Si Jalak Harupat 27.000 Kursi Buka Omzet 110 UMKM Piala Presiden

Si Jalak Harupat gelar grup Piala Presiden 2026 kapasitas 27.000 dengan 110 UMKM. Ali Syakieb bidik omzet UMKM dan promosi destinasi wisata Kabupaten Bandung.

Author Image

Robbi Cahya Yudha

Si Jalak Harupat 27.000 Kursi Buka Omzet 110 UMKM Piala Presiden

– Babak grup Piala Presiden 2026 digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Persib Bandung jadi tuan rumah Grup A bersama Arema FC, Tampines Rovers FC dari Singapura, dan DPMM FC dari Brunei. Turnamen pra-musim ini berpotensi menarik ribuan suporter luar daerah serta mancanegara.

Inti artikel

  • Babak grup Piala Presiden 2026 digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung
  • Persib Bandung jadi tuan rumah Grup A bersama Arema FC, Tampines Rovers FC dari Singapura, dan DPMM FC dari Brunei
  • Turnamen pra-musim ini berpotensi menarik ribuan suporter luar daerah serta mancanegara

Komposisi lawan asing plus kapasitas sekitar 27.000 kursi membuka peluang omzet berlapis bagi UMKM setempat dan destinasi wisata. Landasannya jelas: konsumsi rumah tangga mendominasi PDRB daerah. Struktur ekonomi seperti itu membuat event olahraga relevan untuk menggerakkan belanja lokal.

Grup A Berisi Dua Klub Mancanegara: Pintu Masuk Suporter Luar Daerah

Persib menghadapi dua klub dari luar negeri di Grup A. Tampines Rovers membawa pendukung dari Singapura. DPMM FC datang dari Brunei. Arema FC melengkapi barisan lawan dalam negeri.

Kehadiran suporter mancanegara menambah keragaman penonton di Si Jalak Harupat. Mereka datang sebelum dan sesudah laga. Aliran orang dari luar daerah langsung memperbesar peluang belanja di sekitar venue.

Kapasitas 27.000 kursi jadi ruang nyata bagi pergerakan ekonomi. Bukan hanya tiket, tapi seluruh rantai yang menyertai kedatangan pendukung. Event ini mengubah stadion jadi magnet sementara bagi Kabupaten Bandung.

110 Pedagang di Kawasan Stadion dan Rantai Usaha di Sekitar Venue

110 Pedagang di Kawasan Stadion dan Rantai Usaha di Sekitar Venue
Ilustrasi 110 Pedagang di Kawasan Stadion dan Rantai Usaha di Sekitar Venue.

Merujuk data Piala Presiden 2025, 110 UMKM difasilitasi berjualan di dalam kawasan stadion. Mereka menjual makanan, minuman, dan atribut di area yang sudah disiapkan panitia. Fasilitas itu memberi akses langsung ke penonton yang hadir.

Di luar pagar venue, rantai usaha lain ikut bergerak. Warung kuliner, toko kelontong, dan jasa parkir menangkap limpahan pengunjung. Perbedaan lokasi ini menciptakan omzet berlapis: satu di dalam, satu di sekitar.

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menargetkan kenaikan omzet UMKM lewat ajang tersebut. Target itu bukan klaim kosong. Angka 110 pedagang di dalam sudah terbukti di edisi sebelumnya, sementara rantai luar tetap terbuka tanpa batas formal.

Konsumsi Rumah Tangga Rp141 Triliun Jadi Alasan Strategi Event Olahraga

BPS Kabupaten Bandung mencatat pengeluaran konsumsi rumah tangga 2025 sekitar Rp141,17 triliun. Angka itu setara 57,4 persen dari total PDRB daerah. Dominasi konsumsi membuat setiap pergerakan orang langsung terasa di dompet pelaku usaha lokal.

Event olahraga seperti Piala Presiden memanfaatkan struktur itu. Suporter belanja makan, atribut, dan jasa. Uang berputar di tingkat rumah tangga, bukan hanya di level korporasi besar.

Strategi pemda yang mendorong event di Si Jalak Harupat jadi masuk akal. Bukan sekadar tuan rumah, tapi memanfaatkan fakta bahwa belanja harian warga dan pendatang adalah motor ekonomi. Data BPS memberi justifikasi konkret, bukan sekadar harapan.

Promosi Destinasi Wisata Kabupaten Bandung ke Pendukung Tim Tamu

Ali Syakieb menekankan promosi destinasi wisata langsung ke pendukung tim tamu. Bukan hanya narasi umum, tapi ajakan konkret agar suporter Tampines dan DPMM singgah di tempat wisata sekitar. Kunjungan sebelum atau sesudah laga memperpanjang masa tinggal mereka.

Kabupaten Bandung punya banyak titik yang bisa ditawarkan. Dari alam hingga kuliner khas. Kedatangan suporter mancanegara jadi kesempatan memperkenalkan destinasi tanpa biaya promosi besar.

Sinergi olahraga dan pariwisata ini melengkapi target omzet UMKM. Penonton yang datang untuk laga bisa berubah jadi wisatawan singkat. Efeknya menyebar ke homestay, restoran, dan jasa pemandu lokal.

Dari Atribut hingga Transportasi: Multiplier di Luar Area Stadion

Di luar kawasan stadion, multiplier ekonomi berjalan lewat beberapa jalur. Penjual atribut Persib dan Arema meraup dari suporter yang ingin lengkap. Jasa transportasi online dan angkutan lokal mengantar penonton dari terminal atau hotel ke venue.

Kuliner di sekitar Si Jalak Harupat juga ikut basah. Warung yang buka hingga malam menangkap pengunjung yang lapar usai laga. Kunjungan wisata singkat menambah rantai lain: oleh-oleh dan foto di destinasi dekat.

Semua bergerak karena struktur konsumsi rumah tangga yang kuat. Event pra-musim seperti ini tidak butuh infrastruktur baru. Cukup memanfaatkan kapasitas 27.000 kursi, 110 UMKM di dalam, dan rantai di luar. Hasilnya peluang omzet berlapis yang menyentuh pelaku usaha kecil hingga menengah di Kabupaten Bandung.

Robbi Cahya Yudha
Head of Editorial

Robbi Cahya Yudha adalah Head of Editorial (kepala redaksi) Optimaise News. Latar SEO Specialist / digital marketing, termasuk pengalaman di KATADATA (Business dan Partnership). LinkedIn: https://id.linkedin.com/in/robbi-cahya-yudha-593a6b20b