Jakarta, Optimaise News – Tarif listrik PLN pada 10, 16 Agustus 2026 masih sama dengan tarif Triwulan III 2026 yang berlaku Juli hingga September. Pemerintah memutuskan 13 golongan nonsubsidi tidak naik, sementara 24 golongan bersubsidi juga tetap. Artinya, harga per kWh yang kamu bayar di meter prabayar maupun tagihan pascabayar tidak berubah di pekan ini.
Inti artikel
- Tarif listrik PLN pada 10, 16 Agustus 2026 masih sama dengan tarif Triwulan III 2026 yang berlaku Juli hingga September
- Pemerintah memutuskan 13 golongan nonsubsidi tidak naik, sementara 24 golongan bersubsidi juga tetap
- Artinya, harga per kWh yang kamu bayar di meter prabayar maupun tagihan pascabayar tidak berubah di pekan ini
Bagi pelanggan prabayar, hitungan token lebih praktis: setelah dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah, nominal Rp50.000 di Jakarta untuk daya 1.300 VA berkonversi sekitar 33,1 kWh. Optimaise News merangkum daftar tarif per kWh lengkap, contoh konversi multi-nominal, dan cara cek resmi agar pengeluaran bulanan langsung terbayang.
Mengapa tarif listrik triwulan III 2026 diputuskan tetap
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa tarif listrik Triwulan III 2026 ditetapkan tetap demi menjaga daya beli masyarakat dan mendukung stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan itu mencakup pelanggan bersubsidi maupun nonsubsidi. Evaluasi untuk nonsubsidi dilakukan setiap tiga bulan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024.
Parameter makro yang dipakai merujuk realisasi Februari, April 2026: kurs Rp16.959,32 per dolar AS, Indonesian Crude Price 96,12 dolar per barel, inflasi 0,21 persen, serta Harga Batubara Acuan 70 dolar per ton dengan skema DMO. Karena parameter tersebut dinilai tidak menekan biaya hingga perlu penyesuaian, tarif dasar per kWh digelar sama sampai akhir September 2026. Tidak ada diskon tarif listrik tambahan yang diumumkan untuk periode ini; yang dijaga adalah ketetapan harga dasar.
Daftar tarif listrik per kWh: rumah tangga, bisnis, dan pemerintah
Berikut rincian yang berlaku 9, 16 Agustus 2026 (sama dengan kerangka Juli, September). Angka di bawah adalah tarif dasar sebelum PPJ lokal.
| Golongan / daya | Tarif (Rp/kWh) |
|---|---|
| Rumah tangga nonsubsidi 900 VA | 1.352 |
| Rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA | 1.444,70 |
| Rumah tangga 3.500, 5.500 VA dan 6.600 VA ke atas | 1.699,53 |
| Subsidi 450 VA | 415 |
| Subsidi 900 VA | 605 |
| 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) | 1.352 |
| Bisnis B-2/TR 6.600 VA, 200 kVA | 1.444,70 |
| P-1/TR (kantor pemerintah) dan P-3/TR (penerangan jalan) | 1.699,53 |
Catatan penting di lapangan: pelanggan 900 VA subsidi (Rp605) berbeda dari 900 VA RTM (Rp1.352). Yang pertama masih menikmati skema subsidi, yang kedua sudah diperlakukan seperti rumah tangga mampu nonsubsidi. Dalam praktik, cek stiker meter atau aplikasi PLN Mobile untuk memastikan kode golongan sebelum menghitung budget bulanan.
Token Rp50.000 dan nominal lain: konversi kWh setelah PPJ
Harga token listrik tidak 100 persen masuk ke kWh. Di Jakarta, PPJ contohnya 2,4 persen untuk daya sampai 2.200 VA, 3 persen untuk 3.500, 5.500 VA, dan 4 persen untuk 6.600 VA ke atas. Rumus sederhananya: (nominal token dikurangi PPJ daerah) dibagi tarif dasar per kWh = kWh yang masuk meter.
Untuk golongan R-1/TR 1.300 VA di Jakarta, rincian setelah PPJ yang sering dipakai: token Rp20.000 sekitar 13,2 kWh; Rp50.000 sekitar 33,1 kWh; Rp100.000 sekitar 66,2 kWh; Rp250.000 sekitar 132,3 kWh; Rp500.000 sekitar 328,9 kWh; Rp1 juta sekitar 659,7 kWh. Ringkasan khusus token Rp50.000 per golongan (angka rujukan Jakarta): sekitar 36,09 kWh untuk 900 VA; 33,78 kWh untuk 1.300, 2.200 VA; 28,54 kWh untuk 3.500, 5.500 VA; dan 28,24 kWh untuk 6.600 VA ke atas.
Kalau dipakai sebagai estimasi harian, token Rp50.000 di 1.300 VA kira-kira menutup 1, 1,5 hari penggunaan hemat-moderate, sementara Rp100.000 mendekati 2, 3 hari. Angka ini hanya acuan; perangkat AC, pompa, dan setrika menggeser konsumsi jauh lebih cepat. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, perhitungan di kota dengan PPJ berbeda akan sedikit bergeser, jadi selalu sesuaikan dengan persen PPJ daerahmu.
Prabayar vs pascabayar: beda bayar, tarif sama
Pelanggan prabayar dan pascabayar dikenai tarif listrik pln golongan yang sama. Perbedaannya hanya skema: prabayar memotong kWh di muka lewat kode 20 digit, pascabayar menagih di akhir periode. Tidak ada potongan “diskon tarif listrik” otomatis hanya karena memilih prabayar; yang berubah adalah pola kas bulanan.
Prabayar cocok jika ingin mengunci pengeluaran harian. Pascabayar lebih nyaman untuk bisnis atau rumah dengan konsumsi stabil. Keduanya tetap merujuk tabel tarif listrik per kWh di atas sampai September 2026.
Cara cek dan beli token lewat kanal resmi serta aplikasi
Cek ketentuan terbaru di pln.co.id atau lewat PLN Mobile. Beli token bisa lewat Shopee (menu Pulsa, Tagihan & Tiket lalu Listrik PLN), DANA (menu Listrik prabayar), atau minimarket: serahkan nomor meter atau ID pelanggan 11, 12 digit, pilih nominal, bayar, lalu masukkan kode 20 digit ke meteran.
Pastikan nomor meter benar agar kode tidak masuk rekening lain. Simpan struk digital. Jika kWh yang masuk jauh lebih kecil dari estimasi, cocokkan dulu PPJ dan golongan VA di aplikasi sebelum mengadu ke call center.







