Jakarta, Optimaise News – Sutradara Awi Suryadi mengungkapkan film Perumahan Laddaland mendapat sambutan positif dari sineas Thailand Sophon Sakdaphisit, sutradara asli film Ladda Land 2011. Sophon Sakdaphisit memberikan keleluasaan penuh kepada tim produksi Indonesia untuk mengadaptasi cerita agar sesuai dengan budaya dan kondisi masyarakat saat ini.
Inti artikel
- Proses ini tidak dibayangi tuntutan mempertahankan elemen asli secara keseluruhan
- Awi Suryadi menunjukkan hasil akhir film kepada Sophon Sakdaphisht karena perbedaan waktunya sangat jauh, dari 2011 hingga 2026
- Respons yang diterima pun di luar dugaan, dengan kata Awi: “Suka banget dia justru.”
Proses ini tidak dibayangi tuntutan mempertahankan elemen asli secara keseluruhan. Awi Suryadi menunjukkan hasil akhir film kepada Sophon Sakdaphisht karena perbedaan waktunya sangat jauh, dari 2011 hingga 2026. Respons yang diterima pun di luar dugaan, dengan kata Awi: “Suka banget dia justru.”
Kebebasan Adaptasi yang Memberikan Keuntungan Kreatif
Sophon Sakdaphisit memberi kebebasan total sejak awal agar tim Indonesia bisa menyesuaikan cerita dengan latar sosial dan budaya lokal. Awi Suryadi menjelaskan adaptasi tidak sekadar menyalin film Thailand, melainkan membawa nuansa yang lebih relevan bagi penonton Indonesia saat ini. Kebebasan ini menjadi nilai tambah karena proses produksi berjalan dengan lancar tanpa campur tangan luar yang membatasi kreativitas.
Latar Waktu yang Diperbarui dari 2011 ke 2026
Salah satu perubahan paling mencolok adalah latar waktunya yang dibuat lebih modern. Versi Thailand berlatar 2011, sementara Perumahan Laddaland kini menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia tahun 2026. Awi Suryadi menyebut perubahan ini membuat cerita terasa lebih dekat dan updated dengan kondisi saat ini.
Tim juga mengembangkan karakter pendukung seperti Neng dan Ani agar penonton lokal lebih mudah mengenali dan terhubung secara emosional. Perbedaan ini melengkapi adaptasi tanpa mengurangi esensi cerita asli.
Membangun Atmosphere Horor di Latar Perumahan Mewah
Menghadirkan teror di kawasan perumahan yang luas menjadi tantangan tersendiri. Awi Suryadi mengakui kesulitan utama bukan pada adegan tertentu, melainkan menciptakan suasana horor yang konsisten di seluruh set. Lighting yang panjang dan tak terlihat oleh kamera menjadi kunci agar atmosfer tetap menggembirangkan tanpa kehilangan ketegangan.
Proses ini memakan waktu karena set tidak hanya satu rumah, melainkan seluruh kompleks perumahan. Hasilnya, film berhasil menyajikan horor psikologis yang kuat di lingkungan mewah yang seharusnya memberikan kenyamanan.
Drama Keluarga yang Menguras Emosi Penonton
Perumahan Laddaland mengisahkan keluarga Tomy yang pindah ke kawasan mewah untuk kehidupan baru. Harapan tersebut berubah menjadi teror mistis ketika berbagai kejadian supranatural menghantui lingkungan. Cerita ini menggabungkan unsur horor dengan drama keluarga yang menguji keharmonisan hubungan.
Titi Kamal menekankan keluarga tetap nomor satu di tengah ujian hidup. Bagi pembaca Indonesia, cerita ini relevan karena sering kali menyangkut masalah keuangan dan tekanan hidup yang bikin keluarga goyah. Awi Suryadi menyebut film ini adalah horor paling sedih yang pernah ia buat, karena menguras emosi melalui perjalanan keluarga yang rapuh.
Perspektif Aktor dalam Proses Produksi
Azis Doa Ibu yang berperan Parto menambahkan komedi yang disetujui pihak Thailand. Azis menjelaskan diskusi panjang dengan Awi Suryadi agar humor tetap menyatu tanpa mengurangi ketegangan. Pihak Thailand bahkan minta tambahan dialog untuk memperkaya koleksi cerita.
Sarah Tumiwa yang memerankan Ani mengakui tantangan besar dalam membangun karakter itu. Dengan arahan dari Awi Suryadi dan referensi dari kakaknya, ia berhasil membuat penonton merasa terhubung dengan sosok tetangga yang awalnya ramah lalu berubah mengerikan.
Lele Laila yang menulis naskah juga berkontribusi menyempurnakan cerita dengan elemen baru selain unsur religious. Kolaborasi Awi Suryadi dan Lele Laila selama ini telah menghasilkan banyak film horor sukses, dan Perumahan Laddaland menjadi bukti keseriusan mereka dalam menggarap proyek adaptasi internasional.







