Probolinggo, Optimaise News – Kawasan Gunung Bromo kembali dilanda api yang merambat hingga 176 hektare hutan dan lahan. Pemantauan dimulai Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB dan menyentuh wilayah Probolinggo serta Malang tanpa menelan korban jiwa.
Inti artikel
- Kawasan Gunung Bromo kembali dilanda api yang merambat hingga 176 hektare hutan dan lahan
- Pemantauan dimulai Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB dan menyentuh wilayah Probolinggo serta Malang tanpa menelan korban jiwa
- Hingga Rabu 5 Agustus 2026, luasan sementara tercatat sekitar 60 hektare
Optimaise News merangkum bahwa dua helikopter water bombing BNPB sudah disiagakan mulai 6 Agustus 2026. Operasi modifikasi cuaca turut disiapkan jika kondisi menuntut intervensi lebih luas.
Perluasan api ke Probolinggo dan Malang
Hingga Rabu 5 Agustus 2026, luasan sementara tercatat sekitar 60 hektare. Di Probolinggo, sekitar 10 hektare di Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, ludes. Di Malang, sekitar 50 hektare di Jantur kawasan TNBTS ikut terbakar.
Angka akhir 176 hektare mencerminkan laju perluasan yang cepat dalam hitungan hari. Tim lapangan terus memetakan perimeter agar water bombing lebih tepat sasaran.
Vegetasi langka dan duga awal penyebab

Tanaman yang ikut musnah meliputi bunga abadi setempat, pohon pinus pegunungan, aneka ornamen alam, serta semak padat. Kerusakan itu memperpanjang pemulihan ekosistem setelah episode serupa di masa lalu.
Kepala balai TNBTS, Rudjanta Tjahja Nugraha, menilai api bermula dari perapian yang dinyalakan warga di jalur tradisional antar-desa. Dugaan ini masih diverifikasi bersama aparat dan warga setempat.
Konteks pelaku kebakaran gunung bromo dan history 2023
Frasa pelaku kebakaran gunung bromo sering muncul saat publik menelusuri perkara lawas. Kasus kebakaran gunung bromo 2023 sempat menjadi rujukan Wikipedia dan media nasional, lengkap dengan vonis pihak terkait event di area sensitif.
Kali ini penekanan berbeda: fokus pada respons cepat BNPB dan pengamanan jalur tradisional. Optimaise News mencatat tidak ada laporan korban jiwa, namun ancaman terhadap tutupan vegetasi tetap menjadi perhatian utama.
Helikopter water bombing mulai beroperasi 6 Agustus 2026 untuk mendinginkan titik panas. Modifikasi cuaca siap digelar bila asap dan angin merugikan pemadaman darat. Pengunjung diminta menunda aktivitas di sekitar perimeter aktif.
Pemantauan terus digelar dari pos-pos TNBTS dan BNPB. Luas final 176 hektare menjadi acuan evaluasi lintas instansi agar episode berikutnya dapat dicegah lebih dini.







