Depok, Optimaise News – Delegasi Nigeria datang ke Kota Depok pada Selasa, 4 Agustus 2026 pagi, untuk mempelajari layanan imunisasi anak di Puskesmas Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya. Rombongan didampingi Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dan Vax Social Government Learning Exchange, lalu diterima Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Maryori.
Inti artikel
- Puskesmas itu unit binaan CISDI sejak 2023/2024 dan menjadi contoh program cakupan imunisasi yang terus naik
- Enam anggota delegasi berkeliling melihat alur layanan kesehatan di puskesmas
- Fokus mereka pada cara staf mencatat, menyimpan, dan menyuntikkan vaksin anak secara rutin
Puskesmas itu unit binaan CISDI sejak 2023/2024 dan menjadi contoh program cakupan imunisasi yang terus naik. Pantauan Optimaise News, kunjungan ini menempatkan model layanan primer Depok sebagai rujukan praktis bagi mitra internasional.
Kunjungan Delegasi Nigeria ke Puskesmas Sukmajaya
Enam anggota delegasi berkeliling melihat alur layanan kesehatan di puskesmas. Fokus mereka pada cara staf mencatat, menyimpan, dan menyuntikkan vaksin anak secara rutin.
Setelah tur lapangan, dialog dilanjutkan soal pelaksanaan imunisasi dan peran media sosial. Chief of Health System Strengthening Implementation CISDI Yurdhina Melissa menekankan bahwa banyak negara masih memisahkan layanan offline dari kampanye daring.
“Masih banyak negara yang belum menghubungkan antara layanan imunisasi offline dengan kampanye imunisasi via sosmed,” ujar Yurdhina Melissa. Devi Maryori menyambut rombongan dengan nada terbuka. “Merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa menyambut bapak ibu semua,” katanya.
Program Imunisasi Sukses di Puskesmas Sukmajaya
Tiga pilar yang dipamerkan meliputi Integrasi Layanan Primer (ILP) Siklus Hidup, aplikasi SMILE untuk cek dan catat stok vaksin, serta program Keluarga Berimun. ILP merangkai layanan menurut tahap usia, bukan sekadar antrian harian.
SMILE membantu petugas memantau ketersediaan vaksin agar stok tidak putus di titik layanan. Setelah 18 bulan pendampingan CISDI, angka imunisasi di unit ini tercatat naik signifikan dari tahun ke tahun. “Dari 18 bulan pendampingan Puskesmas Sukmajaya sangat menonjol hasil Implementasi pembelajarannya terlihat dari kenaikan signifikan angka imunisasi tahun ke tahun,” jelas Yurdhina Melissa.
CISDI juga membina enam puskesmas dan 19 posyandu di Kota Depok. Pelatihan tenaga kesehatan dan kader memakai branding PN-PRIMA agar standar layanan lebih seragam.
Manfaat Program Keluarga Berimun untuk Cakupan Imunisasi
Keluarga Berimun menempatkan rumah tangga sebagai mitra aktif, bukan hanya penerima suntikan. Edukasi di tingkat keluarga memperkecil risiko anak zero-dose, yakni anak yang belum pernah mendapat imunisasi dasar.
Ketua TP Posyandu Kota Depok Siti Barkah Hasanah mengapresiasi dukungan CISDI. “Harapan saya sebagai Ketua TP Posyandu agar jangan sampai anak-anak Depok tidak lengkap dalam menerima imunisasi,” tuturnya. Targetnya, semua bayi di Depok tuntas imunisasi dasar tanpa tertinggal.
Optimaise News merangkum, kombinasi ILP, SMILE, dan Keluarga Berimun memberi gambaran utuh: stok aman, layanan berjenjang, dan keluarga teredukasi. Itu yang membuat cakupan di Sukmajaya menonjol dibanding unit lain yang belum dibina intensif.
Pelajaran Praktis dari Depok bagi Nigeria
Bagi Nigeria, model ini bisa diuji di fasilitas setingkat puskesmas dengan tiga langkah sederhana. Pertama, petakan stok vaksin digital mirip SMILE agar rantai dingin terpantau. Kedua, satukan layanan primer menurut siklus hidup agar kunjungan anak tidak terfragmentasi. Ketiga, libatkan keluarga lewat edukasi berulang seperti Keluarga Berimun.
Kolaborasi Vax Social Government Learning Exchange menandai bahwa pembelajaran tidak berhenti di ruang rawat. Kampanye media sosial digandeng agar pesan imunisasi menjangkau orang tua di luar klinik. Delegasi dapat meniru pola dialog offline-online yang sudah diuji di Depok tanpa harus meniru seluruh struktur birokrasi Indonesia.
Komitmen Dinkes Depok dalam Layanan Kesehatan
Dinkes Kota Depok menempatkan kunjungan ini sebagai ruang berbagi, bukan sekadar seremoni. Devi Maryori menegaskan pengalaman lokal diharapkan bermanfaat bagi tamu dari Nigeria dan mitra CISDI.
Pendampingan berlanjut di posyandu agar zero-dose berkurang. Kader yang dilatih PN-PRIMA menjadi jembatan antara puskesmas dan rumah tangga, sehingga cakupan tidak hanya naik di unit unggulan tetapi merata di kota.






