Ole Romeny membuka keunggulan Fortuna Sittard menit ke-42 sebelum PSV Eindhoven membalikkan skor, lalu Edouard Michut meratakan 2-2 di menit 90+2 di Stadion Philips, Minggu (9/8/2026) dini hari WIB. Pertandingan Eredivisie pekan pertama musim 2026-2027 itu mengunci satu poin tandang berharga melawan juara bertahan, dengan Romeny dan Justin Hubner main full 90 menit.
Inti artikel
- Ryan Flamingo, pemain PSV berdarah Indonesia, ikut mencetak gol, sehingga tiga wajah Timnas tampil di lapangan yang sama
- Laga tandang Fortuna ke markas PSV bergulir ketat sejak awal
- Gol Romeny di menit keenam dianulir karena offside
Menurut rangkuman Optimaise News dari laporan lapangan, penyerang 26 tahun itu hanya 23 sentuhan, tetapi mencatat rating FotMob 8,1 tertinggi di skuad Fortuna berkat dribble dan tembakan tepat sasaran. Ryan Flamingo, pemain PSV berdarah Indonesia, ikut mencetak gol, sehingga tiga wajah Timnas tampil di lapangan yang sama.
Kronologi skor berganti di Philips Stadion: Romeny buka jalan
Laga tandang Fortuna ke markas PSV bergulir ketat sejak awal. Gol Romeny di menit keenam dianulir karena offside. Peluang valid baru datang di menit ke-42 saat ia memanfaatkan blunder Ryan Flamingo: sontekan melewati Matej Kovar dan masuk gawang tuan rumah.
PSV merespons cepat. Flamingo menyamakan kedudukan di menit ke-55. Noah Fernandez menambah keunggulan 2-1 pada menit ke-74. Saat Sittard tertekan, Michut muncul di injury time menit 90+2 dan membawa pulang poin dari juara bertahan.
Hasil ini langsung memengaruhi ritme klasemen Eredivisie di pekan perdana. Fortuna memulai musim tanpa kalah meski menghadapi lawan paling berat di kalender pembuka.
Statistik FotMob Ole Romeny: sedikit sentuhan, impact besar

Pelatih Danny Buijs memasukkan Romeny sebagai starter. Meski sentuhan bola hanya 23 kali, frekuensi dribble suksesnya tertinggi di laga: tiga kali menurut FotMob. Ia mencatat dua tembakan on target, satu tembakan melenceng, plus dua sapuan bertahan.
Rating 8,1 menempatkannya di puncak pemain Fortuna pada pertandingan Eredivisie itu. Efisiensi itu menegaskan peran penalti momen: blunder Flamingo digarap tanpa banyak sentuhan, lalu kontribusi bertahan saat tim bertahan dari tekanan PSV.
Peran penuh Justin Hubner 90 menit di laga tandang
Rekan Timnas di lini belakang, Justin Hubner, juga digarap full time. Bek kiri itu bermain 90 menit di Philips Stadion tanpa diganti, menambah stabilitas lini belakang saat skor berganti-ganti.
Kehadiran dua pemain Indonesia di skuat yang sama memberi Fortuna opsi tactical yang familiar. Hubner menjaga lebar, sementara Romeny menjadi ujung serangan yang jarang menyentuh bola tetapi mematikan saat peluang muncul.
Konteks musim 2026/2027: poin berharga lawan PSV untuk Fortuna
Satu poin dari juara bertahan di stadion lawan bukan hasil raihan biasa di pembuka musim. Optimaise News mencatat dari sumber yang dihimpun, Fortuna melihat hasil itu sebagai fondasi percaya diri menjelang sisa jadwal netherlands eredivisie.
Blunder Flamingo yang memicu gol Romeny jadi momen krusial: tanpa itu, skenario tandang bisa beda total. Equalizer Michut di injury time lalu mengubah potensi nol poin menjadi satu, penting untuk erbahan awal di klasemen Eredivisie dan rujukan eredivisie standings awal musim.
Tiga wajah Timnas di lapangan: Romeny, Hubner, Flamingo
Selain duo Fortuna, Ryan Flamingo dari sisi PSV mencetak gol. Tiga pemain berlatar Timnas Indonesia aktif dalam satu pertandingan Eredivisie di pekan yang sama. Di laga terpisah, Nathan Tjoe-A-On mencatatkan assist bagi Willem II meski kalah 1-4 dari Go Ahead Eagles yang dibela Dean James.
Perbandingan impact di Philips jelas: Romeny menyerang dengan efisiensi tinggi, Hubner menahan penuh 90 menit, Flamingo justru membuat dan membalas skor. Gabungan itu menjelaskan kenapa topik Eredivisie kembali trending di pencarian Indonesia pada hari yang sama.
Bagi pembaca yang mengikuti diaspora Timnas, pembuka musim ini memberi sinyal bahwa peran Indonesia di liga Belanda tidak lagi simbolik. Poin tandang Fortuna ke PSV, ditopang statistik Romeny, menjadi bukti nyata di lapangan, bukan hanya wacana transfer.







