Serangan informasi palsu berulang menarget Partai Solidaritas Indonesia (PSI) lewat deepfake visual dan artikel fiktif pejabat serta organisasi di Facebook. Pola ini memproyeksikan narasi politik menuju 2029 dengan tema yang semakin beragam.
Inti artikel
- Pola ini memproyeksikan narasi politik menuju 2029 dengan tema yang semakin beragam
- Tiga klaim utama muncul dari Februari hingga Juli 2026
- Foto AI Ahok-Kaesang, pernyataan palsu BEM Seluruh Indonesia, dan prediksi suara 49 persen atas nama M Qodari
Tiga klaim utama muncul dari Februari hingga Juli 2026. Foto AI Ahok-Kaesang, pernyataan palsu BEM Seluruh Indonesia, dan prediksi suara 49 persen atas nama M Qodari. Optimaise News merangkum Deretan Hoaks yang Dikaitkan dengan PSI, Simak Faktanya agar publik mengenali pola serangan ini lebih cepat.
Deepfake Visual: Klaim Foto Ahok-Kaesang Berjaket Merah PSI
Pada 15 Juli 2026 akun Facebook mengunggah foto yang diklaim menampilkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok duduk bersama Kaesang Pangarep. Keduanya tersenyum sambil memakai jaket merah berlogo mawar PSI.
Caption foto menyebut pasangan ini akan menggebrak Indonesia tahun 2029 dan Ini pasangan Ahok selanjutnya. Tim cek fakta memastikan gambar tersebut buatan AI, bukan dokumentasi asli.
Klaim visual memanfaatkan wajah tokoh yang kerap dikaitkan dengan PSI. Teknik deepfake ini memancing engagement tinggi di media sosial dan aplikasi percakapan.
Artikel Fiktif BEM SI: Narasi Tolak PSI dan Jokowi di Daerah

Postingan artikel palsu diunggah 29 Juni 2026 di Facebook seolah Ketua BEM Seluruh Indonesia menyatakan penolakan terhadap PSI dan Jokowi di tiap provinsi.
Narasi tambahan dalam unggahan berbunyi Mahasiswa tolak PSI. Warga tolak PSI. Artikel fiktif ini menarget citra partai di kalangan mahasiswa dan warga daerah.
Tidak ada pernyataan resmi BEM SI yang mendukung klaim itu. Nama organisasi mahasiswa dipinjam untuk menanam keraguan massal.
Klaim Prediksi Elektoral: Suara PSI 49 Persen 2029 atas Nama Qodari

Artikel fiktif lain mengatasnamakan Kepala Staf Kepresidenan M Qodari. Ia diklaim memastikan suara PSI mencapai 49 persen pada 2029. Unggahan muncul 20 Februari 2026 di Facebook.
Judul palsu berbunyi M Qodari: Memastikan PSI di Tahun 2029 Suara Nya Mencapai 49%, Itu Tidak Bergerak. Klaim ini memproyeksikan kemenangan besar tanpa data resmi.
Qodari tidak pernah mengeluarkan prediksi semacam itu. Hoaks meminjam otoritas pejabat untuk melegitimasi narasi elektoral palsu.
Pola dan Platform: Dari Februari hingga Juli 2026 di Medsos
Urutan kemunculan menunjukkan eskalasi jelas. Klaim Qodari dulu di Februari, lalu BEM SI di Juni, kemudian deepfake visual Ahok-Kaesang di Juli 2026.
Ketiga klaim menyebar lewat media sosial dan aplikasi percakapan. Tema beragam tapi konsisten menarget PSI dengan proyeksi 2029.
Perbedaan teknik mencolok. Deepfake visual memakai AI untuk citra tokoh. Dua lainnya mengandalkan screenshot artikel fiktif berjudul bombastis. Sintesis temanya membentuk peta ancaman: visual deepfake tokoh, klaim organisasi mahasiswa, dan prediksi pejabat.
Timeline ringkas ini memudahkan pembaca melihat pola serangan berulang menjelang kontestasi 2029. Verifikasi sumber resmi tetap langkah paling aman.
Ciri Pengenal Cepat Hoaks Serupa yang Menarget Partai
Checklist cepat bisa langsung dipakai untuk memeriksa postingan serupa. Pertama, periksa visual AI yang tampak terlalu sempurna atau janggal di detail wajah dan tangan.
Kedua, waspadai screenshot judul artikel bombastis yang mengatasnamakan pejabat atau organisasi tanpa tautan sumber resmi. Ketiga, catat narasi yang memaksa proyeksi 2029 atau angka elektoral fantastis.
Ciri-ciri itu sering muncul bersamaan. Jika unggahan gabungkan deepfake tokoh dengan klaim suara tinggi, segera curigai sebagai hoaks.







