22 WBP Lapas Surabaya Kembali Kejar Ijazah Lewat Paket A-C

22 WBP Lapas Kelas I Surabaya ikuti Kejar Paket A-C 12 Agustus 2026 di Porong. ABN dan SR bagikan motivasi raih ijazah untuk bekal kerja usai bebas.

Author Image

Adel

22 WBP Lapas Surabaya Kembali Kejar Ijazah Lewat Paket A-C

– Sebanyak 22 warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas I Surabaya mengikuti program Kejar Paket A, B, dan C yang dilangsungkan Rabu 12 Agustus 2026 sebagai lanjutan sesi Selasa 11 Agustus 2026. Kegiatan belajar ini digelar di kompleks lapas di wilayah Sidoarjo Porong bersama lembaga pendidikan nonformal mitra.

Inti artikel

  • Kegiatan belajar ini digelar di kompleks lapas di wilayah Sidoarjo Porong bersama lembaga pendidikan nonformal mitra
  • Para peserta memilih jenjang sesuai kebutuhan, dari setara SD hingga SMA, agar bekal ijazah siap dipakai setelah masa pidana usai
  • Optimaise News mencatat program ini memberi ruang belajar formal di tengah pembatasan ruang gerak

Para peserta memilih jenjang sesuai kebutuhan, dari setara SD hingga SMA, agar bekal ijazah siap dipakai setelah masa pidana usai. Optimaise News mencatat program ini memberi ruang belajar formal di tengah pembatasan ruang gerak.

Motivasi ABN pilih Paket A setara SD di balik jeruji wbp

ABN berusia 20 tahun menjalani vonis perkara narkotika selama tujuh tahun dengan masa subsider enam bulan. Ia mengambil Kejar Paket A karena pendidikan dasarnya sempat terhenti akibat lingkungan bergaul yang negatif di masa lalu.

Di dalam sel, ABN menyadari betapa krusialnya melanjutkan sekolah. Menurut pengakuannya, ijazah yang didapat akan membantunya mencari pekerjaan yang layak begitu bebas kelak. Keputusan ini lahir dari refleksi pribadi tanpa tekanan pihak luar.

Ia menambahkan bahwa kesempatan serupa jarang datang dua kali. Dengan mengikuti kelas secara rutin, ABN berharap mampu mengejar ketertinggalan dan membuktikan diri bisa berubah. Proses pembelajaran di lapas menjadi momen koreksi arah hidup yang lebih terarah.

SR manfaatkan hukuman panjang lewat jeruji wbp lapas

SR manfaatkan hukuman panjang lewat jeruji wbp lapas
Ilustrasi SR manfaatkan hukuman panjang lewat jeruji wbp lapas.

SR atau Syaiful berusia 25 tahun terjerat kasus pembunuhan dengan hukuman 17 tahun. Ia memilih Kejar Paket C setara SMA karena masa hukuman yang masih terbentang jauh di depan.

Bagi SR, diam tanpa kegiatan produktif justru membuat waktu terasa lebih berat. Menuntut ilmu dinilai lebih bermakna dibanding menghabiskan hari tanpa tujuan. Ia menegaskan bahwa ijazah Paket C menjadi modal utama membuka lembaran baru setelah keluar dari lembaga.

Sikap SR mencerminkan perhitungan praktis di tengah masa pidana. Dengan sertifikat setara SMA, peluang kerja atau usaha mandiri kelak terbuka lebih lebar. Ia mengikuti kelas dengan disiplin agar materi terserap maksimal.

Kolaborasi wbp lapas surabaya dan lembaga nonformal

Program dijalankan melalui kerja sama Lapas Kelas I Surabaya dengan lembaga pendidikan nonformal yang menyediakan kurikulum, pengajar, serta pengawas ujian. Sesi digelar di dalam area yang aman dan terawasi penuh.

Lapas surabaya kembali menyediakan fasilitas ini agar warga binaan tidak putus akses pendidikan. Materi disusun bertahap dari paket A hingga C sehingga tiap peserta bisa naik jenjang sesuai kemampuan. Pengawas dari mitra memastikan proses belajar memenuhi standar yang berlaku di luar tembok.

Kehadiran 22 peserta menunjukkan antusiasme yang konsisten dari hari pertama. Mereka berasal dari berbagai latarbelakang perkara, namun berbagi tujuan sama yaitu meraih dokumen legal. Petugas lapas memfasilitasi ruang dan waktu tanpa mengganggu jadwal pembinaan lain.

Melalui kegiatan ini, surabaya kembali menuntut agar warga binaan tetap produktif. Optimaise News melihat pola serupa di beberapa lembaga lain, tetapi skala di Porong kali ini terfokus pada kelompok kecil agar pendampingan lebih intens. Hasil akhir berupa sertifikat resmi yang diakui untuk melamar kerja.

Peserta diajak memahami nilai pendidikan sebagai bekal mandiri. Meski berada di balik tembok, mereka tetap bisa menyiapkan masa depan. Proses evaluasi harian membantu pengajar menyesuaikan metode agar tidak ada yang tertinggal.

Kegiatan dilanjutkan sesuai jadwal yang disepakati bersama mitra. Jika seluruh peserta menyelesaikan materi, mereka berhak mengikuti ujian akhir. Ijazah yang diperoleh nanti menjadi bukti konkrit bahwa waktu di lapas tidak sia-sia.

Dampak langsung bagi warga binaan setelah bebas

Banyak warga binaan melihat sertifikat paket sebagai jembatan menuju pekerjaan formal. Tanpa dokumen setara sekolah, peluang mereka di pasar kerja akan lebih sempit. Program ini menjawab kebutuhan praktis tersebut secara langsung.

ABN dan SR mewakili dua ujung spektrum hukuman. Satu dengan masa relatif lebih pendek, satu lagi dengan vonis panjang. Keduanya sama-sama menjadikan kelas sebagai investasi pribadi. Cerita mereka menguatkan pesan bahwa pendidikan tetap relevan di mana pun.

Pihak lapas menekankan bahwa partisipasi bersifat sukarela. Tidak ada paksaan, hanya himbauan agar masa pembinaan diisi kegiatan bermakna. Kolaborasi dengan lembaga nonformal memastikan kualitas pengajaran setara di luar.

Dengan selesainya sesi Rabu, para peserta dijadwalkan lanjut pertemuan berikutnya. Mereka diharapkan menjaga disiplin agar materi terus bertambah. Hasil akhir akan dinilai berdasarkan kehadiran dan penguasaan materi.

Program semacam ini menjadi bagian dari upaya pembinaan yang lebih holistik. Selain aspek hukum, kebutuhan pendidikan dasar dan menengah tetap diperhatikan. Di masa mendatang, jumlah peserta bisa bertambah jika antusiasme tetap tinggi.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.