BRIS Tancap Gas: Saham Melejit hingga Kebanjiran Dana Asing

Author Image

Dyah

18 Juli 2026

BRIS Tancap Gas: Saham Melejit hingga Kebanjiran Dana Asing

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi pencetak kenaikan tertinggi di antara emiten perbankan pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Harga BRIS melonjak 170 poin atau 9,77% ke level 1.910, mengungguli penguatan bank Himbara maupun swasta.

Lonjakan itu terjadi seiring tanda-tanda berbaliknya aliran dana asing di pasar modal domestik, setelah investor asing sempat mencatat net sell kumulatif besar sepanjang tahun berjalan. Optimaise News mencatat, kombinasi sentimen asing dan fundamental kuartal I 2026 menjadi penopang minat beli yang masih terlihat kuat menjelang penutupan.

Dana asing mulai berbalik arah

Pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, investor asing membukukan pembelian bersih jumbo senilai Rp 1,22 triliun di seluruh pasar. Saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI menjadi incaran utama aliran itu.

Tren serupa berlanjut pada sesi pertama Jumat, 17 Juli 2026. Investor asing kembali mencatat net buy, meski dalam jumlah lebih kecil dibanding hari sebelumnya.

Perbaikan aliran asing ini menjadi konteks penting bagi gas saham melejit BRIS di sesi yang sama. Minat terhadap emiten bank syariah pelat merah ikut terangkat di tengah sentimen pasar yang berangsur membaik.

Volume tinggi dan antrean beli masih tebal

Volume tinggi dan antrean beli masih tebal

Penguatan BRIS ditopang volume transaksi 64,8 juta saham dengan nilai turnover Rp 116,6 miliar. Frekuensi transaksi mencapai 15.134 kali sepanjang sesi.

Di sisi penawaran, posisi bid tercatat di 1.910 dengan antrean beli 21.281 lot. Sementara ask berada di 1.915 dengan antrean jual 6.062 lot, indikasi minat beli yang masih dominan menjelang penutupan.

Fundamental kuartal I 2026 tetap solid

Fundamental kuartal I 2026 tetap solid

Di luar sentimen pasar, penguatan BRIS juga menyusul pencatatan kinerja keuangan yang solid. Pada kuartal I 2026, BRIS membukukan laba bersih Rp 2,2 triliun, tumbuh 17,1% secara tahunan.

Pertumbuhan itu ditopang ekspansi pembiayaan sebesar 14,4% year-on-year. Margin bunga bersih (NIM) membaik menjadi 5,6%, naik dari 5,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BRIS juga mencatat pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 21,4% YoY. Tabungan tumbuh 20% dan giro naik 24%.

Sinyal minat tinggi, risiko tetap diingatkan

Investor Relation BSI, Rizky Budinanda, dalam keterangan resmi yang diperoleh Jumat, 17 Juli 2026, menekankan posisi saham masih dalam fase pemulihan. “Meski mencatat lonjakan tajam hari ini, perlu dicatat bahwa saham BRIS masih berada dalam tren pemulihan setelah mengalami koreksi signifikan dalam setahun terakhir. Sejumlah analis mengingatkan bahwa tantangan seperti tekanan biaya dana serta potensi dilusi akibat kewajiban pemenuhan aturan free float minimum tetap menjadi faktor risiko yang perlu dicermati investor ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kombinasi sentimen asing dan fundamental yang terjaga menjadi penanda minat pasar. “Dengan kombinasi antara membaiknya sentimen aliran dana asing dan fundamental kinerja yang tetap terjaga, pergerakan saham BRIS hari ini menjadi sinyal bahwa minat pasar terhadap emiten perbankan syariah pelat merah tersebut masih tergolong tinggi, di tengah dinamika pasar modal domestik yang berangsur membaik,” jelasnya.

Menurut pantauan Optimaise News, lonjakan harian BRIS pantas dicermati bersama catatan risiko free float dan biaya dana. Investor disarankan menimbang momentum asing dan angka fundamental secara berimbang, bukan hanya satu sesi penguatan.