Jakarta, Optimaise News – Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, dilanda kebakaran Jumat (7/8/2026) malam. Api menjalar di lantai 11 sampai 16 dan baru dikendalikan lewat tahap pendinginan Sabtu dini hari pukul 01.53 WIB, lebih dari empat jam sejak laporan pertama pukul 21.30 WIB.
Inti artikel
- Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, dilanda kebakaran Jumat (7/8/2026) malam
- Kepala Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara memastikan ruang yang hangus tertutup di rentang lantai itu
- Titik awal diduga lantai 11 yang sedang direnovasi, sementara penyebab pastinya masih diselidiki Puslabfor Polri
Kepala Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara memastikan ruang yang hangus tertutup di rentang lantai itu. Titik awal diduga lantai 11 yang sedang direnovasi, sementara penyebab pastinya masih diselidiki Puslabfor Polri. Satu pekerja dievakuasi dari lantai 15 dalam kondisi selamat.
Api Menjalar Lantai Atas: Kronologi Kebakaran dan Respons Damkar
Command Center Damkar Jakarta menerima informasi awal sekitar pukul 21.30 WIB. Respons pertama turun dua unit mobil pemadam dengan sepuluh personel. Api membesar cepat hingga hampir separuh bangunan terlihat mengeluarakan asap tebal, sehingga kekuatan diperkuat bertahap.
Total kekuatan yang disebut di lapangan mencakup hingga 20 unit dengan sekitar 100 personel pada gelombang awal, lalu diperkuat menjadi 30 unit mobil pemadam, termasuk tiga Bronto Skylift, dengan ratusan personel Gulkarmat. Jalan Abdul Muis sempat ditutup demi ruang gerak armada dan keamanan warga sekitar.
Timeline ringkas yang bisa diikuti publik: laporan 21.30 Jumat, pelemahan api bertahap sepanjang malam, pendinginan resmi 01.53 Sabtu, lalu penyisiran lantai atas. Selisih itu sekitar empat jam 23 menit dari laporan pertama sampai pendinginan, sesuai pernyataan dinas di lokasi.
Satuan Medis PMI Bersihkan Kasus Asap dan Korban Gangguan Pernapasan

PMI Provinsi DKI Jakarta dan PMI Kota Administrasi Jakarta Pusat turun bersama unsur lain setelah laporan masuk Posko dan saluran Jakarta Siaga 112. Mereka mengerahkan tiga unit ambulans, satu motor Unit Reaksi Cepat, satu mobil jenazah, serta 11 personel untuk pertolongan pertama dan dukungan evakuasi.
Laporan lapangan mencatat gangguan pernapasan akibat asap; korban mendapat terapi oksigen. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, penanganan multi-instansi melibatkan Gulkarmat, TRC BPBD, AGD Dinas Kesehatan, Dishub, Satpol PP, PLN, Tagana, kepolisian, dan TNI agar korban dan petugas mendapat jalur medis cepat.
Warga yang menyaksikan asap atau membutuhkan bantuan darurat di sekitar Gambir dapat menghubungi 112 atau Posko Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI lewat nomor yang dipublikasikan lembaga tersebut. Koordinasi lintas dinas menjadi penopang agar evakuasi tidak tertahan di satu pos saja.
Puslabfor Polri Disiapkan ke Titik Api yang Masih Tak Terketahuan
Polisi menerjunkan Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri untuk memastikan sumber api. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung menyebut ada keterangan lapangan bahwa peristiwa berawal di lantai 11, ruangan yang sedang direnovasi.
Sejumlah sumber media menambahkan dugaan ruang server di lantai yang sama, tetapi dinas gulkarmat menekankan penyebab formal belum final. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat Triyanto turut merujuk pemeriksaan sementara di lantai 11. Hingga penyisiran pagi, petugas masih bergerak di lantai atas untuk mencegah api bangkit lagi.
Perbedaan angka personel di laporan awal dan final wajar terjadi karena pengerahan bertahap. Yang pasti, forensik akan menyilangkan saksi, material terbakar, dan jejak di titik yang direnovasi sebelum menyimpulkan penyebab.
Bayu Meghantara Jelaskan Tinggi Bangunan Jadi Penyebab Pemadaman Lambat
Bayu menjelaskan pemadaman lama karena kobaran berada di lantai tinggi. Anggota bertahan di lantai 10 agar api tidak merembes ke bawah. “(Penyebab kebakaran) Masih penyelidikan, kami belum bisa memastikan dari lantai berapa, dan sebagainya. Yang pasti yang terbakar dari lantai 11 sampai lantai 16,” kata Bayu di lokasi, Sabtu (8/8/2026).
“Memang agak lama karena anggota kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan. Jadi kebakaran terjadi dari lantai 11 sampai dengan lantai 16,” ujarnya. Ia menambahkan, “Dan alhamdulillah kami berhasil meng-evacuate satu orang pekerja sepertinya, itu dari lantai 15.”
Menurut rangkuman Optimaise News dari keterangan dinas, embusan angin kencang sempat membuat api membesar lagi saat pemadaman. Setelah pendinginan, penyisiran berlanjut hingga lantai 12 dini hari. Kerja sama damkar dan PMI menyelamatkan pekerja di lantai 15 menjadi contoh bahwa respons bertingkat mengurangi risiko korban jiwa di gedung padat aktivitas administrasi.





