, ada keterlibatan anjing jenis Dutch Shepherd yang membantu menyusuri titik-titik basah di sekitar jembatan. Petugas menyesuaikan jalur karena debit air tinggi akibat curah hujan yang intens sejak pembuangan.

Menurut rangkaian fakta yang dihimpun Optimaise News, jasad Kunaefi semula ditemukan warga terbungkus karung beras di lahan kosong Kavling Depkes pada 4 Agustus 2026. Pelaku sebelumnya memotong pangkal paha korban, membuang batang tubuh di Tanah Merah, lalu melempar potongan kaki ke Kali Licin.

Jeda waktu antara pembuangan 23 Juli 2026 dan penemuan awal 4 Agustus membuat potongan tubuh rentan terbawa arus. Kondisi itu memaksa tim memperpanjang radius pencarian meski cuaca tidak mendukung.

Motif Cekcok Media Sosial Berujung Mutilasi

Saepul berkenalan dengan korban lewat media sosial. Pertemuan berujung cekcok hebat hingga ia menusuk perut lalu menggorok leher Kunaefi. Setelah kejadian, pelaku membawa motor milik korban ke Panimbang, Pandeglang, dan menjualnya sebelum berhasil ditangkap 5 Agustus 2026.

Pengakuan Saepul tentang lokasi pembuangan kaki menjadi penentu arah operasi. Tim tidak menyisir sembarangan, melainkan menempatkan K9 di jalur yang sesuai keterangan pelaku agar efisiensi waktu terjaga di tengah arus deras.

Bagi warga sekitar Depok, kehadiran unit K9 menandai keseriusan penuntasan kasus mutilasi yang sempat membuat resah. Optimaise News mencatat bahwa operasi ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berinteraksi lewat media sosial, terutama pertemuan tatap muka dengan orang yang baru dikenal.

Hingga sore hari, hasil rinci penyisiran masih menunggu konfirmasi laboratorium forensik. Namun pengerahan Dasa dan rekan Dutch Shepherd menunjukkan pendekatan teknis yang lebih terarah dibanding pencarian manual semata. Warga dihimbau melapor bila menemukan benda mencurigakan di bantaran sungai.

Kasus ini menyoroti celah keamanan lokal yang berdampak pada rasa aman komunitas UMKM dan keluarga di kawasan Cipayung-Pancoran Mas. Penegakan hukum cepat setelah pengakuan pelaku diharapkan memulihkan kepercayaan publik terhadap proses investigasi mutilasi.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.