Bandung, Optimaise News – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan proses belajar mengajar kembali normal di SDN 026 Bojongloa setelah 945 siswa dipulangkan dan dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh, menyusul penggembokan mendadak gerbang sekolah oleh ahli waris pada Kamis 6 Agustus 2026 pagi. Farhan datang langsung ke lokasi pada Jumat 7 Agustus 2026 dan menyatakan siap pasang badan agar keluarga Hamim memberi tenggang waktu relokasi.
Inti artikel
- Aksi tanpa pemberitahuan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB atau menjelang subuh di kawasan Jalan Cibaduyut, Kebon Lega, Bojongloa Kidul
- Gembok dibuka sekitar pukul 10.00 WIB menurut laporan utama, meski versi lain menyebut sekitar pukul 07.00 WIB setelah negosiasi singkat
- Orangtua murid Robi Rahmawan (36) mengaku keberatan dengan skema PJJ karena merepotkan orangtua bekerja
Aksi tanpa pemberitahuan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB atau menjelang subuh di kawasan Jalan Cibaduyut, Kebon Lega, Bojongloa Kidul. Kepala sekolah Agus Mohamad Fajari mengonfirmasi keputusan memulangkan siswa demi mencegah kekacauan serta risiko kecelakaan di area yang ramai.
Penggembokan Mendadak dan Reaksi Orangtua
Gembok dibuka sekitar pukul 10.00 WIB menurut laporan utama, meski versi lain menyebut sekitar pukul 07.00 WIB setelah negosiasi singkat. Spanduk klaim atas nama Hamim dengan luas sekitar 1.500 meter persegi, dilengkapi rujukan putusan pengadilan setempat, sudah terpasang sekitar sebulan sebelumnya.
Orangtua murid Robi Rahmawan (36) mengaku keberatan dengan skema PJJ karena merepotkan orangtua bekerja. Ia berharap sekolah luring tetap dilanjutkan meski harus pindah, asalkan lokasi tidak terlalu jauh dari rumah.
Ketua Komite Lina Herlina menuturkan kejadian ini merupakan yang kedua dalam kurun 5, 6 tahun terakhir. Menurutnya, orangtua sudah lelah menghadapi ketidakpastian lahan yang berulang.
Sengketa Lama dan Janji Relokasi

Sengketa bermula pada 2017 ketika ahli waris Agus Pribadi bersama Tata menempuh jalur hukum. Perkara berlanjut hingga Peninjauan Kembali 2022 yang memenangkan pihak ahli waris dan mewajibkan Pemerintah Kota Bandung menyerahkan aset.
Farhan menegaskan akan meminta keluarga Hamim memberi ruang waktu agar pemindahan siswa dan fasilitas bisa diatur rapi. Optimaise News mencatat langkah ini penting agar anak-anak tidak kehilangan hak belajar luring dalam jangka panjang.
Pihak sekolah sedang menyusun opsi lokasi sementara yang aman dan mudah dijangkau. Pemerintah kota berjanji melibatkan komite sekolah serta orangtua dalam setiap tahap relokasi agar transisi tetap terkontrol.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar gerbang sudah longgar dan kegiatan administrasi sekolah mulai berjalan kembali. Farhan berjanji memantau langsung agar 945 siswa segera mendapat kepastian ruang belajar tatap muka.
Optimaise News akan terus menyusul perkembangan negosiasi antara wali kota dan ahli waris agar proses relokasi tidak molor.



