Jakarta, Optimaise News – Jaksa Agung ST Burhanuddin mewajibkan seluruh pejabat yang dilantik menjaga integritas diri serta keluarga lewat pola hidup sederhana, tegas, dan bertanggung jawab. Perintah itu disampaikan dalam pelantikan 15 Kepala Kejaksaan Tinggi beserta pejabat eselon II pada 11 Agustus 2026 di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Inti artikel
- Burhanuddin menegaskan pejabat daerah merupakan cerminan langsung institusi Adhyaksa di mata masyarakat
- Optimaise News mencatat pesan tersebut ditujukan agar kepercayaan publik tetap terjaga di tengah tuntutan pengawasan yang semakin ketat
- Dalam sambutannya, Jaksa Agung menekankan pejabat yang baru dilantik wajib memberi contoh nyata kepada jajaran di bawahnya
Burhanuddin menegaskan pejabat daerah merupakan cerminan langsung institusi Adhyaksa di mata masyarakat. Optimaise News mencatat pesan tersebut ditujukan agar kepercayaan publik tetap terjaga di tengah tuntutan pengawasan yang semakin ketat.
Pesan Keteladanan untuk Pejabat Daerah
Dalam sambutannya, Jaksa Agung menekankan pejabat yang baru dilantik wajib memberi contoh nyata kepada jajaran di bawahnya. Hidup sederhana bukan sekadar slogan, melainkan fondasi agar keputusan hukum tetap jernih dan bebas pengaruh.
Keteladanan itu mencakup keluarga. Burhanuddin mengingatkan bahwa perilaku di rumah dan lingkungan sosial turut membentuk citra lembaga di wilayah masing-masing. Tegas dan bertanggung jawab menjadi dua sikap yang harus menyertai kesederhanaan tersebut.
Instruksi ini datang di momen pergantian kepemimpinan daerah kejaksaan. Momentum pelantikan dimanfaatkan untuk menanamkan standar perilaku yang sama dari pusat hingga ujung wilayah.
Sinergi Forkopimda Tanpa Hilangkan Independensi

Khusus kepada 15 Kajati baru, Burhanuddin memberi arahan membangun sinergi solid dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Tujuan utamanya menjaga stabilitas wilayah. Kolaborasi itu harus dilakukan tanpa mengorbankan independensi penuntutan.
Sinergi yang dimaksud berupa komunikasi rutin dan koordinasi limih. Kajati diminta memahami dinamika lokal sambil tetap menjaga garis tegas penegakan hukum. Pendekatan ini diharapkan meredam potensi ketegangan antarinstansi di daerah.
Dengan jajaran yang solid, penanganan perkara dapat berjalan lebih cepat dan terukur. Publik akan melihat kejaksaan sebagai mitra yang andal, bukan semata lembaga yang berdiri sendiri.
Transparansi Capaian dan Pengawasan Melekat
Burhanuddin meminta insan Adhyaksa memperkuat transparansi publik. Caranya melalui publikasi capaian kinerja yang aktif dan berkelanjutan. Masyarakat berhak mengetahui hasil kerja kejaksaan secara terbuka.
Di sisi internal, pengawasan melekat wajib ditingkatkan ketat. Ruang untuk penyalahgunaan wewenang harus ditutup sedini mungkin. Setiap indikasi pelanggaran ditindak tegas berjenjang sesuai peraturan perundang-undangan.
Waskat yang ketat bukan untuk menakut-nakuti, melainkan melindungi integritas lembaga. Pejabat yang bersih akan merasa lebih tenang menjalankan tugas jika sistem kontrol berjalan efektif.
Apresiasi bagi Pejabat Lama dan Keluarga
Jaksa Agung menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian selama masa jabatan. Dedikasi mereka dinilai telah memberi fondasi bagi regenerasi yang berlangsung hari ini.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada istri pengurus Ikatan Adhyaksa Dharma Karini. Kesetiaan dan dukungan keluarga dinilai krusial agar pejabat dapat fokus menjalankan tugas tanpa beban di rumah.
Dengan dukungan keluarga yang kuat, pejabat baru diharapkan mampu menjalani hidup sederhana secara konsisten. Nilai itu kemudian mengalir ke jajaran di bawahnya.







