Tiga karyawan tewas dalam ledakan di lantai dua AEON Mall Kumamoto, Prefektur Kumamoto, Jepang pada 28 Juli 2026. Ledakan itu dipicu kebocoran gas elpiji dari pipa bawah tanah setelah guncangan gempa bumi, menurut Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang.
Inti artikel
- Tiga karyawan tewas dalam ledakan di lantai dua AEON Mall Kumamoto, Prefektur Kumamoto, Jepang pada 28 Juli 2026
- Korban tewas adalah tiga karyawan toko restoran yang berada di sisi utara lantai satu dan pujasera di timur lantai dua
- Pencarian masih terus dilakukan hingga 6 Agustus 2026
Optimaise News mencatat insiden ini terjadi tepat 80 menit setelah gempa 7,1 SR mengguncang wilayah tersebut. Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan apakah kebocoran muncul karena kerusakan akibat gempa.
Korban dan Pencarian yang Masih Berlangsung
Petugas polisi dan pemadam kebakaran Prefektur Kumamoto melaporkan bau gas di dalam mall sebelum ledakan menghancurkan area tengah lantai dua sisi selatan. Korban tewas adalah tiga karyawan toko restoran yang berada di sisi utara lantai satu dan pujasera di timur lantai dua.
Pencarian masih terus dilakukan hingga 6 Agustus 2026. Gas elpiji dari tangki penyimpanan berkapasitas 9.367 kilogram yang dialirkan melalui pipa bawah tanah menjadi fokus utama investigasi.
Dampak Ledakan pada Lantai Dua Mall

Ledakan meruntuhkan sebagian lantai tengah mall, menyebabkan kerusakan berat pada struktur. Lantai satu dan dua mall menjadi korban utama dengan penjalaran api dan serpihan bangunan ke area sekitar.
Mall ditutup sementara untuk pemeriksaan keamanan. Gas yang bocor terkumpul di dalam pipa dan jaringan lantai serta dinding, memicu ledakan beruntun.
Kebocoran Gas Elpiji untuk Memasak dan Pendingin
Gas elpiji digunakan restoran dan penyewa untuk memasak serta sistem pendingin ruangan. Tangki utama berada di area mall dan dialirkan melalui pipa bawah tanah yang terpasang di lantai dan dinding.
Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang menyatakan kebocoran elpiji kemungkinan besar penyebab utama. Gas sisa yang tertinggal di pipa kemungkinan bocor akibat guncangan gempa.
Pernyataan Resmi Kementerian soal Investigasi
“Penyebab kebocoran tersebut masih dalam penyelidikan,” ujar Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. Mereka minta perusahaan mall menyediakan data lengkap tangki dan pipa.
Optimaise News mencatat hasil deteksi awal menunjukkan tidak ada masalah gas yang mencolok saat pemeriksaan awal.
Risiko Tambahan karena Tangki LPG 9.367 kg
Tangki besar itu memiliki kapasitas hampir normal, artinya kebocoran kemungkinan terjadi dari pipa terdekat. Pipa bawah tanah dan jaringan internal membutuhkan pemeriksaan mendalam pasca gempa.
Pengguna mall disarankan waspada bau gas dan menghindari area yang terkena ledakan. Risiko serupa di Indonesia menegaskan pentingnya perawatan pipa gas resmi.







