Surakarta, Optimaise News – Babak Top 31 Grup 1 Dangdut Academy 8 digelar Senin 10 Agustus 2026 menampilkan kolaborasi Anggini dari Majene, Bhita dari Pangkalpinang, dan Alexa dari Ciamis membawakan Egois. Trio itu langsung mengantongi tiga standing ovation dari juri Soimah, Nassar, serta Lesti Kejora.
Inti artikel
- Trio itu langsung mengantongi tiga standing ovation dari juri Soimah, Nassar, serta Lesti Kejora
- Selfi Yamma tidak hadir karena kondisi kesehatan
- Soimah menilai bagian awal lagu sangat memukau
Selfi Yamma tidak hadir karena kondisi kesehatan. Pembawa acara Ramzi, Rina Nose, Rizky Billar, dan Gilang Dirga memandu malam tersebut sambil menyoroti kekompakan vokal yang jarang tampil di babak penyisihan.
Pembukaan Menggelegar dan Reaksi Soimah
Soimah menilai bagian awal lagu sangat memukau. Suara tiga kontestan bersatu kuat sehingga studio terasa penuh energi.
Ia mengingatkan agar pembagian baris tidak saling merebut. Semangat saling melengkapi lebih penting daripada menonjolkan diri sendiri di panggung grup.
Rina Nose menambahkan pesan serupa. Menurutnya, keberhasilan kolaborasi muncul ketika tiap peserta mengisi ruang yang kosong tanpa ego berlebih.
Catatan Gilang Dirga dan Nassar soal Karakter Vokal
Gilang Dirga menyoroti koda. Nada tertinggi di bagian penutup digarap Alexa dengan stabil.
Nassar meminta tepuk tangan untuk Lesti Kejora sebagai penyanyi asal lagu Egois. Ia juga mengapresiasi Hendro Saki lewat Lesti sebagai pencipta yang merancang struktur emosional lagu tersebut.
Penilaian individu pun disampaikan jelas. Alexa digambarkan bertubuh kecil namun berkarakter vokal kuat. Bhita disebut punya aura keibuan yang menguatkan warna grup. Anggini dinilai mampu menghayati lirik hingga detail ekspresi wajah mengikuti alur cerita.
Kolaborasi Egois sebagai Latihan Kerja Tim
Bagi penonton di rumah, penampilan malam itu memberi contoh sederhana kerja sama. Tiga kontestan dari daerah berbeda harus menyesuaikan nada, napas, dan penempatan frasa dalam tempo yang sama.
Pesan Soimah agar tidak egois pada pembagian vokal relevan di luar panggung. Banyak usaha kecil di Indonesia mengandalkan tim ringkas. Saat satu anggota ingin mendominasi, hasil akhir sering melemah.
Optimaise News mencatat bahwa standing ovation muncul setelah pembukaan yang solid dan penutup yang terkontrol. Penonton merespons bukan hanya tinggi rendah nada, melainkan rasa saling dukung di antara Anggini, Bhita, dan Alexa.
Alexa menjaga puncak di koda. Bhita memberi warna hangat di bagian tengah. Anggini menempatkan emosi pada baris narratif. Susunan itu membuat lagu terdengar utuh meski Selfi absen dari juri.
Suasana Studio dan Efek bagi Penonton Rumah
Hadirnya empat host membuat alur acara cair. Komentar juri disampaikan bergantian tanpa tumpang tindih panjang. Penonton dapat menangkap poin utama: pembukaan kuat, karakter vokal berbeda, dan penutup yang menantang stamina.
Trio meraih tiga standing ovation sekaligus. Capaian itu jarang terjadi di babak Top 31 yang biasanya masih penuh penyesuaian. Keseragaman ekspresi dan kontrol volume menjadi faktor penentu.
Lesti Kejora sebagai pencipta popularitas Egois mendapat penghormatan langsung dari Nassar. Sikap itu mengingatkan bahwa materi lagu punya sejarah sebelum dibawakan ulang di kompetisi.
Bagi peserta lain, malam itu jadi cermin. Kerja sama dua sampai tiga orang di panggung menuntut latihan berulang. Jika dibagi rata dengan bijak, hasilnya lebih stabil daripada solo yang dipaksakan.







