Malang, Optimaise News – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menghadiri acara Peningkatan Pemahaman Masyarakat untuk Menjaga Lingkungan Bersih yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang di Masjid Manarul Islam Sawojajar pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kehadirannya menegaskan dorongan agar warga dan pemerintah bergerak bareng mengatasi isu kebersihan lewat aksi komunitas, bukan sekadar program resmi.
Inti artikel
- Wahyu menilai gerakan Jemaah Cinta Lingkungan di Muhammadiyah Islamic Center Manarul Islam mampu menumbuhkan kepedulian nyata
- Gerakan Jemaah Cinta Lingkungan dinilai menjadi contoh konkret
- Wahyu mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat program
Wahyu menilai gerakan Jemaah Cinta Lingkungan di Muhammadiyah Islamic Center Manarul Islam mampu menumbuhkan kepedulian nyata. Kegiatan berbasis jemaah ini menurutnya sejalan dengan arah kerja sama meski persoalan lingkungan di kota masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Apresiasi gerakan komunitas di Sawojajar
Pada kegiatan itu Wahyu memberikan apresiasi kepada peran warga yang aktif merawat kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui inisiatif lokal. Ia menekankan bahwa acara keagamaan di masjid bisa diperluas menjadi wadah edukasi peduli sampah dan ruang hijau tanpa mengurangi fungsi ibadah.
Gerakan Jemaah Cinta Lingkungan dinilai menjadi contoh konkret. Pemerintah kota, kata Wahyu, sudah menggulirkan banyak langkah penanganan, tetapi hasilnya akan lebih optimal bila diiringi kesadaran dan partisipasi aktif warga di masing-masing wilayah.
Menurut Optimaise News, pendekatan berbasis komunitas seperti ini memberi ruang bagi UMKM dan warga setempat untuk ikut menjaga area usaha dan rumah mereka. Kolaborasi itu diharapkan mengurangi beban penanganan yang hanya mengandalkan aparat.
Partisipasi warga kunci solusi berkelanjutan

Wahyu mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat program. Mereka diharapkan turut menjaga lingkungan di lingkungan tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari agar permasalahan tidak berulang.
Ia menegaskan, kalau kepedulian warga absen maka penyelesaian isu lingkungan akan terhambat. Harus ada keikutsertaan yang seiring sejalan antara pemerintah dan warga. Masih terdapat sejumlah persoalan lingkungan yang menjadi pekerjaan rumah bersama Wakil Wali Kota dan jajaran.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat disebut sebagai kunci agar penanganan berlangsung berkelanjutan. Wahyu menambahkan bahwa banyak permasalahan harus diselesaikan bersama melalui kepedulian dan partisipasi langsung, selaras dengan visi misi serta Dasa Bakti Unggulan Ngalam Rijik.
Dengan kerangka kerja yang melibatkan jemaah dan komunitas masjid, langkah-langkah kebersihan diharapkan merata ke tingkat RT dan RW. Hal ini membuka peluang bagi inisiatif kecil warga dan pelaku usaha mikro untuk berkontribusi tanpa menunggu proyek besar.
Ke depan, model serupa di masjid lain bisa memperluas jangkauan edukasi. Tujuannya agar setiap wilayah memiliki penjaga lingkungan yang aktif, mengurangi beban penanganan kota, dan memastikan hasil program lebih tahan lama.







