Santos menang 1-0 atas Remo di Estádio Mangueirão, Belém, pada leg kedua oitavas de final Copa do Brasil. Neymar masuk babak kedua, memberi assist, dan Rony, pemain yang diungkap Remo sendiri, mencetak gol penentu yang mengantar Peixe ke quartas.
Inti artikel
- Santos menang 1-0 atas Remo di Estádio Mangueirão, Belém, pada leg kedua oitavas de final Copa do Brasil
- Neymar masuk babak kedua, memberi assist, dan Rony, pemain yang diungkap Remo sendiri, mencetak gol penentu yang mengantar Peixe ke quartas
- Klasifikasi itu justru memicu badai di zona campuran
Klasifikasi itu justru memicu badai di zona campuran. Neymar berteriak “Eliminado!” ke arah pejabat dan suporter tuan rumah. Presiden Remo Antônio Carlos Teixeira, yang akrab dipanggil Tonhão, kemudian menyebut bintang Santos sebagai “vagabundo” dan mengkritik idolatri di sekelilingnya. Pantauan Optimaise News, bentrokan verbal inilah yang membuat tren Remo vs Santos memanas di Indonesia pagi ini.
Assist Neymar dan gol Rony yang menutup jalan Remo di oitavas
Leg pertama berakhir 0-0. Di Mangueirão, leg kedua menjadi pertandingan penentu. Santos menguasai bola sejak awal, meski Remo sempat mengancam lewat Alef Manga di menit kedua. Kiper Gabriel Brazão membuat penyelamatan krusial, lalu di babak kedua menepis free-kick Zé Welison yang masih menyentuh tiang.
Bek Marllon diusir di babak pertama. Keunggulan jumlah pemain membuat tuan rumah semakin terdesak. Pelatih Cuca memasukkan Neymar, Rony, dan Willian Arão setelah jeda. Pada menit ke-29 babak kedua, Neymar memenangkan duel di sayap kiri dan menemukan Rony yang bebas. Gol tunggal itu cukup untuk memastikan Santos kembali ke quartas Copa do Brasil setelah absen lima musim.
Provokasi zona campuran Mangueirão picu kemarahan dirigen
Usai peluit akhir, Neymar diganggu suporter dan pejabat Remo di dekat ruang ganti. Ia membalas dengan tarian, juluran lidah, dan teriakan berulang “Eliminado!”. Video yang disebar halaman Gols Norte serta akun @BrennoRayol merekam momen itu.
Seseorang berbaju Remo menuding ke arahnya sambil menjawab, “Tu é um bosta”. Keamanan sempat turun tangan agar situasi tidak membesar. Bagi tuan rumah yang baru saja tersingkir di depan pendukung sendiri, gestur itu terasa seperti garam di luka.
Kutipan lengkap Antônio Carlos Teixeira soal idolatri dan palhaçada
Tonhão meledak dalam pernyataan yang dikutip portal O Fluxo. Ia mengakui kampanye Remo bagus, tetapi menilai Santos tidak perlu merayakan dengan cara itu.
“Fizemos uma grande campanha, mas o Santos não precisa disso. Esse vagabundo do Neymar, que é idolatrado por um bando de criança, (…) fez as palhaçadas dele aqui e ainda veio provocar.”
Ia melanjutkan, “A gente é culpado de idolatrar um bando de vagabundo como um cara desses.” Frasa itu menyasar bukan hanya Neymar, melainkan budaya idolatri yang menurutnya merusak contoh bagi anak-anak.
Jadwal lanjutan Santos di Brasileirão dan Remo di Série B
Tidak ada waktu untuk merenung lama. Remo langsung kembali ke Série B: Sabtu (8 Agustus) pukul 18.30 mereka menerima Atlético-MG di Belém. Santos, yang sudah di quartas, bermain Minggu (9 Agustus) pukul 18.30 melawan Athletico-PR di Salvador pada rodada ke-22 Brasileirão.
CBF belum mengumumkan undian dan jadwal exact quartas. Catatan Optimaise News menunjukkan, fokus kedua klub kini terpecah antara luka Copa do Brasil dan kewajiban liga yang langsung menyusul.
Ironi pemain asal Remo yang mengantar Peixe ke quartas
Rony adalah produk Remo. Gol penentunya di kandang lama menambah lapisan ironi ganda: putra klub yang menyingkirkan induknya, sementara Neymar yang “idolatrado” justru memicu umpatan pejabat tertinggi. Bagi Remo, kampanye bagus di oitavas berakhir dengan kekalahan di rumah, red card, dan aib di zona campuran.
Dampak psikologis itu nyata. Tim yang baru saja dieliminasi harus bangkit dalam 48 jam untuk lawan Atlético-MG. Santos membawa momentum, tetapi juga membawa kontroversi yang menempel di nama Neymar.




