Jakarta, Optimaise News – Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengumumkan korban tewas gempa magnitudo 7,4 telah mencapai setidaknya 111 orang, disertai 87 orang terluka dan penetapan status bencana nasional. Optimaise News merangkum, pernyataan itu disampaikan Selasa (11/8/2026) seiring operasi penyelamatan yang terus digencarkan di wilayah barat negara.
Inti artikel
- Ia berencana segera bertolak ke zona terdampak untuk memantau penanganan langsung
- Angka itu naik dari laporan sebelumnya dan menjadi fokus utama koordinasi sipil serta militer
- Gempa susulan magnitudo 5,0 terasa sekitar 44 menit setelah guncangan utama
Guncangan utama terjadi Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat, berpusat di San José del Palmar, departemen Chocó, sekitar 280 kilometer barat Bogotá dengan kedalaman 107 kilometer. Ia berencana segera bertolak ke zona terdampak untuk memantau penanganan langsung.
Detail korban dan luka imbas gempa M 7,4
“Setidaknya 111 orang tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada hari ini,” kata Presiden Abelardo de la Espriella, dilansir CNN. Angka itu naik dari laporan sebelumnya dan menjadi fokus utama koordinasi sipil serta militer.
Ia menambahkan, “Gempa tersebut juga menyebabkan setidaknya 87 orang terluka, 61 bangunan runtuh, dan 1.575 rumah rusak.” Rincian wilayah yang dihimpun menempatkan Risaralda dengan 40 korban tewas, Valle del Cauca 27 orang, dan Chocó empat orang, menggambarkan beban operasi paling berat di beberapa kota barat.
Gempa susulan magnitudo 5,0 terasa sekitar 44 menit setelah guncangan utama. Situasi itu menambah risiko bangunan yang sudah retak dan mempercepat evakuasi sementara di kawasan rentan longsor.
Data kerusakan fisik di 11 kota dua lokasi

Selain 1.575 rumah rusak dan 61 bangunan runtuh, laporan menyebutkan 18 fasilitas kesehatan serta 52 fasilitas pendidikan terdampak. Setidaknya tujuh bandara di Kolombia mengalami gangguan, termasuk Bandara Alfonso Bonilla Aragón, sehingga arus penumpang dan logistik bantuan harus dialihkan.
Kerusakan tersebar di kawasan sekitar pusat guncangan dan kota-kota satelit di barat Bogotá. Data kerusakan digabung dari laporan lapangan dan institusi yang dirangkum Optimaise News untuk memberi gambaran utuh skala dampak infrastruktur publik.
Status bencana nasional ditetapkan Kolombia
Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional agar sumber daya tambahan dapat digeser lebih cepat ke daerah paling parah. Status ini mempermudah penyaluran dana darurat, personel penyelamat, dan logistik lintas kementerian tanpa prosedur berlapis.
Langkah itu menyatu dengan operasi sipil penanganan korban. Prioritas jangka pendek mencakup pencarian di reruntuhan, perawatan 87 orang luka, dan penampungan sementara bagi warga yang rumahnya tidak layak huni.
Presiden Abelardo mulai kunjungi area terdampak
Presiden Abelardo de la Espriella menegaskan akan segera bertolak ke wilayah terdampak gempa. Kunjungan ditujukan untuk melihat langsung kebutuhan penyelamatan, mempercepat rantai bantuan, dan menenangkan warga di zona paling parah.
Di Bogotá, warga berlarian ke jalan sambil masih memakai pakaian tidur saat sirene darurat berbunyi, menurut pantauan wartawan AFP. Reaksi panik di ibu kota menegaskan getaran terasa jauh dari pusat gempa dan memicu siaga umum.
Rekap lokasi gempa dan rencana langsung
USGS menempatkan pusat gempa di San José del Palmar, departemen Chocó, 280 kilometer barat Bogotá, kedalaman 107 kilometer. Guncangan utama Senin pagi dilanjutkan susulan M 5,0 sekitar 44 menit kemudian, menambah kewaspadaan di kawasan pegunungan barat.
Agenda presiden berfokus pada inspeksi lapangan dan koordinasi penyelamatan sipil, sementara kementerian terkait menindaklanjuti status bencana nasional. Sintesis data korban, infrastruktur, dan bandara memberi peta prioritas: zona Risaralda dan Valle del Cauca butuh dukungan personel serta fasilitas darurat lebih cepat.
Bagi pembaca di Indonesia, rangkaian ini memperlihatkan bagaimana pernyataan presiden, angka korban terkini, dan status darurat menjadi titik pusat respons nasional pascabencana besar. Pemantauan lanjutan tetap mengacu pada laporan resmi yang berkembang seiring operasi di lapangan.







