108 Siswa DIY Dikejar Bayar TOEFL Palsu Rp100 Ribu di MPLS

108 siswa SMA DIY disasar promo TOEFL palsu saat MPLS 17 Juli 2026, harga turun ke Rp100 ribu dalam 15 menit. Disdikpora tegaskan tak pernah izin. Baca

Author Image

Bagus

108 Siswa DIY Dikejar Bayar TOEFL Palsu Rp100 Ribu di MPLS

Sekitar 108 siswa dari tiga kelas di sebuah SMA Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan dua orang yang mempromosikan tes TOEFL pada Jumat 17 Juli 2026 bertepatan dengan MPLS. Mereka mendesak keputusan bayar hanya dalam waktu sekitar 15 menit setelah harga diturunkan bertahap dari Rp400 ribu menjadi Rp100 ribu melalui tunai, transfer, atau QRIS.

Insiden itu viral di media sosial keesokan harinya. Siswa yang terlibat menerima kuitansi atas nama sebuah perusahaan layanan pendidikan, lalu melakukan cek silang yang mengungkap kejanggalan serius terkait alamat serta jenis layanan.

Pola Desakan dalam Presentasi

Satu presenter membuka sesi dengan nada menekan agar peserta merasa harus segera ambil keputusan. Presenter kedua memperkeras suasana lewat kata-kata kasar yang menambah tekanan psikologis.

Strategi penurunan harga bertahap dari Rp400 ribu ke Rp100 ribu menjadi senjata utama. Opsi pembayaran disiapkan lengkap agar tak ada alasan menunda.

Momen MPLS yang seharusnya ramah bagi siswa baru justru berubah penuh desakan komersial. Situasi ini membuat banyak peserta kesulitan berpikir jernih dalam tempo singkat.

Cek Silang Siswa Ungkap Dugaan Kecurangan

Cek Silang Siswa Ungkap Dugaan Kecurangan

Beberapa peserta kemudian bertanya ke rekan di sekolah berbeda. Hasilnya, alamat kantor yang tertulis di kuitansi diduga invalid dan tak bisa diverifikasi.

Layanan yang dipromosikan pun dicurigai hanya EPT daring dilengkapi sertifikat digital. Itu berbeda jauh dari TOEFL yang dikenal sebagai tes standar internasional resmi.

Sekolah di lokasi kejadian menyatakan tak pernah memberi ruang untuk transaksi langsung kepada para siswa. Pernyataan itu selaras dengan sikap dinas terkait.

Sikap Disdikpora DIY dan Pelajaran Waspada

Sikap Disdikpora DIY dan Pelajaran Waspada

Kabid Perencanaan dan Data Disdikpora DIY Suci Rohmadi menegaskan dinas sama sekali tak pernah memberi izin, rekomendasi, atau kerja sama resmi. Penggunaan nama lembaga pemerintah daerah dan kepolisian untuk memberi kesan resmi merupakan penyesatan.

Optimaise News menyoroti pentingnya literasi verifikasi di kalangan pelajar. Cek silang mandiri yang dilakukan siswa menjadi langkah awal mencegah kerugian lebih besar.

Kasus ini mengingatkan seluruh pihak untuk selalu waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan instansi tanpa dokumen yang bisa dicek. Jangan tergoda potongan harga mendadak tanpa bukti keabsahan.

Tanya Jawab Seputar Insiden Promo TOEFL

Berapa jumlah siswa yang menerima presentasi tersebut?

Sekitar 108 siswa yang tersebar di tiga kelas menjadi audiens pada hari itu.

Bagaimana cara pembayaran yang ditawarkan?

Peserta diminta memutuskan dalam 15 menit lewat tunai, transfer bank, atau QRIS. Setelah bayar mereka diberi kuitansi.

Apa temuan utama dari cek silang antar sekolah?

Alamat kantor di kuitansi diduga invalid. Layanan juga diduga EPT daring bersertifikat digital alih-alih TOEFL.

Apakah Disdikpora DIY terlibat atau memberi restu?

Tidak. Suci Rohmadi memastikan tak ada izin, rekomendasi, maupun kerja sama resmi yang pernah dikeluarkan.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.