Jakarta, Optimaise News – Tiga kapal tradisional milik Yakub Zainal terbakar di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis malam 13 Agustus 2026. Api membesar dari KM Sabang yang sedang dibongkar kayunya, lalu merambat ke KM Baruna Jaya.
Inti artikel
- Tiga kapal tradisional milik Yakub Zainal terbakar di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis malam 13 Agustus 2026
- Api membesar dari KM Sabang yang sedang dibongkar kayunya, lalu merambat ke KM Baruna Jaya
- Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu memulai pemadaman pukul 19.50 WIB setelah laporan warga sekitar 19.39 WIB
Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu memulai pemadaman pukul 19.50 WIB setelah laporan warga sekitar 19.39 WIB. Hingga 20.53 WIB api masih dilokalisir; sekitar 21.32 WIB status bergeser ke pendinginan. Belum ada laporan korban jiwa, sementara kendaraan di sekitar lokasi sempat diminta putar balik.
Dari KM Sabang ke kapal tetangga: rantai kobaran di dermaga
Saksi melihat nyala membesar dulu di KM Sabang. Warga berteriak minta tolong. Kapal itu kapal bekas; pemiliknya sedang membongkar kayu, sehingga material kering mempercepat rambatan ke sisi sandar.
Kobaran kemudian menjalar ke KM Baruna Jaya. Dalam rangkuman Optimaise News, rangkaian ini yang membedakan malam itu dari berita lama soal 3 kapal di Muara Angke terbakar, polisi selidiki pada Juli: lokasi, pemilik, dan tanggal berbeda, sehingga angka rugi lama tidak boleh dicampur.
Armada darat-laut: 11 mobil, 60 personel, satu boat paguyuban

Untuk kebakaran kapal muara di dermaga itu, satuan operasi menurunkan 11 unit mobil pemadam. Satu kapal boat Paguyuban Muara Angke memperkuat sisi air agar semprotan menjangkau lambung yang sulit dari darat.
Keterangan yang dihimpun Optimaise News menyebut dukungan 60 personel pada versi lengkap pengerahan. Keterangan lebih awal sempat menyebut 30 orang bersama 11 mobil damkar. Angka personel berbeda antar rilis, tetapi jumlah mobil dan kehadiran boat paguyuban konsisten.
Itulah paket darat-laut yang membuat muara baru petugas bisa menekan rambatan ke fasilitas pompa dan kapal lain, meski api sempat dinilai masih berpotensi merambat.
Objek 51 m² milik Yakub Zainal dan tahap pendinginan

Ketiga unit kapal muara baru itu dihitung sebagai objek sekitar 51 meter persegi. Nama pemilik, Yakub Zainal, menjadi poros identitas aset yang jarang menonjol di judul kompetitor malam itu.
Setelah api dilokalisir, langkah berikutnya pendinginan agar bara di kayu bongkaran tidak menyala ulang. Status pendinginan tercatat sekitar pukul 21.32 WIB, menandai pergeseran dari fase membendung rambatan ke pengamanan sisa panas.
Saksi, penyelidikan penyebab, dan taksiran kerugian
Penyebab pasti belum ditetapkan. Petugas akan mengumpulkan keterangan saksi di lapangan. Kepala Seksi Operasi Gatot Sulaeman mengatakan, “Kami akan meminta informasi kepada saksi mata yang ada di lokasi untuk mengetahui dugaan penyebab kebakaran.”
Taksiran kerugian masih dihitung. “Semua masih dalam penyelidikan,” imbuh Gatot. Soal armada, ia juga menyatakan, “Kami mengerahkan 11 unit mobil pemadam dengan 60 personel serta satu unit kapal boat Paguyuban Muara Angke untuk memadamkan api,” serta, “Penyalaan api berasal dari KM Sabang dan menjalar ke KM Baruna Jaya.”
Dengan demikian, Kebakaran 3 Kapal di Muara Baru, Petugas Berjibaku Padamkan Api selesai dirangkai sebagai satu malam: pemilik, luas, nama kapal, jam, dan batas fakta, tanpa mencampur kasus Juli atau kebakaran gudang lain.







