Malang, Optimaise News – Kepala daerah Kota Malang Wahyu Hidayat meminta seluruh pegawai di jajaran pemerintah kota mengenakan jersey atau atribut Arema FC pada Selasa 11 Agustus 2026. Langkah ini bertepatan peringatan hari ulang tahun ke-39 klub kebanggaan Arema, dan diposisikan sebagai tradisi tahunan yang sudah berjalan di lingkungan birokrasi setempat.
Inti artikel
- Imbauan menyasar aparatur di Pemkot Malang saja, sementara pelajar setempat boleh ikut memakai atribut serupa tanpa paksaan
- Pelayanan publik dijamin tetap normal agar warga yang mengurus dokumen atau layanan lain tidak terganggu
- Wahyu menegaskan pemakaian jersey Arema oleh pegawai kota sudah menjadi kebiasaan yang berulang tiap tahun
Imbauan menyasar aparatur di Pemkot Malang saja, sementara pelajar setempat boleh ikut memakai atribut serupa tanpa paksaan. Pelayanan publik dijamin tetap normal agar warga yang mengurus dokumen atau layanan lain tidak terganggu.
Tradisi tahunan yang diperjelas edaran internal
Wahyu menegaskan pemakaian jersey Arema oleh pegawai kota sudah menjadi kebiasaan yang berulang tiap tahun. Ia menyampaikan hal itu Senin 10 Agustus 2026 dengan penegasan sederhana: pakaian klub dikenakan seperti biasanya, dan nanti ada surat dari Sekretaris Daerah yang mempertegas aturan main.
Surat edaran dari Sekda Kota Malang akan menjadi payung administratif agar instruksi merata di dinas, badan, dan unit kerja. Dengan begitu, pejabat dan staf punya rujukan jelas soal kapan serta bagaimana atribut tersebut dipakai dalam jam kerja.
Optimaise News mencatat pendekatan ini menjaga semangat kebersamaan tanpa mengubah jam operasional kantor. ASN tetap diminta fokus pada tugas harian dan memberikan layanan optimal kepada masyarakat.
Cakupan ASN, opsi bagi pelajar, dan hari yang terbatas

Kewajiban hanya berlaku bagi aparatur sipil di lingkungan pemerintah kota. Wahyu menjelaskan semua ASN dan pelajar sekolah bisa mengenakan jersey Arema, namun fokus utama tetap pada satu hari penuh di tanggal 11 Agustus 2026.
Bagi siswa di Kota Malang, penggunaan jersey atau atribut Arema bersifat sukarela. Pihak sekolah tidak diwajibkan memaksa, sehingga orang tua dan institusi pendidikan punya ruang menyesuaikan dengan aturan masing-masing.
Pembatasan waktu satu hari membantu mencegah kebingungan di lapangan. Pegawai tahu persis momen yang dimaksud, sementara warga yang datang ke kantor pelayanan dapat langsung mengenali suasana peringatan tanpa kehilangan alur birokrasi.
Layanan publik dijamin tidak terhenti

Wahyu memastikan pemakaian jersey tidak mengganggu pelayanan publik. Antrian, pengaduan, dan penerbitan dokumen tetap berjalan seperti hari kerja biasa.
Instruksi tambahan mengingatkan ASN agar tetap menjalankan tugas dengan standar optimal. Warna atribut klub tidak boleh menjadi alasan menurunkan kecepatan atau kualitas layanan yang dibutuhkan warga.
Bagi pelaku usaha lokal dan pengunjung kantor pemerintahan, pesan praktisnya sederhana: datang seperti biasa, siapkan dokumen, dan manfaatkan jam buka tanpa khawatir kantor tutup atau staf absen. Atmosfer perayaan tetap hadir lewat seragam, sementara mesin birokrasi terus beroperasi.
Makna simbolik HUT ke-39 Arema bagi birokrasi kota
Peringatan HUT ke-39 Arema FC menjadi momentum yang dipilih pemerintah kota untuk menyatukan identitas lokal di ruang kerja formal. Tradisi yang sudah berulang ini memperlihatkan bagaimana klub dan aparatur kota saling menautkan dukungan tanpa mengorbankan fungsi pelayanan.
Dengan edaran yang akan keluar dari Sekretaris Daerah, koordinasi antardinas diharapkan lebih rapi. Setiap unit dapat menyesuaikan seragam atau atribut tambahan sesuai ketentuan internal tanpa mengubah jadwal kerja.
Bagi warga Malang yang sehari-hari berinteraksi dengan kantor kelurahan, dinas perizinan, atau layanan kesehatan, hari tersebut lebih terdengar seperti hari biasa berbaju biru-hitam Arema. Itu memberi rasa kebersamaan, sekaligus menegaskan bahwa urusan administrasi tidak boleh tertunda.







