Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut campur dalam krisis kepemimpinan FIFA dengan membuat peringatan tegas. Ia menolak kemungkinan mengganti Presiden Gianni Infantino dan menganggap langkah tersebut akan merugikan federasi serta peningkatan yang sudah dicapai.
Inti artikel
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut campur dalam krisis kepemimpinan FIFA dengan membuat peringatan tegas
- Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Gianni Infantino lewat media sosial
- Ia menulis bahwa FIFA akan melakukan kesalahan besar jika mengganti presiden itu demi alasan apa pun
Optimaise News melaporkan bahwa ucapan itu disampaikan melalui Truth Social pada awal Agustus 2026. Trump menilai kesuksesan Piala Dunia 2026 baru saja berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak akan kembali tanpa kepemimpinan Infantino.
Trump Puaskan Infantino dengan Pernyataan Langsung di Truth Social
Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Gianni Infantino lewat media sosial. Ia menulis bahwa FIFA akan melakukan kesalahan besar jika mengganti presiden itu demi alasan apa pun.
Trump memuji kinerja Infantino yang ia sebut luar biasa karena membawa turnamen Piala Dunia ke level sukses tertinggi dalam sejarah. Menurutnya, Piala Dunia 2026 mencatat pendapatan rekor 15 miliar dolar AS atau setara 268 triliun rupiah.
Pernyataan itu muncul saat Infantino masih mendapat tekanan dari konfederasi-konfederasi besar karena rencana komersialisasi. Trump menegaskan bahwa tanpa kepemimpinan Infantino, acara dunia sepak bola itu takkan pernah sebesar itu lagi.
Kontroversi Penjualan Saham Piala Dunia yang Picu Boikot Konfederasi
Rencana Infantino melalui FIFA Forward Enterprise yang menjual 20 persen saham Piala Dunia ke investor swasta, termasuk perusahaan Thrive Eternal yang dikaitkan dengan saudara menantu Donald Trump, justru memicu protes besar.
UEFA, CONCACAF, dan AFC mengeluarkan surat terbuka yang menilai prosesnya melanggar transparansi dan kepercayaan. Mereka menuntut peninjauan independen dan ancam bisa boikot turnamen Piala Dunia 2026.
Infantino akhirnya meminta maaf atas proposal tersebut setelah banyak pihak menganggapnya ingin memanfaatkan sepak bola demi uang. Namun, taktikanya malah menimbulkan kekhawatiran lebih luas.
Infantino Tetap Berjanji Perpanjang Jabatan hingga 2031
Setelah semua tekanan muncul, Infantino mengaku akan memperpanjang masa kepemimpinannya hingga 2031. Pemilihan kursi nomor satu FIFA masih berlangsung dan ia mengklaim mendapat dukungan kuat dari federasi seperti Indonesia serta Argentina.
PSSI dan berbagai konfederasi lain menegaskan mereka setia pada kepemimpinan saat ini. Meski ada persaingan, Infantino berusaha menjaga posisi dengan mengedepankan transparansi dan reformasi tata kelola.
Konfederasi Besar Desak Infantino Mundur untuk Integritas Sepak Bola
UEFA, CONCACAF, dan AFC secara bersamasurat terbuka menantang kepemimpinan Infantino dengan menyebutnya sebagai penyalahgunaan kepercayaan. Mereka menilai keputusan harus terbuka, melibatkan banyak pihak, dan bukan satu individu.
Surat tersebut menegaskan bahwa sepak bola adalah milik kolektif para pemain, suporter, dan asosiasi anggota. Ancaman boikot Piala Dunia dan pembicaraan soal kompetisi sendiri menjadi realita di balik pernyataan Trump.
PSSI dan Argentina Pilih Infantino Meski FIFA Hampir Guncang
Federasi sepak bola Indonesia melalui PSSI tetap memberikan dukungan penuh kepada Infantino meski proses bisnisnya kontroversial. Demikian pula Argentina yang ikut menjadi pendukung meski ada persaingan ketat.
Optimaise News mencatat bahwa situasi ini memperkuat dimensi politik baru di dunia sepak bola. Dukungan dari AS melalui Trump memberikan angin segar bagi Infantino yang tengah menghadapi tekanan internasional.







