DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di: DPR, BI & OJK

Author Image

Dyah

18 Juli 2026

DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di: DPR, BI & OJK

Investment Forum 2026 digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026), mempertemukan pejabat DPR, Bank Indonesia, OJK, dan investor. Pembahasan berpusat pada peluang serta tantangan implementasi UU P2SK, sementara bursa bergerak di zona hijau hingga hari pelaporan, ditopang saham perbankan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan fondasi pasar modal domestik semakin kuat karena jumlah investor lokal telah mencapai 30 juta. Menurutnya, ketergantungan pada aliran modal asing kini jauh berkurang dibanding periode sebelumnya.

Sentimen global lebih membebani daripada fundamental

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pelemahan harga saham emiten lebih sering dipicu persepsi pasar ketimbang memburuknya fundamental perusahaan atau ekonomi dalam negeri. Ia menyinggung pengaruh suku bunga dolar Amerika Serikat terhadap cara investor membaca risiko di emerging market.

“Walaupun saham mereka turun karena persepsi. Masalahnya adalah Amerika dan suku bunganya dalam dolar, kemudian kita persepsi macam-macam,” ujar Misbakhun di forum tersebut.

Pantauan Optimaise News mencatat, narasi serupa kerap muncul saat IHSG tertekan, meski data emiten dan indikator domestik relatif stabil. Forum di BEI menjadi ruang penyeimbang antara sinyal global dan realitas neraca perusahaan.

Investor domestik 30 juta jadi bantalan pasar

Investor domestik 30 juta jadi bantalan pasar

Friderica menekankan porsi investor dalam negeri yang membesar sebagai modal struktural pasar modal Indonesia. Dengan basis 30 juta investor domestik, volatilitas akibat aksi jual asing dinilai lebih mudah diserap.

Argumen ini relevan bagi pelaku ritel yang sering khawatir aliran hot money. Basis domestik yang lebar memberi ruang likuiditas internal saat sentimen luar negeri bergejolak.

Dalam ringkasan Optimaise News, penguatan investor lokal juga menjadi penopang saat bursa hijau sepanjang sesi di sekitar jadwal forum, khususnya lewat saham perbankan yang aktif diburu.

UU P2SK dan hilirisasi sektor keuangan

UU P2SK dan hilirisasi sektor keuangan

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menempatkan UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) sebagai instrumen bersama eksekutif dan legislatif. Ia menyebut regulasi itu jalan untuk menyambungkan kekayaan sumber daya alam dengan kapasitas industri keuangan.

“P2SK membuka jalan mengintegrasikan kekuatan SDA kita dengan kecanggihan sektor keuangan ini yang saya sebut sebagai hilirisasi sektor keuangan,” ucap Sari di Main Hall BEI.

Pesan itu memberi kerangka kebijakan di luar soal teknis harian pasar. Integrasi SDA dan jasa keuangan diharapkan memperpanjang rantai nilai di dalam negeri, bukan hanya mengandalkan ekspor komoditas mentah.

BI dorong PFII, BEI respons isu MSCI

Deputi Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mendukung kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai platform penarik arus investasi. PFII dinilai bisa memperkuat ketahanan eksternal lewat perbaikan neraca pembayaran.

Di sisi bursa, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menanggapi potensi pengurangan jumlah saham RI dalam konstituen indeks MSCI. Ia memandang langkah itu konsekuensi rasional jangka pendek, namun optimistis prospek jangka panjang lebih baik.

Koordinasi DPR–BI–OJK di forum ini juga menyinggung relasi kelembagaan yang sering ditanya publik, misalnya bi menyampaikan anggaran ke dpr kapan atau analisis bi serahkan rencana anggaran tahunan ke dpr. Fokus hari itu tetap pada daya tarik investasi dan stabilitas pasar, bukan agenda angket.

Wacana apakah dpr bisa meng angket gubernur bi atau cara memilih gubernur bi di sidang paripurna dpr memang kerap muncul di ruang politik moneter. Namun di BEI, penekanan bergeser ke implementasi P2SK, PFII, dan kepercayaan investor domestik.

FAQ

Apa yang dibahas DPR, BI, dan OJK bersama investor di BEI?

Investment Forum 2026 membahas peluang dan tantangan implementasi UU P2SK, penguatan investor domestik, dukungan BI terhadap PFII, serta respons bursa terhadap isu konstituen MSCI.

Berapa jumlah investor domestik menurut OJK?

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan jumlah investor domestik telah mencapai 30 juta, sehingga ketergantungan pada investor asing berkurang.

Mengapa saham dinilai hijau di sekitar forum?

Saat acara berlangsung hingga hari pelaporan, bursa bergerak di zona hijau ditopang saham perbankan, sejalan dengan sentimen positif dari pertemuan pemangku kepentingan di BEI.

Apa sikap BI terhadap Pusat Finansial Internasional Indonesia?

Deputi Senior BI Destry Damayanti mendukung PFII sebagai platform penarik dana investasi dan penguat ketahanan eksternal melalui neraca pembayaran.