Bandung, Optimaise News – Pembangunan Bus Rapid Transit atau BRT di kawasan Cekungan Bandung resmi digulirkan lewat peletakan batu pertama di Terminal Leuwipanjang, Bandung, pada 22 Juli 2026. Proyek senilai Rp1,3 triliun ini digagas sebagai fondasi kepastian mobilitas harian lintas Bandung Raya, bukan sekadar seremoni. Menhub bersama pejabat pusat dan daerah menandatangani komitmen PSO di lokasi yang sama.
Inti artikel
- Proyek senilai Rp1,3 triliun ini digagas sebagai fondasi kepastian mobilitas harian lintas Bandung Raya, bukan sekadar seremoni
- Menhub bersama pejabat pusat dan daerah menandatangani komitmen PSO di lokasi yang sama
- Jaringan massal terintegrasi itu mencakup 753 halte, enam depo, jalur steril 21 kilometer, serta sistem cerdas ITS
Jaringan massal terintegrasi itu mencakup 753 halte, enam depo, jalur steril 21 kilometer, serta sistem cerdas ITS. Skala tersebut menjawab kemacetan yang selama ini menggerus waktu tempuh dan produktivitas warga aglomerasi. Optimaise News mencatat proyek ini membingkai solusi transportasi publik handal, bukan hanya menambah kapasitas jalan.
Inventaris infrastruktur: jalur steril, depo, dan ratusan halte
Komponen fisik BRT Cekungan Bandung disusun sebagai satu kesatuan operasional. Jalur khusus steril sepanjang 21 kilometer menjadi tulang punggung pergerakan bus tanpa hambatan kendaraan pribadi. Halte terbagi dua: 34 unit on-corridor di koridor utama dan 719 unit off-corridor di kawasan perumahan serta pusat kegiatan.
Enam depo tersebar merata untuk menjaga kesiapan armada. Lokasinya meliputi Cicaheum, Leuwipanjang, Padalarang, Soreang, Cimenyan atau Ciburuy, dan Majalaya. Inventaris lengkap ini membentuk peta jaringan utuh yang sebelumnya tercerai-berai di pemberitaan terpisah. Halte ikonik direncanakan di Alun-Alun, Stasiun Hall, Tegallega, dan Kiara Artha Park.
Total 753 halte memastikan akses pejalan kaki tetap pendek. Depo-depo itu juga menunjang perawatan harian agar headway tetap terjaga. Sintesis infrastruktur ini menjadi pembeda utama bagi pembaca yang ingin gambaran utuh, bukan data pecah.
Skema dana MASTRAN dan komitmen subsidi PSO

Pembiayaan program MASTRAN mencapai 264 juta dolar AS atau setara Rp3,8 triliun. Sumbernya berasal dari World Bank, AFD atau AIIB, plus dana pendamping pemerintah RI. Breakdown pinjaman menempatkan World Bank di angka 224 juta dolar AS dan AFD 40 juta dolar AS.
Investasi khusus BRT tercatat Rp1,3 triliun dari total paket. Penandatanganan komitmen PSO di Terminal Leuwipanjang menjamin subsidi operasi setelah 2027. Skema ini menjadi fondasi keberlanjutan layanan agar tarif tetap terjangkau tanpa membebani APBD semata.
Jabar tidak menjadi investor tunggal. Usulan tarif awal Rp7.000 masih dibahas agar sesuai daya beli. Peta dana internasional plus PSO daerah ini memastikan layanan tidak berhenti usai peresmian.
Headway 7 menit plus sistem cerdas ITS

Target headway maksimal 7 menit pada jam sibuk dan 15 menit di luar jam sibuk memberi kepastian waktu tunggu harian. Warga tidak lagi menebak kapan bus tiba. ITS atau Intelligent Transport System mengatur prioritas di persimpangan dan informasi real-time di halte.
Arti praktis angka 7 menit itu sederhana: penumpang bisa merencanakan perjalanan tanpa cadangan waktu berlebih. Produktivitas naik karena waktu terbuang di jalan berkurang signifikan. Sistem cerdas juga memantau kepadatan armada agar tidak menumpuk di satu depo.
Menhub Resmikan Pembangunan BRT Bandung Raya dengan menekankan integrasi data lalu lintas. ITS menjadi otak yang menghubungkan jalur steril, depo, dan halte menjadi satu jaringan hidup.
Layanan lintas kota tanpa sekat administratif
BRT dirancang melayani lintas kota tanpa sekat administratif. Cakupan meliputi Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang. Penumpang bisa berpindah koridor tanpa ganti tiket berulang kali.
Pendekatan terbuka ini menutup celah transportasi massal yang selama ini terfragmentasi. Warga dari pinggiran Sumedang atau Soreang mendapat akses setara ke pusat kota. Dampak langsungnya terlihat pada penghematan waktu tempuh harian dan penurunan stres akibat macet.
Framing proyek sebagai solusi fundamental transportasi publik handal menempatkan bus di jalur khusus di atas sekadar pelebaran jalan. Produktivitas aglomerasi Bandung Raya diharapkan naik karena waktu terbuang berkurang.
Tahap konstruksi yang sudah bergulir menuju 2027
Proyek BRT Cekungan Bandung Dimulai, Ditargetkan beroperasi penuh 2027. Beberapa tahap sudah bergulir sebelum peletakan batu pertama. Halte off-corridor tahap 1 dan persiapan depo Cicaheum serta Leuwipanjang sudah berjalan.
Groundbreaking di Terminal Leuwipanjang menjadi penanda formal dimulainya paket utama. Konstruksi jalur steril dan pemasangan ITS menyusul secara bertahap. Status depo Cicaheum menjadi perhatian khusus karena lokasinya strategis.
Menurut catatan Optimaise News, seluruh komponen harus sinkron agar headway 7 menit terwujud sejak hari pertama operasi. Target 2027 menuntut disiplin jadwal yang ketat dari semua pihak.
FAQ BRT Bandung Raya
Kapan BRT Bandung Raya ditargetkan beroperasi?
Target operasi penuh adalah 2027 setelah peletakan batu pertama di Terminal Leuwipanjang pada 22 Juli 2026.
Apa arti headway 7 menit bagi penumpang sehari-hari?
Headway 7 menit di jam sibuk berarti waktu tunggu maksimal tujuh menit. Penumpang mendapat kepastian jadwal tanpa menebak-nebak kedatangan bus.
Dari mana dana MASTRAN berasal dan berapa totalnya?
Total pembiayaan program MASTRAN 264 juta dolar AS setara Rp3,8 triliun. Sumber utama World Bank 224 juta dolar AS dan AFD 40 juta dolar AS, ditambah dana pendamping RI.






