Jakarta, Optimaise News – Chalong Reawraeng, mantan anggota parlemen Nonthaburi berusia 71 tahun, menembak pejabat lokal di Provinsi Nonthaburi pada Senin 10 Agustus 2026. Korban utama adalah Thongchai Yenprasert, pimpinan Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi, yang dilarikan ke rumah sakit bersama sopirnya.
Inti artikel
- Sejumlah laporan menyebut keduanya menderita luka serius
- Chalong menelepon siaran langsung YouTube Anchalee Paireerak segera setelah aksi
- Ia mengaku sudah menembak pejabat tersebut
Sejumlah laporan menyebut keduanya menderita luka serius. Kejadian itu langsung menggemparkan lingkar politik setempat karena pelaku memilih melaporkan aksi lewat siaran langsung YouTube komentator Anchalee Paireerak.
Chalong telepon live Anchalee usai penembakan
Chalong menelepon siaran langsung YouTube Anchalee Paireerak segera setelah aksi. Ia mengaku sudah menembak pejabat tersebut. Anchalee bereaksi terkejut di live stream. Ia bertanya apakah korban meninggal dunia dan apakah peluru mengenai kepala, lalu memerintahkan Chalong menunggu polisi.
Panggilan itu terekam di tengah siaran, sehingga riwayat singkat polisi lokal dan publik yang menonton bisa langsung mendengar pengakuan pelaku. Reaksi Anchalee yang tegas itu menjadi potongan yang banyak dibahas di kalangan penikmat politik Thailand.
Latar belakang Chalong ‘Kobra’ dan karier Thongchai
Chalong sempat menduduki kursi parlemen selama tiga periode. Periode terakhirnya dilalui di bawah bendera partai Pheu Thai. Ia digelari ‘kobra’ setelah pada 1997 memilih calon perdana menteri dari partai lain, langkah yang dianggap melawan garis partainya saat itu.
Pada pemilu terakhir ia gagal meraih kursi lagi, kali ini mencalon di bawah partai berkuasa Bhumjaithai. Kegagalan itu menambah jarak dengan lingkaran kekuasaan Nonthaburi.
Thongchai Yenprasert memulai karier di kepolisian sejak 1984. Ia pernah menjabat wakil kepala dan kepala di beberapa kantor polisi distrik Nonthaburi. Tahun 2004 ia diangkat menjadi kepala badan provinsi Nonthaburi dan kini memimpin organisasi administrasi setempat.
Bagi pembaca di Indonesia yang mengikuti berita regional ASEAN, kasus ini mengingatkan pada sensitivitas konflik antara tokoh politik senior dan pejabat administratif lokal. Optimaise News mencatat bahwa akses pelaku ke siaran langsung komentator politik memperbesar dampak publik dalam hitungan jam.
Pihak rumah sakit masih merawat Thongchai dan sopirnya. Kepolisian setempat dipastikan sedang memproses pengakuan yang sudah disampaikan Chalong di live stream. Masyarakat Nonthaburi menanti klarifikasi resmi soal motif dan kondisi korban.
Peristiwa Senin itu juga menyoroti usia lanjut pelaku yang masih aktif dalam percaturan politik. Tiga periode parlemen di masa lalu tidak mencegahnya tampil di berita kriminal. Julukan lama ‘kobra’ kembali muncul di perbincangan daring setelah pengakuan di YouTube.
Optimaise News akan terus memantau perkembangan penanganan hukum di Provinsi Nonthaburi. Informasi lanjutan dari pihak berwenang Thailand diharapkan memperjelas status kedua korban yang masih dirawat.







