Surabaya, Optimaise News – Thailand Week 2026 digelar 24-26 Juli 2026 di Grand Atrium Pakuwon Mall, Surabaya. Acara ini diprakarsai Thai Trade Center di bawah DITP Kementerian Perdagangan Thailand dengan target negosiasi dagang 30 juta THB dalam setahun ke depan.
Inti artikel
- Thailand Week 2026 digelar 24-26 Juli 2026 di Grand Atrium Pakuwon Mall, Surabaya
- Fokusnya bukan sekadar peluang menjelajah pesona negeri gajah putih
- Zona business matching di 33 booth menjadi jembatan ekonomi bilateral bagi importir dan distributor Indonesia, terutama di hub Jawa Timur
Fokusnya bukan sekadar peluang menjelajah pesona negeri gajah putih. Zona business matching di 33 booth menjadi jembatan ekonomi bilateral bagi importir dan distributor Indonesia, terutama di hub Jawa Timur. Optimaise News memetakan peluang praktis ini sebagai titik temu bisnis nyata, bukan hanya showcase gaya hidup.
Target 30 Juta THB: Apa yang Ditawarkan Zona Business Matching
Zona business matching mempertemukan eksportir Thailand langsung dengan importir, distributor, dan mitra potensial RI. Direktur Thai Trade Center Jakarta Mrs. Hataichanok Sivara menegaskan target 30 juta THB itu bisa dicapai lewat pertemuan satu lawan satu yang intens.
Bagi pelaku usaha di Surabaya dan sekitarnya, zona ini memberi peta peluang jelas. Mereka bisa negosiasi produk makanan-minuman, kesehatan-kecantikan, hingga elemen budaya Thailand dalam waktu singkat. Sintesis target plus komposisi booth memudahkan importir merancang langkah lanjutan tanpa harus terbang ke Bangkok dulu.
Pendekatan ini menjembatani dua audiens sekaligus. Pelaku usaha mendapat akses pasar, sementara penikmat tren gaya hidup merasakan pesona negeri gajah secara langsung di mal.
Rincian 33 Booth: 15 Eksportir Thailand Temui 15 Importir RI
Total 33 booth terdiri atas 15 eksportir Thailand, 15 importir Indonesia, dan 3 booth instansi pemerintah Thailand. Susunan ini memberi implikasi praktis bagi mitra bisnis lokal di Jawa Timur. Importir RI bisa bertemu pemasok Thailand di satu lokasi, didukung kehadiran pejabat yang memudahkan urusan regulasi dan sertifikasi.
Tiga booth pemerintah menjadi penopang. Mereka menyediakan informasi perdagangan, promosi, dan jaringan resmi. Bagi distributor Surabaya, ini mengurangi risiko mitra baru karena ada pihak resmi yang mendampingi.
Komposisi seimbang 15 lawan 15 menciptakan ruang matching yang setara. Eksportir Thailand membawa sampel unggulan, sementara importir RI datang dengan kebutuhan pasar domestik yang sudah terukur.
Dubes Prapan Disyatat Resmikan Festival di Grand Atrium Pakuwon
H.E. Mr. Prapan Disyatat, Dubes Thailand untuk Indonesia, meresmikan festival didampingi Mrs. Hataichanok Sivara dan Mrs. Nassaree Pathan. Pembukaan digelar di Grand Atrium Pakuwon Mall dengan tema Excellence Beyond Borders, United in Value.
Kehadiran pejabat tertinggi ini menegaskan komitmen dua negara. Acara bukan hanya seremoni, tetapi sinyal bahwa jalur dagang Indonesia-Thailand diperkuat lewat titik temu fisik di kota perdagangan penting seperti Surabaya.
Pengunjung dari kalangan bisnis dan masyarakat umum disambut suasana yang memadukan produk dan budaya. Optimaise News melihat pembukaan ini sebagai penanda bahwa gajah putih Surabaya kini punya wajah ekonomi yang lebih tegas.
Kuliner Thailand Naik Daun: Autentik, Adaptif, Didorong Digital
Kuliner Thailand menjadi daya tarik utama di booth makanan-minuman. Menu autentik seperti tom yum, pad thai, dan green curry ditawarkan, tetapi banyak yang sudah diadaptasi agar cocok dengan selera konsumen lokal yang cenderung kurang pedas atau lebih manis.
Inovasi penyesuaian rasa ini jadi faktor daya saing di pasar RI. Produsen Thailand tidak memaksa rasa asli 100 persen, melainkan menyesuaikan agar diterima lebih luas tanpa kehilangan identitas. Tren konsumsi kuliner internasional yang terus naik mendukung langkah tersebut.
Platform digital, media sosial, dan layanan pesan-antar memperluas jangkauan. Restoran dan penjaja Thai food di Indonesia memanfaatkan kanal ini untuk menjangkau pelanggan di luar mal. Hasilnya, demand terus tumbuh dan membuka peluang pasokan bahan baku lebih besar.
Komitmen Thai Trade Center Perkuat Jalur Dagang Indonesia-Thailand
Thai Trade Center menegaskan festival ini bagian dari strategi jangka panjang. Mereka ingin jalur dagang tidak hanya berhenti di pameran, tetapi berlanjut ke kontrak, pengiriman rutin, dan kemitraan distributor di Indonesia.
Dengan 15 importir RI yang sudah dilibatkan, fondasi untuk ekspansi lebih mudah. Pelaku usaha Jawa Timur punya posisi strategis karena pelabuhan dan jaringan logistik yang mendukung arus barang dari Thailand.
Komitmen ini menjawab kebutuhan kedua pihak. Thailand mendapat akses pasar besar, Indonesia mendapat pasokan produk berkualitas dengan nilai tambah budaya yang sedang digemari.







