Kemenangan tipis Santos atas Remo di Copa do Brasil 2026 tak hanya soal tiket perempat final. Insiden di lorong Stadion Mangueirão, Belém, justru menjadi sorotan utama usai peluit akhir, ketika Neymar terlibat adu mulut dan tarian provokatif dengan ofisial serta pendukung tuan rumah.
Inti artikel
- Kemenangan tipis Santos atas Remo di Copa do Brasil 2026 tak hanya soal tiket perempat final
- Hasil Remo vs Santos 1-0 di leg kedua mengunci agregat 1-0 setelah leg pertama di Vila Belmiro berakhir 0-0
- Leg kedua sempat buntu hingga babak pertama
Hasil Remo vs Santos 1-0 di leg kedua mengunci agregat 1-0 setelah leg pertama di Vila Belmiro berakhir 0-0. Namun, pantauan Optimaise News menunjukkan drama pascalaga itu memunculkan kritik pedas dari petinggi Remo dan spekulasi sanksi disipliner.
Gol penentu Rony dari assist Neymar di menit ke-74
Leg kedua sempat buntu hingga babak pertama. Remo bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-28 setelah bek Marllon diganjar kartu merah langsung. Keunggulan jumlah pemain memberi ruang bagi Santos, meski peluang bersih masih sulit tercipta.
Neymar masuk menggantikan Gabriel Bontempo di babak pertama. Pada menit ke-74 ia menerobos ke kotak penalti dan mengirim umpan matang. Rony, sesama pemain pengganti, menyelesaikan peluang itu menjadi gol tunggal yang menenggelamkan mantan klubnya.
Skor 1-0 bertahan hingga akhir. Santos memastikan tempat di babak delapan besar sekaligus pemasukan finansial signifikan. Remo sebelumnya menargetkan bonus kualifikasi sekitar R$ 4 juta, tetapi gagal mematahkan rekor sulit menghadapi Peixe.
Provokasi Neymar yang picu gestur cabul suporter Remo

Sepanjang laga di Mangueirão, Neymar menjadi sasaran cemoohan suporter tuan rumah. Usai laga ia merespons dengan mengirim ciuman ke arah penonton sambil berjalan menuju ruang ganti.
Di mixed zone dan lorong, bintang 34 tahun itu terekam menari secara provokatif, menunjuk logo Santos, memamerkan otot, dan berteriak “Tersingkir! Tersingkir!” kepada ofisial serta pendukung Remo. Beberapa sumber juga merekamnya menjulurkan lidah.
Suporter Remo membalas dengan gestur cabul dan luapan agresif. Hanya pagar pengaman yang mencegah bentrokan fisik antara kedua kubu. Video klip tarian dan adu mulut itu cepat menyebar di media sosial dan memperbesar ketegangan.
Reaksi presiden Remo yang menyerang citra bintang Santos
Dampak personal langsung terasa. Presiden Remo, Antonio Carlos Teixeira, berbicara blak-blakan kepada O Fluxo. Ia menyatakan rasa jijik atas tingkah Neymar yang dianggap panutan buruk bagi anak-anak penggemar.
Teixeira berkata: “Bajingan Neymar itu, yang diidolakan banyak anak-anak, melakukan tingkahnya di sini lalu datang untuk memprovokasi kami. Kami bersalah karena mengidolakan sekumpulan bajingan seperti orang itu.”
Dalam ringkasan Optimaise News, kritik itu menyoroti gap antara status idola dan perilaku di lapangan. Neymar sebelumnya juga menulis sarkas di Instagram Story soal cemoohan suporter dan membagikan foto di pesawat dengan caption “Tujuan tercapai”.
Dampak disipliner yang mengintai Neymar usai pensiun timnas
Kontribusi di lapangan tak menutup risiko di luar. Otoritas sepak bola Brasil kemungkinan meninjau laporan provokasi di terowongan. Sanksi disipliner masih terbuka meski Santos sudah aman di perempat final.
Insiden ini datang tepat setelah Neymar mengumumkan pensiun dari timnas Brasil usai tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia mengakui belum tahu “berapa lama saya akan terus bermain” dan berencana menghormati kontrak dengan Santos hingga Desember sebelum memutuskan masa depan.
Bagi pembaca di Indonesia, drama Remo vs Santos ini mengingatkan bahwa aksi di lapangan dan citra di luar lapangan kini tak terpisah. Gol assist dan tarian di lorong sama-sama menentukan cara publik menilai sisa karier sang bintang.




