Tangerang, Optimaise News – Insiden fatal di peron Stasiun Jurang Mangu, Tangerang Selatan, menghentikan operasional Commuter Line relasi Tanah Abang, Parung Panjang hingga 25 menit pada Senin sore. Seorang siswi SMA tewas tertemper kereta, sementara empat rangkaian di lintas Rangkasbitung ikut terlambat.
Inti artikel
- Seorang siswi SMA tewas tertemper kereta, sementara empat rangkaian di lintas Rangkasbitung ikut terlambat
- Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.45 WIB
- Rangkaian KA 1742D rute Tanah Abang, Parung Panjang mendekati stasiun ketika korban berada di area peron
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Optimaise News merangkum, korban diidentifikasi sebagai siswi kelas 10, jenazah dievakuasi ke RSUD Tangerang Selatan, dan polisi masih memeriksa apakah kematian terkait dugaan bunuh diri atau penyebab lain.
Kronologi kejadian di Stasiun Jurangmangu
Rangkaian KA 1742D rute Tanah Abang, Parung Panjang mendekati stasiun ketika korban berada di area peron. Saksi menyebut korban terlihat terburu-buru ingin masuk gerbong saat kereta belum berhenti sepenuhnya.
Ada keterangan bahwa korban berada terlalu dekat dengan bibir peron. Petugas pengamanan di lokasi langsung mengamankan area agar penumpang lain tidak mendekat, lalu menghubungi kepolisian dan layanan medis.
Polisi tiba sekitar pukul 17.30 WIB. Evakuasi berlangsung kurang lebih satu jam dan dinyatakan selesai pukul 18.30 WIB. Keluarga korban sudah mengetahui peristiwa itu dan datang ke stasiun.
Tanggapan KAI Commuter atas insiden dan dampak jadwal

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyebut penanganan dilakukan terhadap insiden orang tertemper di area Stasiun Jurangmangu Senin sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas berkoordinasi dengan kepolisian, medis, dan keluarga.
KAI Commuter menyampaikan keprihatinan dan duka cita. Perusahaan juga meminta maaf kepada pengguna karena perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung terlambat selama proses penanganan.
Dalam rangkuman Optimaise News dari pernyataan resmi, keselamatan pengguna, petugas, dan operasional tetap diprioritaskan. Penumpang diimbau mematuhi arahan petugas di lapangan serta menjaga jarak aman dari bibir peron.
Penyelidikan polisi di balik kematian siswi SMA
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyatakan korban adalah cewek SMA kelas 10. Ia menegaskan penyebab kematian belum ditetapkan, termasuk apakah ada dugaan bunuh diri.
“Belum bisa diketahui dulu ya (dugaan bunuh diri atau tidak), kita lagi mengecek. Korban dibawa ke rumah sakit ke RSUD ya,” jelas Boy kepada wartawan Senin (10/8/2026).
Polisi mengumpulkan saksi, bukti, dan hasil identifikasi di RSUD setempat. Kesimpulan resmi baru disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai.
Langkah keselamatan yang disarankan bagi pengguna KRL
Insiden di Jurang Mangu mengingatkan penumpang harian agar tidak mendekati rel sebelum kereta benar-benar berhenti. Area peron di jam pulang sekolah dan sore sering padat, sehingga terburu-buru naik gerbong berisiko tinggi.
KAI Commuter mengajak masyarakat lebih peduli dan memberi dukungan psikologis kepada orang di sekitar. Bila melihat perilaku berisiko di peron, segera laporkan petugas pengamanan stasiun.
Koordinasi antara petugas stasiun, polisi, dan tim medis pada Senin itu menjadi contoh alur penanganan: isolasi lokasi, panggil otoritas, evakuasi, lalu normalisasi jalur.
Data keterlambatan perjalanan Commuter Line
Dampak operasional paling terasa di lintas green line / Rangkasbitung. Berikut ringkasan keterlambatan yang diumumkan KAI Commuter:
| Nomor KA | Relasi | Keterlambatan |
|---|---|---|
| 1742D | Tanah Abang, Parung Panjang | 25 menit |
| 1744D | Tanah Abang, Rangkasbitung | 22 menit |
| 1746D | Tanah Abang, Rangkasbitung | 20 menit |
| 1748D | Tanah Abang, Tigaraksa | 14 menit |
Pernyataan di akun X KAI Commuter juga meminta maaf atas keterlambatan lintas Rangkasbitung terkait penemperan di Stasiun Jurangmangu pada KA 1742D. Wilayah Jurang Mangu Barat dan jalur Pondok Aren yang sering dilalui penumpang regular turut merasakan antrean dan jadwal bergeser sore itu.







