Bandung, Optimaise News – Kolaborasi legislatif-eksekutif di dataran tinggi Ujungberung menempatkan penanaman pohon sebagai penambahan ruang terbuka hijau yang menahan longsor, memperbaiki udara, dan mengantisipasi krisis air. Kegiatan digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandung di RTH Villa Pasirwangi, RW 09 Kelurahan Pasirwangi, Ujungberung, Rabu 22 Juli 2026.
Inti artikel
- Wali Kota Muhammad Farhan bersama anggota DPRD hadir memastikan aksi ini bukan event sekali jalan
- Dukungan Komisi III dilandasi peran ruang terbuka hijau dalam menangani banjir dan pencemaran udara di kota yang padat
- Ketua Komisi III Agus Hermawan memimpin kehadiran legislatif di lokasi
Wali Kota Muhammad Farhan bersama anggota DPRD hadir memastikan aksi ini bukan event sekali jalan. Dukungan Komisi III dilandasi peran ruang terbuka hijau dalam menangani banjir dan pencemaran udara di kota yang padat.
Kolaborasi DPRD, Wali Kota, dan BPBD di RTH Pasirwangi
Ketua Komisi III Agus Hermawan memimpin kehadiran legislatif di lokasi. Ia didampingi anggota Komisi III AA Abdul Rozak dan Rendiana Awangga. Anggota Komisi IV Aswan Asep Wawan juga hadir bersama Wali Kota Muhammad Farhan dan para kepala organisasi perangkat daerah.
BPBD sebagai pelaksana memilih RTH Villa Pasirwangi karena kawasan dataran tinggi itu rawan longsor. Kehadiran lintas lembaga memberi sinyal bahwa penghijauan jadi urusan bersama, bukan satu dinas saja. Partisipasi pejabat tinggi memperkuat komitmen menjaga lingkungan kota dari hulu.
Acara berlangsung dengan penanaman langsung di titik yang sudah disiapkan. Respons lapangan BPBD membuat kegiatan berjalan tertib dan terukur.
Manfaat Langsung: Udara Bersih, Erosi, hingga Antisipasi Banjir

Pohon yang ditanam dinilai memperbaiki kualitas udara di sekitar dataran tinggi. Daun hijau membantu menyerap polusi yang kerap dirasakan warga Bandung sehari-hari.
Akar pohon menahan erosi tanah saat musim hujan. Longsor di lereng bisa dikurangi karena tanah lebih stabil. Manfaat yang sama merambat ke antisipasi banjir di hilir karena air hujan terserap lebih baik di kawasan hulu.
Penambahan ruang terbuka hijau juga mengantisipasi krisis air. Cadangan air tanah terjaga bila tutupan hijau meluas. Bagi warga Ujungberung, konteks praktis ini terasa langsung: udara lebih layak, risiko longsor turun, dan banjir lebih terkendali.
Kegiatan diposisikan sebagai investasi generasi muda. Aksi perintis ini diharapkan diikuti warga agar manfaatnya merata dan berkelanjutan.
Potensi 58 Hektare Lahan Kosong di Kawasan Bandung Timur

Sekitar 58 hektare lahan di wilayah timur Bandung belum ditanami kembali. Angka itu membuka peluang penghijauan berskala lebih luas bila kolaborasi legislatif-eksekutif dilanjutkan.
Kawasan Bandung Utara digambarkan gersang, gundul, dan banyak beralih fungsi. Kondisi tersebut memperbesar risiko longsor di musim hujan serta kekeringan di musim kemarau. Dengan 58 hektare potensial, penambahan ruang terbuka hijau bisa mengubah wajah timur kota secara nyata.
Menyatukan data lahan kosong ini dengan kehadiran DPRD dan wali kota membuat skala peluang terbaca utuh. Bukan hanya satu titik di Pasirwangi, melainkan jaringan ruang hijau yang saling menopang di Bandung Timur.
Dari Rencana Komisi IV ke Realisasi BPBD
Aswan Asep Wawan menjelaskan aksi ini sebagai realisasi perencanaan Komisi IV bersama BPBD. Kepala Pelaksana BPBD Didi merespons usulan itu dengan cepat sehingga penanaman bisa digelar tepat waktu.
Pola kerja rencana matang di tingkat dewan lalu eksekusi cepat di lapangan menjadi model yang jelas. Komunitas atau kelurahan lain dapat meniru agar penanaman tidak berhenti di satu lokasi saja.
Respons cepat Didi mencegah wacana mandek. Hasilnya terlihat langsung di RTH Pasirwangi dan membuka jalan bagi titik tanam berikutnya di kawasan yang lebih luas.
Ajakan Merawat dan Memperluas Titik Tanam ke Masyarakat
Agus Hermawan menekankan pohon harus dirawat dan diperluas agar menjadi aset pelestarian berjangka panjang. Ia menolak bila penanaman hanya jadi seremoni yang dilupakan esok hari.
Ajakan itu ditujukan kepada masyarakat agar merawat titik yang sudah ditanam. Warga juga didorong membuka lokasi baru di lahan kosong sekitar rumah atau tingkat RT.
Dengan merawat bersama, penambahan ruang terbuka hijau di Ujungberung dan Bandung Timur bisa berkelanjutan. Investasi hijau ini menjadi warisan untuk generasi muda yang akan menikmati udara lebih bersih serta tanah lebih aman dari longsor.






