Menjelang rangkaian Moto3 Inggris 2026 di Silverstone, manajer SIC Racing dan legenda MotoGP Malaysia Zulfahmi Khairuddin menekan rem pada ambisi loncat kelas. Ia menekankan bahwa pembalap MT Helmets MSi, Hakim Danish, masih harus banyak belajar di Moto3 meski musim debut 19 tahun itu sudah memukau.
Inti artikel
- Ia menekankan bahwa pembalap MT Helmets MSi, Hakim Danish, masih harus banyak belajar di Moto3 meski musim debut 19 tahun itu sudah memukau
- Tim Spanyol MSi Racing Team mengonfirmasi perpanjangan kontrak Danish untuk musim 2027 pada hari Sabtu
- Zulfahmi menilai satu musim ekstra di Moto3 akan memberi ruang mengembangkan teknik, manajemen balapan, dan mental sebelum opsi Moto2
Tim Spanyol MSi Racing Team mengonfirmasi perpanjangan kontrak Danish untuk musim 2027 pada hari Sabtu. Optimaise News merangkum, langkah itu dikaitkan dengan dua podium, kemenangan perdana di Republik Ceko (Brno, 21 Juni 2026), dan rivalitas dengan Veda Ega Pratama sejak Red Bull Rookies Cup 2025.
Alasan Zulfahmi Khairuddin Menilai Danish Belum Siap Naik Kelas
Zulfahmi menilai satu musim ekstra di Moto3 akan memberi ruang mengembangkan teknik, manajemen balapan, dan mental sebelum opsi Moto2. Ia menempatkan pengalaman di atas kecepatan berpindah jenjang, meski hasil Danish sudah di atas rata-rata rookie.
“Menurut pandangan saya, Hakim Danish masih harus banyak belajar di kategori ini sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Zulfahmi dilansir dari News Straits Times. “Kami perlu terus melangkah maju menghadapi musim depan.”
Saran itu datang dari posisi mentor dan manajer SIC, bukan sekadar komentator luar. Baginya, kegemilangan di podium tidak otomatis berarti siap menanggung densitas Moto2 yang lebih tinggi secara fisik dan taktik.
Apa Arti Perpanjangan Kontrak MSi 2027 bagi Debut 19 Tahun
Keputusan MSi mempertahankan putra Terengganu itu dibaca Zulfahmi sebagai pengakuan kemajuan Danish di kejuaraan dunia. Kontrak 2027 menjaga stabilitas project, motor, dan data setup yang sudah dikuasai bersama kru Spanyol.
“Saya tidak meragukan kemampuan tim, dan kelanjutan kerja sama Hakim Danish dengan tim ini tentu merupakan pengakuan nyata atas kemajuan yang telah ia capai,” ucap legenda MotoGP Malaysia itu. “Mereka sangat kompetitif, motor yang digunakan juga kompetitif, dan saya yakin Hakim Danish sangat termotivasi untuk terus membalap bersama tim ini.”
Dalam rangkuman Optimaise News, retensi satu musim penuh juga memberi waktu membangun tandem Asia Tenggara yang lebih matang di grid Moto3, bukan lompatan acak yang mengorbankan ritme belajar.
Jejak Dua Podium dan Kemenangan Brno Rival Veda Ega Pratama
Danish menorehkan dua podium di musim debut dan kemenangan perdana Moto3 di Sirkuit Brno, Minggu 21 Juni 2026. Beberapa kali ia juga start dari baris depan. Di balapan yang sama di Brno, Veda Ega Pratama finis kelima; kala itu selisih klasemen disebut sembilan poin (Veda 82, Danish 73).
Latar keduanya bersinggungan sejak Red Bull Rookies Cup 2025. Danish sendiri membawa jejak juara Asia Talent Cup 2022 dan finis ke-12 saat debut Rookies Cup 2023. Di sisi lain, legenda Hiroshi Aoyama sempat menyebut Veda rookie fenomenal dan anomali di awal Moto3 2026.
Di Moto3 Inggris 2026 Silverstone, Veda start ke-16 pada kualifikasi 8 Agustus 2026 karena strategi yang dinilai keliru, lantas finis 10 besar dan mengumpulkan tujuh poin. Pole dicatat Scott Ogden (2 menit 9,126 detik), diikuti Adrian Cruces dan Valentín Perrone. Ada juga laporan yang mengaitkan Danish dengan gagal finis di balapan Inggris, sehingga spotlight kontrak dan nasihat Zulfahmi terasa relevan di momen yang sama.
Dampak Retensi Danish pada Persaingan Asia Tenggara di Moto3
Mempertahankan Danish di MSi 2027 menahan “kebocoran” talenta Asia ke kelas atas terlalu dini. Bagi pembaca Indonesia, tempo itu penting: rival langsung Veda tetap di arena yang sama setidaknya satu musim penuh, sehingga bacaan head-to-head dan klasemen regional lebih terus-menerus.
Dua podium plus juara Brno sudah cukup membuat tim Spanyol percaya. Namun pesan Zulfahmi jelas: kepercayaan tim belum sama dengan izin naik kelas. Target pragmatis adalah menyempurnakan konsistensi balapan di Moto3 dulu, baru membahas opsi Moto2.
Persaingan di kelas junior turut digoyang Maximo Quiles, rival Veda yang digadang-gadang selevel Marc Marquez dan sempat memimpin klasemen Moto3 2026 dengan 140 poin di enam seri. Di lapis Moto2 Inggris yang sama, Manuel Gonzalez sempat selebrasi prematur lawan barisan termasuk Mario Aji; itu jadi pengingat bahwa tekanan akhir balapan di sirkuit Inggris mudah menjebak bahkan pembalap papan atas.







