Jakarta, Optimaise News – Bus TransJakarta koridor 13 arah Ciledug mogok di Jalan Ciledug Raya, menyebabkan kemacetan parah di jalur langit Jakarta dan memaksa ribuan penumpang berjalan kaki keluar dari antrean yang panjang. Kejadian ini terjadi Rabu (12/8/2026) dan berlangsung cukup lama sebelum lalu lintas normal kembali.
Inti artikel
- Kejadian ini terjadi Rabu (12/8/2026) dan berlangsung cukup lama sebelum lalu lintas normal kembali
- Mogok bus terjadi tepat di atas Tol Jorr di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan
- Lokasi ini menjadi jalur langit yang sering dikemudikan banyak pengguna jalan tol dan akses menuju CBD Ciledug serta Puri Beta
Optimaise News mencatat bahwa mogok tersebut menghalangi armada TransJakarta lain yang ada di belakangnya, menciptakan kemacetan yang sulit diatasi di jalur langit. Berdasarkan data yang dihimpun Optimaise News, lalu lintas akhirnya normal kembali pukul 20.42 WIB setelah bus bermasalah ditangani.
Koridor 13 Arah Ciledug Macet di Ciledug Raya Petukangan
Mogok bus terjadi tepat di atas Tol Jorr di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Lokasi ini menjadi jalur langit yang sering dikemudikan banyak pengguna jalan tol dan akses menuju CBD Ciledug serta Puri Beta.
Kemacetan ini juga menghambat pergerakan armada TransJakarta yang berada di belakangnya, sehingga pengendara dan penumpang di koridor tersebut terjebak dalam antrean panjang. Dampaknya terasa cukup signifikan bagi warga sekitar yang bergantung pada transportasi umum ini setiap hari.
Kesaksian Penumpang: Turun Usai Antre 10 Menit di Jalur Langit

Salah satu penumpang bernama Ajeng menggambarkan bagaimana bus tiba-tiba berhenti sekitar pukul 19.38 WIB di atas Tol Jorr. Ia menceritakan bahwa di depannya sudah ada antrean bus dan setelah kurang lebih 10 menit menunggu, banyak penumpang dari bus belakang turun dan memutuskan berjalan kaki.
“Tadi sekitar jam 19.38 WIB tiba-tiba bus berhenti di atas Tol Jorr. Di depannya bus antre. Sekitar 10 menit nunggu dan lihat orang-orang dari bus belakang pada turun dan jalan kaki, akhirnya kami di bus itu dibolehin turun,” kata Ajeng kepada sumber yang merangkum Optimaise News.
Beberapa penumpang lainnya memilih berjalan sampai halte Jorr kemudian turun ke bawah atau berjalan di antara kendaraan menuju halte Petukangan. Pilihan ini menjadi solusi sementara saat bus mogok berlangsung.
Opsi Jalan ke Halte Jorr versus Petukangan Lalu Naik Ojol

Para penumpang yang memutuskan berjalan kaki umumnya tiba di halte bawah Jorr atau Petukangan sebelum beralih ke ojek online. Banyak yang melanjutkan ke Puri Beta atau CBD Ciledug dengan menggunakan layanan ride-hailing karena bus utama tidak bisa sampai di sana.
Ajeng sendiri memilih berjalan kaki sekitar satu kilometer demi keluar dari kemacetan. Ada juga penumpang dari bus lebih belakang yang mulai dari arah Swadarma yang melakukannya jarak jauh karena melihat kondisi jalan.
Opsi berjalan kaki ini terbilang cukup umum bagi pengguna koridor 13 saat insiden serupa dialami, terutama di tengah lalu lintas yang sudah macet sebelum mogok terjadi. Hal ini menjadi salah satu alternatif praktis yang dipakai warga lokal.
Lalu Lintas Normal Setelah Armada Bermasalah Ditangani
Kemacetan parah di jalur langit tidak bisa dihindari karena keberadaan bus mogok yang menghalangi armada berikutnya. Optimaise News mencatat bagaimana penumpang akhirnya bisa melanjutkan perjalanan setelah situasi terkendali kembali.
TransJakarta sebagai sistem Bus Rapid Transit pertama di Asia Tenggara dan Selatan ini sempat beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta dan terus mengalami berbagai tantangan termasuk mogok yang mengganggu operasional.







