Surabaya Perlebar Jalan Raya Menganti 950 m ke 15 Meter

Surabaya prioritaskan saluran tepi dan geser utilitas PLN dulu sebelum galian CCSP. Pelebaran Jalan Raya Menganti 950 m tahun ini jadi 15 meter untuk urai.

Author Image

Adel

Surabaya Perlebar Jalan Raya Menganti 950 m ke 15 Meter

– Pemkot Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menetapkan urutan teknis ketat untuk pelebaran Jalan Raya Menganti. Saluran tepi dikerjakan lebih dulu di lahan yang sudah dibebaskan, disusul pemindahan utilitas PLN ke selatan, baru galian badan jalan dan pemasangan CCSP.

Inti artikel

  • Pemkot Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menetapkan urutan teknis ketat untuk pelebaran Jalan Raya Menganti
  • Urutan itu menjadi prasyarat agar koridor utama menuju Kabupaten Gresik bisa diperlebar dari sekitar 11 meter menjadi 15 meter
  • Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah menyampaikan rincian pekerjaan pada 22 Juli 2026

Urutan itu menjadi prasyarat agar koridor utama menuju Kabupaten Gresik bisa diperlebar dari sekitar 11 meter menjadi 15 meter. Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah menyampaikan rincian pekerjaan pada 22 Juli 2026. Optimaise News merangkum alur kerja sisi kota yang jarang dijabarkan media lain, berikut dampaknya di Babatan Unesa hingga Wiyung.

Segmen 950 Meter Tahun Ini dari Rencana Total 1.900 Meter

Tahun ini DSDABM memfokuskan pembangunan pada segmen sepanjang sekitar 950 meter. Angka itu merupakan bagian dari total rencana sekitar 1.900 meter di sisi Kota Surabaya.

Pelebaran menyasar koridor utama yang menghubungkan Surabaya dengan Kabupaten Gresik. Targetnya menaikkan lebar jalan dari sekitar 11 meter menjadi 15 meter agar kapasitas lalu lintas meningkat.

Segmen 950 meter ini berdiri berdampingan dengan proyek empat lajur yang digarap Pemkab Gresik di ruas Menganti. Koordinasi lintas wilayah jadi penentu kelancaran seluruh koridor.

Pekerjaan tidak hanya memperlebar badan jalan. Sistem drainase dimasukkan sejak awal agar genangan tidak memicu kemacetan baru setelah pelebaran selesai.

Saluran Tepi Dibangun Lebih Dulu sebagai Drainase ke Sungai Tengah

Saluran Tepi Dibangun Lebih Dulu sebagai Drainase ke Sungai Tengah
Ilustrasi saluran Tepi Dibangun Lebih Dulu sebagai Drainase ke Sungai Tengah.

Saluran tepi dikerjakan lebih dulu karena lahan di sisi jalan sudah dibebaskan. Saluran ini mengalirkan air ke sungai di tengah koridor.

Logika teknisnya sederhana. Drainase harus siap sebelum badan jalan digali agar air tidak menggenangi area kerja atau mengikis struktur baru.

Sistem ini menjawab keluhan lama di kawasan padat. Genangan kecil sering memicu antrian panjang di jam sibuk, terutama menuju Gresik.

Dengan saluran tepi selesai dulu, tahap berikutnya bisa berjalan tanpa risiko banjir lokal. Pendekatan ini membedakan proyek sisi Surabaya dari fokus semata-mata pembebasan lahan di seberang batas kota.

Utilitas PLN Digeser ke Selatan: Tiang, Kabel, dan Trafo

Utilitas PLN Digeser ke Selatan: Tiang, Kabel, dan Trafo
Ilustrasi utilitas PLN Digeser ke Selatan: Tiang, Kabel, dan Trafo.

Setelah saluran tepi, DSDABM berkoordinasi dengan PLN untuk menggeser jaringan listrik ke sisi selatan. Pekerjaan mencakup tiang baru, pemindahan kabel, dan penataan trafo.

Pemindahan utilitas jadi penentu jadwal galian. Selama jaringan masih di jalur lama, alat berat tidak bisa masuk ke badan jalan.

Hidayat Syah menegaskan koordinasi terus berjalan agar tidak ada tumpang tindih. Tiang dan kabel harus aman sebelum digali lebih dalam.

Langkah ini jarang dibahas media yang berfokus pada data bidang tanah di Gresik. Padahal di sisi kota, utilitas PLN justru menjadi bottleneck operasional yang paling nyata.

Sasaran Macet: Menganti, Babatan Unesa, hingga Wiyung

Tujuan utama pelebaran adalah mengurai kemacetan di Jalan Raya Menganti, Babatan Unesa, Wiyung, dan kawasan sekitar. Titik-titik itu menjadi langganan antre panjang setiap hari kerja.

Pengguna jalan dari Unesa ke arah Gresik sering terjebak di simpang dan ruas sempit. Pelebaran ke 15 meter diharapkan memberi ruang manuver lebih luas.

Dampak lokal di sisi Surabaya ditekankan DSDABM. Bukan hanya angka lajur, melainkan kelancaran arus dari Wiyung hingga batas kota yang langsung terasa warga.

Dengan drainase dan utilitas sudah beres, risiko macet sekunder akibat genangan atau pekerjaan mendadak bisa ditekan. Penduduk sekitar diharapkan merasakan manfaat lebih cepat.

Setelah Utilitas Selesai: Galian Badan Jalan dan CCSP

Begitu pemindahan utilitas PLN tuntas, tahap galian badan jalan dimulai. Tim memasang CCSP atau tiang pancang beton untuk memperkuat struktur.

CCSP menjaga kestabilan tanah di bawah jalur baru yang lebih lebar. Tanpa fondasi itu, pelebaraan 11 ke 15 meter rawan penurunan di kemudian hari.

Galian tengah hanya boleh berlangsung setelah saluran tepi dan jaringan listrik aman. Urutan ketat ini mencegah pekerjaan bolak-balik yang membuang waktu dan anggaran.

Alur teknis satu atap sisi Surabaya drainase dulu, PLN digeser, lalu galian dan CCSP menjadi pembeda. Media yang berpusat di Gresik jarang mengurai rantai kerja operasional ini.

FAQ Pelebaran Jalan Raya Menganti Surabaya

Berapa panjang yang dikerjakan DSDABM tahun ini?

Sekitar 950 meter dari total rencana sekitar 1.900 meter di sisi Kota Surabaya.

Mengapa saluran tepi harus dikerjakan lebih dulu?

Lahan sudah dibebaskan dan saluran berfungsi sebagai drainase ke sungai tengah. Ini prasyarat agar genangan tidak mengganggu galian badan jalan.

Apa yang digeser dari utilitas PLN?

Jaringan digeser ke sisi selatan meliputi tiang baru, kabel, dan trafo. DSDABM berkoordinasi langsung dengan PLN agar jadwal galian tidak tertunda.

Optimaise News akan terus memantau perkembangan tahap berikutnya setelah utilitas selesai. Pelebaran ini diharapkan segera meredakan macet di koridor Menganti-Wiyung tanpa menciptakan masalah drainase baru.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.