Farizon Mulai Era Manufaktur Lokal Pertama di Indonesia
Jakarta, Optimaise News – Perusahaan asal China, Farizon, resmi memasuki tahap produksi lokal kendaraan komersial listrik melalui unit pertama V8E yang keluar dari fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat pada 13 Agustus 2026. Ini menandai babak baru sekaligus sebagai proyek produksi lokal merek itu yang pertama di luar negeri.
Inti artikel
- Ini menandai babak baru sekaligus sebagai proyek produksi lokal merek itu yang pertama di luar negeri
- Kerja sama dengan PT Arista Manufacturing Indonesia menjadi prasyarat utama pengoperasian rantai pasok yang lebih stabil
- Denny Siregar menekankan perluasan lini produk dari penumpang ke komersial menjadi salah satu tujuan utama
Dari sudut pandang operasional, kehadiran V8E ini memberi konteks baru bagaimana produsen mencari basis manufaktur di Asia Tenggara untuk mendukung distribusi ke Asia Tenggara. Kerja sama dengan PT Arista Manufacturing Indonesia menjadi prasyarat utama pengoperasian rantai pasok yang lebih stabil.
Kerja Sama Multi Pihak di Purwakarta
Seremoni penandatanganan kesepakatan manufaktur berlangsung di lokasi yang sama, melibatkan arus tim PT Handal Indonesia Motor dan mitra lokal lainnya. Denny Siregar menekankan perluasan lini produk dari penumpang ke komersial menjadi salah satu tujuan utama.
Mike Fan selaku perwakilan Geely Farizon menyatakan bahwa Indonesia dipilih karena kemampuan kapasitas manufaktur yang mendukung standar global. Proyek ini juga mengharapkan pengembangan rangkaian suku cadang lokal di masa mendatang.
Empat Model Niaga Listrik yang Akan Dirakit Lokal
Pada pameran GIIAS 2026 baru-baru ini, Farizon memperkenalkan SV Medium Roof, V8E Cargo Van, V8E Van, dan F3E Super Cargo. Dua model pertama di antaranya direncanakan dijadikan CKD bersama Handal Indonesia Motor.
Harga on-the-road di DKI Jakarta pun sudah tersedia: SV Medium Roof Rp725 juta, V8E Cargo Van Rp425 juta, V8E Van Rp550 juta, serta F3E Super Cargo Rp475 juta. Harga-harga tersebut sudah memperhitungkan komponen impor awal sebelum rampungnya produksi lokal.
Rancangan Jangka Panjang untuk Truk dan Bus
Perusahaan memperluas rencana di luar van menjadi truk kelas menengah dan bus. Fokus ini mencakup upaya membangun cadangan suku cadang serta jejaring jaringan purna jual di seluruh wilayah Indonesia.
Optimaise News menyimpulkan bahwa langkah Farizon menunjukkan bagaimana merek global bisa memanfaatkan infrastruktur manufaktur di negara berkembang tanpa mengorbankan kualitas.







