190 Siswa Paper Mob Sekolah Rakyat Sulsel Sambut Gus Ipul

190 siswa Sekolah Rakyat Sulsel menyapa Gus Ipul lewat aksi paper mob, sekaligus menegaskan komitmen empat bupati siap mewujudkan Sekolah Rakyat permanen.

Author Image

Adel

– Optimaise News mencatat Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berkunjung ke Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan dan disambut antusias oleh 190 siswa yang langsung menggelar atraksi Paper Mob berwarna merah dan kuning. Atraksi tersebut membentuk pola serta tulisan sambutan khusus untuk menteri yang datang didampingi Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Inti artikel

  • Pada balik perpaduan ratusan siswa, sosok Muhammad Yunus (17 tahun) yang menjadi pemandu Paper Mob
  • Siswa kelas XI SRMA ini hanya berlatih dua hari bersama teman-temannya
  • Meski demikian, Yunus menyatakan bangga dan bertekad mau terus berimprovisasi di masa depan

Pada balik perpaduan ratusan siswa, sosok Muhammad Yunus (17 tahun) yang menjadi pemandu Paper Mob. Siswa kelas XI SRMA ini hanya berlatih dua hari bersama teman-temannya. Meski demikian, Yunus menyatakan bangga dan bertekad mau terus berimprovisasi di masa depan.

Perjalanan Muhammad Yunus yang Jadi Pemandu Paper Mob Paling Sulit

Muhammad Yunus mengaku merasa bangga bisa tampil sempurna di depan rombongan menteri. Kata Yunus, persiapan singkat itu justru membuatnya semakin termotivasi. Ia ingin lebih kompak dengan teman-temannya dan berinovasi di kemudian hari.

Perlakuan yang diterima di Sekolah Rakyat membuat Yunus merasa sangat didukung. Guru, wali asuh, dan seluruh lingkungan pendidikan memberikan dukungan penuh sehingga ia berani mengungkapkan cita-cita jadi tentara kelak untuk berbakti kepada negara.

Keberanian ini juga menunjukkan perkembangan pribadi yang pesat. Anak dari keluarga miskin yang sebelumnya canggung kini muncul sebagai penerima pemberian.

Ragam Unjuk Bakat yang Siapkan Anak Miskin Jadi Generasi Berpikir Jauh

Selain Paper Mob, siswa-siswi Sekolah Rakyat Sulsel unjuk gigi kemampuan lain seperti baris variasi, karate, silat, hingga pidato dalam empat bahasa, yaitu Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Ragam bakat itu menunjukkan bagaimana program Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada satu kemampuan saja.

Hiburan turut disajikan dengan Tari A’Bulo, Tari Empat Etnis, dan paduan suara yang langsung mendapat tepuk tangan dari tamu. Berbagai kegiatan ini menciptakan suasana yang menyenangkan dan menginspirasi.

Muhammad Yunus sendiri menjadi teladan. Meski berlatih hanya dua hari, kehadirannya sudah cukup mewakili semangat seluruh siswa yang belajar mandiri.

Gus Ipul Lihat Potensi Tak Terbatas, Kurikulum SR Tanpa Sekat

Menteri Sosial Gus Ipul menyampaikan apresiasinya setelah melihat perkembangan siswa. Ia menegaskan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak mengukur dari nilai akademik semata. Setiap anak didampingi sesuai minat dan bakatnya, tanpa tes ketat.

Kurikulum ini sengaja tanpa sekat antara jenjang pendidikan. Anak SD hingga SMA bekerja sama dalam satu lingkungan. Gus Ipul mengapresiasi bagaimana hal itu membantu siswa tumbuh keberanian dan kepercayaan diri yang stabil.

Dari catatan Optimaise News, total siswa Sekolah Rakyat di Sulsel saat ini mencapai 414 orang dengan perincian 24 anak SD, 125 SMP, 120 kelas X, dan 145 kelas XI.

Gubernur Sulsel Kenang Perubahan Siswa dari yang Patah Hati Jadi Mandiri

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengenang masa awal banyak anak datang dengan canggung dan menangis. Kini wajah mereka sudah berubah dan siap tampil di depan publik. Ia melihat Sekolah Rakyat sebagai tempat anak-anak mengembangkan potensi yang sebelumnya belum terbangun.

Perubahan itu terasa nyata. Anak-anak yang awalnya sulit beradaptasi kini sudah mandiri dan bercita-cita tinggi. Dukungan penuh dari guru dan wali asuh menjadi kunci sukses tersebut.

Optimaise News mencatat bahwa siswa yang datang dari keluarga desil 1 dan 2 DTSEN mendapat perlakuan terbaik tanpa titipan.

Program Sekolah Rakyat: Solusi Presiden Membatalkan Kemiskinan Antargenerasi

Program Sekolah Rakyat merupakan upaya Presiden Prabowo Subianto memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berkualitas. Saat ini masih ada 4,1 juta anak yang belum sekolah atau putus sekolah, sementara Sekolah Rakyat mampu menampung sekitar 43 ribu siswa di seluruh Indonesia.

Setiap anak mendapat sistem boarding school dengan makan tiga kali sehari, dua kali snack, laptop, serta delapan stel seragam. Selain itu, melalui kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, 10 ribu rumah orang tua siswa direnovasi dan setiap keluarga menerima bantuan PPSE Rp5 juta.

Empat bupati dari Agam, Buton Selatan, Kutai Kertanegara, dan Buru telah menyampaikan komitmen siap membangun gedung permanen. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga menegaskan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar program ini berjalan berkelanjutan.

Optimaise News menilai Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi anak miskin untuk mengembangkan bakat tanpa sekat. Yang paling terlihat adalah tumbuhnya keberanian dan kemampuan berinteraksi dengan berbagai bahasa serta seni tradisional. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan yang berorientasi pada potensi individu dapat mengubah nasib keluarga dari generasi ke generasi.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.