Hotman Paris Cabut dari Febrie di Kursi Roda

Hotman Paris cabut dari pengacara Febrie Adriansyah di RS Medistra 23 Juli 2026 sambil duduk di kursi roda. Ancaman lumpuh HNP menjalar ke kaki dua bulan jadi.

Author Image

Bagus

Hotman Paris Cabut dari Febrie di Kursi Roda

– Hotman Paris mengumumkan mundur sebagai pengacara Febrie Adriansyah di RS Medistra, Jakarta, pada Kamis 23 Juli 2026. Pernyataan itu disampaikan sambil duduk di kursi roda. Ia juga memakai tongkat sebagai alat bantu jalan.

Inti artikel

  • Hotman Paris mengumumkan mundur sebagai pengacara Febrie Adriansyah di RS Medistra, Jakarta, pada Kamis 23 Juli 2026
  • Pernyataan itu disampaikan sambil duduk di kursi roda
  • Ia juga memakai tongkat sebagai alat bantu jalan

Keputusan mundur dipicu ancaman kelumpuhan akibat Hernia Nukleus Pulposus atau HNP di pinggang bawah yang menjalar ke kaki. Gejala syaraf ini berlangsung sekitar dua bulan. Febrie sempat meminta Hotman bertahan meski tubuh sudah tidak mampu.

Ancaman Lumpuh yang Memaksa Hotman Lepas Kasus Febrie

Hotman Paris mengungkap alasannya mundur dari kasus Febrie adalah kekhawatiran lumpuh total. Syaraf kejepit di pinggang sudah merambat ke kaki. Kondisi itu membuatnya tak bisa fokus mengurus perkara besar.

Pagi hari pengumuman, nyeri masih hebat. Dokter Penny memberinya pereda nyeri agar mampu bicara di depan media. Duduk di kursi roda, Hotman Paris umumkan mundur di hadapan wartawan.

HNP adalah bantalan antar tulang belakang yang menonjol dan menjepit saraf. Jika dibiarkan, risiko kelumpuhan kaki menjadi nyata. Optimaise News mencatat ancaman ini sebagai alasan inti di balik visual kursi roda.

Rangkaian Pengobatan Gagal Sebelum Operasi Singapura

Rangkaian Pengobatan Gagal Sebelum Operasi Singapura
Ilustrasi Rangkaian Pengobatan Gagal Sebelum Operasi Singapura.

Sebelum operasi, Hotman mencoba metode non-bedah. Ia sempat pijat tradisional di Bojong Gede. Lalu menjalani akupuntur dengan 50 jarum di Kelapa Gading dua kali.

Metode itu justru memperburuk gejala syaraf. Awal Juli 2026 ia dioperasi di Rumah Sakit Novena, Singapura. Operasi memakai bius total dan balutan ketat di pinggang.

Dokter menyarankan rawat inap empat malam. Namun Hotman keluar lebih cepat setelah dua malam saja. Ia langsung kembali ke Indonesia dan mulai bekerja lagi.

Febrie Minta Bertahan, Hotman Tetap Cabut Dua Hari Lalu

Febrie Minta Bertahan, Hotman Tetap Cabut Dua Hari Lalu
Ilustrasi febrie Minta Bertahan, Hotman Tetap Cabut Dua Hari Lalu.

Hotman baru mendampingi Febrie Adriansyah sejak 17 Juli 2026. Febrie berstatus tersangka dugaan korupsi dan TPPU terkait Asabri. Masa kuasa hukum hanya sekitar sepekan.

Dua hari sebelum pengumuman publik, Hotman sudah sampaikan keputusan undur diri. Febrie meminta ditunda beberapa hari agar ada transisi. Hotman menolak karena fisik tak memungkinkan.

Tim pengacara lain akan melanjutkan pendampingan. Kronologi singkat 17 hingga 23 Juli ini menunjukkan tekanan klien di tengah risiko kesehatan yang mengancam.

Dokter Larang Kerja, Hotman Tetap Urus Perkara

Pascaoperasi, dokter di Singapura melarang Hotman bekerja selama dua pekan. Saran itu dilanggar. Ia tetap mengurus berbagai perkara termasuk kasus Febrie.

Dokter sempat marah besar ketika tahu pasiennya sudah aktif kembali. Gejala HNP kambuh hebat. Syaraf ke kaki semakin parah hingga dia khawatir lumpuh permanen.

Hotman mengakui tubuhnya sudah tak mampu. Tekanan Febrie agar bertahan diabaikan demi keselamatan jangka panjang.

Langkah Medis Selanjutnya Usai Pengumuman di Medistra

Usai pernyataan di Medistra, Hotman dijadwalkan lanjut perawatan ke Singapura. Ia masih dalam pemulihan total. Perawatan lanjutan fokus mencegah kerusakan saraf lebih parah.

Timeline medis utuh dari gejala Juni, pijat Bojong Gede, akupuntur 50 jarum, operasi Singapura, kerja paksa, hingga undur 23 Juli kini lengkap. Ini menjadi pelajaran bagi profesional yang mengabaikan sinyal tubuh.

FAQ Seputar Mundurnya Hotman Paris dari Kasus Febrie

Apa arti HNP yang diderita Hotman Paris?

Hernia Nukleus Pulposus adalah kondisi bantalan tulang belakang menonjol dan menjepit saraf. Gejala nyeri menjalar ke kaki berisiko menyebabkan kelumpuhan jika tak ditangani serius.

Berapa lama Hotman Paris mendampingi Febrie Adriansyah?

Hotman baru menjadi kuasa hukum sejak 17 Juli 2026. Ia mundur pada 23 Juli atau sekitar sepekan kemudian karena masalah kesehatan.

Apakah Febrie menerima keputusan undur Hotman?

Febrie sempat meminta Hotman bertahan beberapa hari lagi. Namun keputusan tetap diambil demi menghindari risiko lumpuh permanen.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.