Jakarta, Optimaise News – Bebizie Sri Mulyati, Ketua DPD PAN Jakarta Utara dan anggota DPRD DKI, menjelaskan posisi dirinya dalam kasus batu bara setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Kamis 13 Agustus 2026, ia diseriksak di Gedung Merah Putih selama lebih dari lima jam demi memberikan posisi terkait kasus batu bara ini.
Inti artikel
- Bebizie datang pukul 09.45 WIB dan menyelesaikan pemeriksaannya pukul 14.43 WIB
- Ia mengaku menjawab sekitar 29 pertanyaan dari penyidik dengan penuh perhatian
- Materi pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana perpajakan dengan asal pidana gratifikasi per ton batu bara wilayah Kutai Kartanegara
Bebizie datang pukul 09.45 WIB dan menyelesaikan pemeriksaannya pukul 14.43 WIB. Ia mengaku menjawab sekitar 29 pertanyaan dari penyidik dengan penuh perhatian.
Bebizie Jelaskan Posisi Dirinya di Kasus Batu Bara
Materi pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana perpajakan dengan asal pidana gratifikasi per ton batu bara wilayah Kutai Kartanegara. Bebizie menjelaskan bahwa ia memang pernah diundang beberapa kali sebagai penyanyi untuk mengisi acara di Kalimantan Timur pada 2017 dan 2018 oleh sebuah perusahaan yang namanya ia tidak sebutkan dalam pemeriksaan.
Transaksi pembayaran honor dari perusahaan tersebut kepada Bebizie saat masih menjadi penyanyi menjadi bagian yang ditanyakan secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa status sebagai penyanyi mengisi event menyebabkan pertanyaan tentang keterkaitan dengan kasus batu bara ini muncul di persidangan nanti.
“Insyaallah sudah dipertanggungjawabkan karena dulu sebagai penyanyi,” ujar Bebizie dalam sesi itu.
Dalam penjelasan posisi dirinya di kasus batu bara, Bebizie menekankan bahwa ia telah menyelesaikan segala hal sesuai konsekuensi yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga aspek akuntabilitas meski melibatkan bidang hiburan dan budaya di daerah.
Juru Bicara KPK Konfirmasi Pemeriksaan Bebizie

Juru bicara KPK Budi Prasetyo resmi mengonfirmasi bahwa pemeriksaan atas nama Bebizie berlangsung di Gedung Merah Putih. Bebizie Jelaskan posisi terkait kasus ini menjadi fokus utama karena potensi kaitan antara dugaan gratifikasi per ton batu bara dengan dugaan korupsi yang lebih luas di sektor pertambangan.
Selain Bebizie, KPK memanggil dua saksi tambahan pada hari yang sama. Mereka adalah advokat Noval Elfarveisa serta Agus Mujianto, staf keuangan PT Alam Jaya Pratama. Saksi-saksi tersebut diharapkan memberikan konteks tambahan tentang transaksi finansial yang melibatkan perusahaan batu bara di wilayah Kutai Kartanegara.
Optimaise News mencatat bahwa pemeriksaan ini menarik perhatian karena melibatkan figur politik dan figur publik yang selama ini aktif di bidang hiburan. Bebizie Sri Mulyati secara tegas menjelaskan posisi dirinya yang berbasis pada kejujuran dan kebijakan pribadi sebagai mantan penyanyi. Pernyataannya ini sejalan dengan pendekatan penegakan hukum yang menekankan keterbukaan para saksi dalam menjawab setiap pertanyaan terkait kasus batu bara Kukar.
Bebizie Jelaskan Posisi terkait kasus ini juga mencakup penegasan bahwa semua transaksi honor menyanyi telah ia laporkan sesuai prosedur dan tidak ada unsur yang sembunyi-sembunyi. KPK akan menyusun bahan untuk penyidikan lebih lanjut berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan selama sesi berlangsung beberapa jam.
Di tengah dinamika politik dan ekonomi daerah Kalimantan Timur, kasus batu bara ini menjadi contoh betapa pentingnya menjaga transparansi di berbagai sektor yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Pemeriksaan Bebizie memberikan gambaran lengkap tentang posisi dirinya di kasus batu bara yang sedang digot ber di tingkat nasional.







