Api Bromo di Penanjakan Terlihat dari Jemplang

Api Penanjakan Pasuruan terlihat dari Jemplang Malang Minggu 9 Agustus 2026; TNBTS 520 ha terdampak, pintu wisata ditutup, helikopter water bombing beroperasi.

Author Image

Dwi

Api Bromo di Penanjakan Terlihat dari Jemplang

– Kobaran baru di kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, masih aktif petang Minggu (9/8/2026) dan tampak jelas dari Jemplang, Kabupaten Malang. Fakta visual lintas-kabupaten itu menegaskan karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum padam total meski penutupan wisata dan operasi gabungan sudah berjalan.

Inti artikel

  • Api di kaldera Bromo menyala sejak Senin (3/8/2026)
  • Pada petang Minggu itu, titik kebakaran di wilayah Penanjakan yang masuk administrasi Pasuruan kembali terlihat menyala
  • Informasi lapangan menyebut medan menuju lokasi tersebut sulit

Api di kaldera Bromo menyala sejak Senin (3/8/2026). Dalam rangkuman Optimaise News dari sejumlah sumber, luas kawasan terdampak mencapai sekitar 520 hektare per 9 Agustus, sementara petugas melaporkan akses ke titik Penanjakan sangat sulit dijangkau.

Titik api Penanjakan Pasuruan yang terpantau dari Jemplang

Pada petang Minggu itu, titik kebakaran di wilayah Penanjakan yang masuk administrasi Pasuruan kembali terlihat menyala. Dari arah Jemplang di Kabupaten Malang, kobaran itu cukup kontras di lereng yang jauh, sehingga warga dan petugas di sisi Malang dapat memantau tanpa harus menyeberang langsung ke titik api.

Informasi lapangan menyebut medan menuju lokasi tersebut sulit. Jarak visual lintas batas kabupaten ini menjadi sinyal bagi pembaca di Malang Raya bahwa perambatan api tidak lagi terbatas di perimeter awal, meski posisi tepat di punggung bukit sulit dihampiri unit darat.

Luas terdampak dan perluasan ke luar perimeter awal

Luas terdampak dan perluasan ke luar perimeter awal
Ilustrasi Luas terdampak dan perluasan ke luar perimeter awal.

Karhutla di TNBTS menumpuk sejak 3 Agustus sekitar pukul 17.00 WIB, awalnya terfokus di Blok Bantengan lalu merembet ke Watu Gede. Hingga Minggu, angka luas terdampak yang disebut pejabat sekitar 520 hektare, naik dari estimasi sebelumnya yang sekitar 250 hektare.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan angka 520 hektare merujuk pada area terdampak, bukan berarti seluruh bidang itu masih dilalap api sekaligus. Ia juga menyebut fokus pemadaman bertambah setelah titik muncul di Penanjakan dan Dingklik, Pasuruan, di luar perimeter yang sebelumnya diarahkan ke kawasan seperti Pundak Lembu-B29.

Emil menduga lonjakan luas berkaitan dengan bara tersembunyi di lereng dan hutan yang reaktif saat angin kencang, berbeda dari savana terbuka yang lebih mudah dipantau. Dugaan penyebab formal masih diselidiki dan diserahkan ke penegak hukum serta Gakkum; Balai Besar TNBTS belum menyimpulkan.

Kendala medan sulit serta operasi darat-udara

Kendala medan sulit serta operasi darat-udara
Ilustrasi Kendala medan sulit serta operasi darat-udara.

Pemadaman dihadapkan pada tebing curam dan hembusan angin yang memindahkan bara. Prioritas utama yang digarisbawahi sejak hari-hari awal adalah keselamatan petugas di lapangan, bukan sekadar mengejar laju api.

Operasi gabungan melibatkan Balai Besar TNBTS, BPBD sejumlah kabupaten, TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni, damkar daerah, serta masyarakat termasuk PPGST dari Desa Ngadas, Kabupaten Malang, dan warga Ranu Pani, Lumajang. Peralatan penunjang datang antara lain dari BPBD Probolinggo dan Malang.

Di udara, tiga unit helikopter dikerahkan untuk water bombing. Air diangkat dari Ranu Pani dan Ranu Regulo. Cuaca cerah pada Minggu dinilai mendukung; sebelumnya operasi sempat terhenti lebih awal karena cuaca. Drone sprayer BPBD Jawa Timur dengan kapasitas sekitar 70-80 liter air juga dipakai menyemprot lereng yang susah dijangkau kaki.

Penutupan total lima pintu wisata Bromo

Seluruh pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total demi memberi ruang fokus pemadaman dan mengutamakan keselamatan pengunjung. Lima jalur yang dimaksud mencakup Cemoro Lawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Malang), serta Senduro (Lumajang).

Keputusan itu diperkuat setelah api meluas dan titik baru muncul di Penanjakan. Bagi wisatawan, arti praktisnya sederhana: perjalanan dari arah Malang lewat Jemplang tidak lagi tersedia sampai status dibuka kembali; penutupan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Koordinasi pejabat dan struktur penanganan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan di TNBTS pada Minggu (9/8/2026). Ia menekankan penanganan lintas sektor dan menyebut arahan Presiden Prabowo Subianto pada 28 Juli terkait antisipasi karhutla di musim kemarau, termasuk fenomena yang digambarkan berisiko tinggi hingga puncak Agustus.

Raja Juli meminta masyarakat tidak memicu api, misalnya dengan membuang puntung rokok atau membuka lahan dengan cara membakar. Pemerintah membentuk struktur Incident Commander agar rantai komando di lapangan lebih rapi. Optimaise News mencatat dari keterangan pejabat bahwa potensi karhutla diwaspadai hingga akhir Oktober seiring musim kemarau.

Dengan sintesis ini, pembaca di Malang, Pasuruan, dan Lumajang mendapat satu peta singkat: kobaran Penanjakan yang tampak dari Jemplang, angka sekitar 520 hektare terdampak, tiga helikopter di udara, dan penutupan lima pintu wisata yang masih berlaku selama operasi berlanjut.

Dwi
Redaktur Olahraga

Dwi adalah redaktur olahraga Optimaise News. Meliput sepak bola, basket, dan kompetisi internasional: skor, jadwal siaran, transfer, dan analisis pertandingan untuk pembaca Indonesia. Tulisan mengacu sumber pertandingan dan rilis resmi, disusun agar cepat dibaca di beranda dan Google Discover.