Surabaya, Optimaise News – Thee Marloes, trio soul asal Surabaya, membawakan album Di Hotel Malibu secara utuh untuk pertama kalinya di panggung Indonesia. Showcase digelar di kota asal mereka di Balai Sahabat pada Sabtu 8 Agustus 2026, dipromotori Bojakrama, sebelum berlanjut ke Jakarta.
Inti artikel
- Thee Marloes, trio soul asal Surabaya, membawakan album Di Hotel Malibu secara utuh untuk pertama kalinya di panggung Indonesia
- Showcase digelar di kota asal mereka di Balai Sahabat pada Sabtu 8 Agustus 2026, dipromotori Bojakrama, sebelum berlanjut ke Jakarta
- Lanjutan acara berlangsung di Produksi Film Negara (PFN) Jakarta Timur pada Sabtu 15 Agustus 2026 lewat People of the Right Project
Lanjutan acara berlangsung di Produksi Film Negara (PFN) Jakarta Timur pada Sabtu 15 Agustus 2026 lewat People of the Right Project. Album yang rilis Mei 2026 lewat Big Crown Records sudah diuji di tur empat minggu Amerika Serikat dan Kanada. Tiket presale ludes, sementara tiket reguler masih tersedia Rp150.000 di Surabaya dan Rp170.000 di Jakarta.
Surabaya Dulu, Jakarta Menyusul: Dua Malam Showcase
Pilihan membuka di Surabaya bukan kebetulan. Kota asal band punya bobot emosional kuat setelah materi diuji di luar negeri. Promotor Bojakrama menangani malam pertama di Balai Sahabat, sementara People of the Right Project mengurus set kedua di PFN.
Dua ekosistem lokal berbeda menandai dua malam itu. Optimaise News merangkum jadwal utuh: Surabaya 8 Agustus di Balai Sahabat, lalu Jakarta 15 Agustus di PFN Jakarta Timur. Format album showcase berarti seluruh trek Di Hotel Malibu dibawakan runut, bukan set campuran biasa.
Urutan strategis ini menempatkan kota asal sebagai gerbang sebelum ibu kota. Fans di Jawa Timur mendapat giliran pertama menonton versi lengkap album setelah tur luar negeri selesai.
Set Spesial: Seluruh Di Hotel Malibu plus Cuplikan Perak

Thee Marloes akan memainkan semua lagu Di Hotel Malibu dari awal hingga akhir. Beberapa nomor dari album debut Perak juga masuk setlist sebagai jembatan ke materi baru.
Album showcase berbeda dari konser reguler. Di format ini band menyajikan materi satu album utuh tanpa potong-potong. Penonton merasakan alur rekaman seperti di studio, ditambah energi live yang sudah matang di panggung AS-Kanada.
Perak sebagai album pertama tetap hadir lewat cuplikan singkat. Kombinasi itu memberi konteks perjalanan band dari debut ke album kedua yang dirilis Big Crown Records.
Jejak Empat Minggu di AS-Kanada yang Baru Ditutup

Tur Amerika Serikat dan Kanada berlangsung empat minggu dan baru saja berakhir. Venue ikonik dilalui band, mulai The Chapel di San Francisco, Elsewhere di Brooklyn, hingga penutup di Montreal International Jazz Festival.
Usai Tur Amerika Utara, Thee Marloes gelar album showcase di rumah. Materi Di Hotel Malibu diuji dulu di hadapan penonton internasional sebelum dibawa pulang utuh. Rangkaian waktu jelas: rilis Mei 2026, tur Juni hingga awal Juli, lalu showcase Agustus di Indonesia.
Validasi luar negeri itu membuat malam di Surabaya dan Jakarta terasa berbeda. Bukan sekadar pulang dari tur, melainkan momen perdana full-album set di panggung domestik.
Dari Big Crown Records ke Panggung Rumah
Di Hotel Malibu adalah album kedua Thee Marloes setelah Perak. Label Big Crown Records merilisnya Mei 2026 dan membuka jalan ke tur internasional.
Lompatan dari label independen ke panggung rumah membawa cerita lengkap. Personel Natassya Sianturi, Sinatrya Dharaka, dan Tommy Satwick membawa suara soul yang sudah diasah di venue luar negeri kembali ke tanah air.
Panggung rumah menjadi penutup alami rantai rilis-tur-showcase. Fans lokal akhirnya mendengar album yang sama persis seperti versi tur, hanya dengan energi pertemuan kembali.
Suara Band soal Momen Bertemu Lagi di Tanah Air
Band menyatakan sudah menunggu momen main utuh di Indonesia sejak album selesai dikerjakan. Mereka ingin penonton rumah merasakan set lengkap yang sama dengan yang dibawa ke AS-Kanada.
Kutipan itu menegaskan bahwa showcase ini lebih dari sekadar konser rutin. Setelah lagu-lagu diuji di The Chapel, Elsewhere, dan Montreal Jazz Festival, kini giliran Surabaya dan Jakarta mendengarnya utuh.
Presale yang ludes memperlihatkan antusiasme tinggi. Tiket reguler yang masih tersedia memberi kesempatan terakhir bagi penikmat soul-pop independen untuk hadir di dua malam spesial itu.
Tanya Jawab Showcase Thee Marloes
Apa arti album showcase dibanding konser biasa?
Album showcase berarti seluruh lagu dari satu album dibawakan utuh dan runut. Konser biasa biasanya mencampur trek dari berbagai album dan single.
Mengapa Surabaya jadi pembuka sebelum Jakarta?
Surabaya adalah kota asal Thee Marloes. Membuka di sana memberi bobot emosional setelah materi diuji di tur AS-Kanada, baru kemudian ke ibu kota.
Berapa harga tiket reguler yang masih tersedia?
Tiket reguler Surabaya Rp150.000 di Balai Sahabat. Jakarta Rp170.000 di PFN. Presale sudah ludes di kedua kota.
Kapan Di Hotel Malibu dirilis dan apa statusnya?
Album dirilis Mei 2026 lewat Big Crown Records. Ini album kedua setelah debut Perak, dan materi utamanya dibawa full di showcase Agustus.







