Pemeriksaan rutin di Lapas Kelas IIA Banyuwangi mengungkap upaya penyelundupan sabu yang melibatkan jaringan antarwarga binaan melalui pengunjung berbayar. Perempuan berinisial KS tiba sekitar pukul 09.50 WIB, Kamis (16/7/2026), untuk membesuk SL, lalu kedapatan membawa lima paket diduga sabu yang disimpan di alat kelaminnya.
Barang itu dibungkus kondom, terdeteksi petugas perempuan saat penggeledahan badan, dan diduga ditujukan ke warga binaan lain berinisial EM dengan imbalan Rp500 ribu. Optimaise News mencatat, barang bukti serta para pihak terkait kini berada dalam proses penanganan bersama pihak kepolisian.
Cara petugas menangkap kecurigaan gerak-gerik pengunjung
KS memasuki area kunjungan untuk bertemu SL, warga binaan perkara narkotika. Sejumlah petugas menangkap sinyal mencurigakan dari sikapnya saat prosedur pemeriksaan berjalan.
Penggeledahan badan dilanjutkan oleh petugas perempuan sesuai protokol. Dari situ ditemukan lima bungkusan kecil yang digolongkan sebagai barang diduga sabu di rongga alat vital pelaku.
Temuan dilaporkan ke staf jaga, lalu diteruskan ke Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas. KS segera diamankan untuk dimintai keterangan awal sebelum kasus dinaikkan ke pimpinan unit.
Isu yang beredar luas di pencarian sebagai pengunjung lapas banyuwangi ketahuan membawa barang haram ini menegaskan pentingnya penggeledahan berlapis. Tanpa kewaspadaan di titik masuk, paket bisa lolos ke dalam blok hunian.
Jalur distribusi internal yang melibatkan beberapa WBP

Atas instruksi Kepala Lapas, SL yang menempati kamar F11 juga diperiksa. Pendalaman awal menempatkan SL sebagai pihak yang dibesuk, bukan otomatis sebagai pemilik barang.
Alur diduga bergerak lebih jauh: paket diyakini milik orang berinisial IMR. Target serah terima adalah EM, sesama WBP dengan rekam perkara narkotika di lapas yang sama.
Pola ini menggambarkan rantai di dalam tembok: pemesan dari luar, kurir kunjungan, lalu penerima di antara warga binaan. Tim redaksi Optimaise News menelusuri bahwa skema serupa sering memanfaatkan relasi kunjungan resmi agar tampak biasa.
Kasus wanita pengunjung lapas banyuwangi bawa paket sabu lewat rute tubuh menunjukkan celah yang dilawan dengan pemeriksaan fisik ketat. Jaringan antar-WBP menjadi fokus pendalaman setelah kurir tertangkap.
Imbalan uang sebagai pemicu aksi pengantaran

Hasil pemeriksaan awal menyebut KS diminta mengantar barang ke EM. Imbalan yang disebut mencapai Rp500 ribu untuk sekali perjalanan besuk.
Nilai itu relatif kecil dibanding risiko pidana, namun cukup untuk mendorong seseorang menjadi perantara. Motif uang tunai pendek sering menjadi pintu masuk kurir nonprofesional.
Dengan imbalan itu, pelaku menyembunyikan lima paket di area yang dianggap sulit digali. Cara pembungkusan memakai kondom memudahkan penyisipan sekaligus mengurangi jejak cairan atau aroma kasar.
Polisi dan petugas lapas kini menelusuri apakah uang sudah berpindah tangan atau masih sebatas janji. Jawaban itu penting untuk memetakan peran IMR, EM, dan SL dalam satu rantai.
Komitmen pimpinan lapas perketat pengawasan kunjungan
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi Solichin menekankan tidak ada toleransi bagi upaya peredaran narkoba di dalam lembaga. Ia menekankan penindakan tegas kepada siapa pun yang sengaja mengedarkan barang haram di lingkungan hunian.
“Ditemukan satu orang pengunjung perempuan berinisial KS membawa barang diduga sabu sebanyak lima paket kecil yang dibungkus kondom dan disembunyikan di dalam alat vitalnya saat dilakukan penggeledahan badan. Berat keseluruhan barang tersebut masih dalam proses pemeriksaan,” kata Solichin.
Ia juga menegaskan keseriusan mencegah masuknya handphone maupun narkoba. Komitmen itu diperlihatkan bersama jajaran PJU saat barang bukti ditunjukkan ke publik.
“Sebagai bentuk komitmen kami, siapa pun yang dengan sengaja berupaya mengedarkan narkoba di dalam lapas akan kami tindak tegas. Kami terus menunjukkan keseriusan dalam mencegah peredaran handphone maupun narkoba di lingkungan Lapas,” tegasnya.
Kasat Reserse Narkoba Polresta Banyuwangi Kompol Angga Perdana mengonfirmasi laporan sudah diterima. Polisi akan memeriksa seluruh pihak yang diduga terkait, termasuk memastikan jenis dan bobot barang bukti.
“Penyelidikan akan dilakukan terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara ini. Barang bukti juga akan diperiksa untuk memastikan berat maupun kandungannya sebagai dasar proses hukum lebih lanjut,” ujar Angga.
Proses pemeriksaan barang bukti yang masih berlangsung
Hingga keterangan resmi dirilis, berat total lima paket belum diumumkan. Laboratorium dan pemeriksaan lanjutan menjadi penentu apakah substansi itu benar sabu serta berapa gram pastinya.
KS dan barang bukti sudah diamankan. Polisi masih mendalami kemungkinan kontrol dari dalam lapas, termasuk peran WBP yang diduga memesan atau mengarahkan kurir.
Solichin didampingi sejumlah pejabat unit dan Kasat Narkoba menampilkan barang bukti di lokasi. Langkah itu menjadi sinyal transparansi sekaligus peringatan bagi calon pelaku serupa.
Bagi keluarga yang berencana membesuk, protokol penggeledahan tetap wajib. Kerja sama pengunjung yang jujur mengurangi risiko dimanfaatkan jaringan sebagai kurir berbayar.
FAQ
Siapa yang tertangkap dan kapan kejadiannya?
Perempuan berinisial KS tertangkap Kamis (16/7/2026) pagi sekitar pukul 09.50 WIB saat hendak membesuk di Lapas Kelas IIA Banyuwangi.
Berapa paket ditemukan dan di mana disembunyikan?
Lima paket kecil diduga sabu ditemukan di alat kelamin KS, dibungkus kondom, saat penggeledahan oleh petugas perempuan.
Siapa saja yang diduga terlibat dalam rantai distribusi?
KS diduga mengantar barang milik IMR untuk EM; SL yang dibesuk di kamar F11 juga diperiksa sebagai bagian pendalaman awal.
Berapa imbalan yang dijanjikan kepada pengantar?
Pemeriksaan awal menyebut imbalan sekitar Rp500 ribu untuk pengantaran barang ke warga binaan tujuan.






