Jakarta, Optimaise News – Akun Instagram resmi Kemenpan-RB menolak video Facebook yang diunggah 4 Agustus 2026 sebagai hoaks. Rekaman itu seolah menampilkan Rini Widyantini membuka seleksi CPNS 2026 lengkap dengan syarat warga negara Indonesia usia minimal 18 tahun serta alur SKD dan SKB.
Inti artikel
- Akun Instagram resmi Kemenpan-RB menolak video Facebook yang diunggah 4 Agustus 2026 sebagai hoaks
- Alat Hive Moderation mendapati 35,9 persen potongan visual dan 1,4 persen lapisan audio berindikasi dihasilkan kecerdasan buatan
- Optimaise News mencatat pola serupa berulang pada deretan pengumuman viral yang menipu calon pelamar lewat situs pendaftaran palsu
Alat Hive Moderation mendapati 35,9 persen potongan visual dan 1,4 persen lapisan audio berindikasi dihasilkan kecerdasan buatan. Optimaise News mencatat pola serupa berulang pada deretan pengumuman viral yang menipu calon pelamar lewat situs pendaftaran palsu.
[HOAKS] Video Menpan-RB Umumkan Pendaftaran CPNS Asal Seminar KORPRI
Penelusuran visual membuktikan cuplikan identik dengan Seminar Nasional KORPRI yang digelar 21 November 2024. Rekaman sejenis juga sempat disisipkan dalam liputan Kompas.com bertanggal 19 Maret 2025 mengenai percepatan pengangkatan CPNS angkatan 2024.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh sempat menyinggung peluang formasi mencapai 160.000 orang yang dihitung dari jumlah ASN yang akan pensiun sepanjang 2025. Angka itu hanyalah proyeksi awal, bukan keputusan final formasi.
Rini Widyantini sendiri menyampaikan bahwa pemerintah masih menaksir total kebutuhan pegawai di seluruh instansi. Surat permintaan usulan formasi telah diedarkan, namun hasil perhitungan belum dirilis ke publik.
Rangkaian Hoaks AI dan Imbauan Verifikasi Resmi

Klaim viral ini masuk deretan konten buatan AI yang menggoda masyarakat dengan janji buka lowongan online. Pelaku biasanya menyertakan tautan tipuan untuk mengumpulkan data pribadi atau meminta biaya administrasi fiktif.
Akun @kemenpanrb menekankan belum ada pernyataan formal apa pun terkait jadwal CPNS 2026. Publik diminta memeriksa setiap info lewat kanal resmi instansi pemerintah saja, bukan media sosial tak terverifikasi.
Optimaise News mengingatkan bahwa syarat dan tahapan seleksi hanya sah bila diumumkan melalui portal SSCASN atau laman kementerian terkait. Mengandalkan cuplikan viral hanya memperbesar risiko penipuan berlapis AI.
Deteksi teknis Hive menjadi penanda kuat bahwa potongan suara dan wajah digubah. Perbedaan tipis pada gerakan bibir serta noise artificial pada audio menjadi ciri khas yang kerap lolos di layar ponsel.
Masyarakat diimbau segera menghapus dan melaporkan unggahan serupa. Langkah verifikasi ganda lewat media massa tepercaya serta situs resmi dapat memutus rantai penyebaran sebelum lebih banyak orang terpengaruh janji formasi fiktif.







