Harga Bitcoin (BTC) turun tajam pada perdagangan Jumat (17/7/2026) pagi ke level US$ 63.758,41 per koin, atau sekitar Rp 1,14 miliar dengan kurs Rp 17.985 per dolar AS. Pelemahan itu terseret aksi jual saham-saham teknologi di Wall Street yang memicu gelombang ambil untung di pasar aset berisiko.
Kapitalisasi pasar kripto global ikut menyusut, sementara pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi koreksi lanjutan. Optimaise News merangkum pergerakan harga, pemicu utama, dan dampaknya ke aset kripto besar lainnya.
Harga Bitcoin (BTC) hari ini dan kapitalisasi global
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 06.45 WIB, harga Bitcoin (BTC) hari ini ambles 1,62% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar kripto global jatuh 1,63% menjadi US$ 2,19 triliun.
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar terpangkas 1,75%. Angka-angka itu menandai pelemahan serentak di pasar aset digital.
Ethereum dan BNB ikut tertekan

Ethereum ambrol 3,14% ke US$ 1.860. Binance Coin (BNB) anjlok 1,51% ke US$ 571.
Pola pelemahan multi-aset ini menunjukkan tekanan tidak hanya menimpa Bitcoin, melainkan merambat ke altcoin utama. Bagi investor ritel di Indonesia, konversi ke rupiah membuat fluktuasi harian terasa lebih nyata di portofolio.
Aksi jual Wall Street dan anjloknya Micron

Dikutip dari CoinTelegraph, harga Bitcoin (BTC) melemah pada perdagangan Kamis (16/7/2026) seiring aksi jual yang melanda saham-saham teknologi di Wall Street. Tekanan di sektor teknologi menyeret pasar saham AS dan ikut membebani aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Salah satu pemicu utama datang dari Micron Technology yang anjlok sekitar 15% dalam sehari. Catatan Optimaise News menunjukkan, rantai dampak dari saham semikonduktor ke kripto menjadi penanda seberapa erat korelasi risk-on saat ini.
Optimisme data inflasi AS yang cepat memudar
Sebelumnya, aset kripto terbesar di dunia itu sempat menguat setelah data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) AS pada Juni menunjukkan inflasi melandai. Optimisme terhadap prospek pasar keuangan sempat menguat, namun reli tersebut tidak bertahan lama.
Sentimen positif dari data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan mulai memudar setelah investor beralih merealisasikan keuntungan. Momentum Bitcoin pun terkikis seiring pergeseran ke mode ambil untung.
FAQ
Berapa harga Bitcoin (BTC) pada Jumat pagi 17 Juli 2026?
Bitcoin diperdagangkan di US$ 63.758,41 per koin, turun 1,62%, setara sekitar Rp 1,14 miliar dengan kurs Rp 17.985 per dolar AS.
Apa yang memicu pelemahan Bitcoin kali ini?
Aksi jual saham teknologi di Wall Street, termasuk anjloknya Micron Technology sekitar 15% dalam sehari, memicu gelombang ambil untung di aset berisiko.
Bagaimana kinerja pasar kripto global secara keseluruhan?
Kapitalisasi pasar kripto global turun 1,63% menjadi US$ 2,19 triliun, sementara Indeks CoinDesk 20 terpangkas 1,75%.






