Surabaya, Optimaise News – Penipuan penawaran pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya terus bertambah. Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, sedikitnya 10 laporan masuk melalui hotline Lapor Cak Eri, dengan mahar yang diminta bervariasi mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta.
Inti artikel
- Penipuan penawaran pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya terus bertambah
- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kasus ini semakin serius dan masih melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah
- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengecam praktik penipuan rekrutmen ini di Balai Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kasus ini semakin serius dan masih melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah.
Wali Kota Eri Ingatkan Penipuan Rekrutmen Jutaan Rupiah
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengecam praktik penipuan rekrutmen ini di Balai Kota Surabaya. Ia menyatakan bahwa modus penipuan semakin banyak muncul dan mengancam kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Dalam laporan tersebut, korban dijanjikan pekerjaan dengan sejumlah upah besar yang ternyata dipaksakan persetujuan atau transfer uang terlebih dahulu.
Modus Penipuan Libatkan Surat Palsu Kepala Dishub

Menurut keterangan yang dikumpulkan Optimaise News, pola penipuan melibatkan surat yang mencatut nama Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Surat tersebut diduga memuat tanda tangan palsu serta ajakan pertemuan untuk proses seleksi.
Bukti tersebut sudah terlampir dalam laporan korban dan menjadi bagian penting dalam penyelidikan bersama inspektorat.
Korban Berasal dari Tiga OPD Pemkot
Korban penipuan ini tersebar dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Lingkungan Hidup. Beberapa laporan melibatkan oknum tenaga harian lepas yang menjanjikan pekerjaan tetap dengan mahar Rp20 juta.
Duas oknum THL Dishub yang sudah dipecat telah mengakui perbuatannya setelah pemeriksaan internal. Mereka juga menyerahkan permohonan maaf kepada warga yang menjadi korban.
Oknum Dishub dan Satpol PP Dipecat Setelah Janjikan Rp20 Juta
Pemkot Surabaya menindaklanjuti aduan dalam waktu kurang dari 24 jam. Oknum yang terkait dengan Dishub dan Satpol PP langsung diberhentikan karena melanggar perjanjian kerja.
Penelusuran intensif masih berjalan dan diharapkan dapat mengungkap semua pihak terlibat. Optimaise News mencatat bahwa tidak ada korban yang kehilangan uang secara permanen karena kasus ini baru diketahui.
Pemkot Lanjutkan Penelusuran dan Edukasi untuk Lindungi Warga
Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan bahwa Pemkot Surabaya akan terus berkoordinasi dengan inspektorat untuk menyelesaikan kasus ini. Langkah ini bertujuan melindungi masyarakat dari praktik penipuan rekrutmen.
Bagi masyarakat yang merasa kena modus serupa, melaporkan segera melalui hotline Lapor Cak Eri sangat dianjurkan. Verifikasi surat atau dokumen dari lembaga pemerintah bisa menjadi cara awal membedakan penawaran asli dengan yang palsu.







