Ketiga Kali Diundang ke Milan, Buruan SAE Jadi Model Pangan Sekolah

Bandung kembali diundang ke Milan 27-30 Juli 2026 untuk kunjungan studi program makan sekolah. Buruan SAE jadi rujukan tata kelola MBG nasional. Liputan.

Author Image

Robbi Cahya Yudha

Ketiga Kali Diundang ke Milan, Buruan SAE Jadi Model Pangan Sekolah

– Kota Bandung menerima undangan resmi mengikuti kunjungan studi program makan sekolah di Milan, Italia, pada 27 hingga 30 Juli 2026. Undangan itu dikeluarkan WFP bersama MUFPP agar kota ini berbagi praktik baik dengan kementerian teknis pemerintah pusat serta sejumlah pemerintah daerah terpilih.

Inti artikel

  • Kota Bandung menerima undangan resmi mengikuti kunjungan studi program makan sekolah di Milan, Italia, pada 27 hingga 30 Juli 2026
  • Delegasi dipimpin Gin Gin Ginanjar selaku Kepala DKPP Kota Bandung, yang dikenal sebagai penggagas Buruan SAE
  • Kunjungan tersebut menjadi momen ketiga baginya di kota Italia itu berkat undangan lembaga pangan global

Delegasi dipimpin Gin Gin Ginanjar selaku Kepala DKPP Kota Bandung, yang dikenal sebagai penggagas Buruan SAE. Kunjungan tersebut menjadi momen ketiga baginya di kota Italia itu berkat undangan lembaga pangan global. Optimaise News mencatat partisipasi ini memperkuat posisi Bandung dalam ranah tata kelola pangan kawasan urban yang melibatkan warga.

Diundang Lagi ke Milan, Kota Bandung Bawa Pengalaman Buruan SAE

Diundang Lagi ke Milan, Kota Bandung Bawa Pengalaman dari gerakan Buruan SAE yang sudah merambah ranah internasional. Gerakan itu menitikberatkan integrasi hasil pertanian di kawasan kota ke dalam asupan gizi para pelajar. Bekal tersebut dibawa saat bergabung dalam kegiatan capacity building seputar Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Peserta dari Bandung akan mendalami berbagai aspek tata kelola agar praktik lokal bisa diterapkan lebih luas di dalam negeri. Keikutsertaan bersama perwakilan kementerian dan pemda lain membuka ruang saling belajar antar daerah. Tujuannya membangun mekanisme penyaluran makanan bergizi di sekolah yang lebih solid dan terukur.

Buruan SAE lahir dari upaya melibatkan masyarakat dalam produksi pangan lokal yang sehat alami serta ekonomis. Hasil kebun dan pertanian urban disalurkan langsung ke lingkungan sekolah. Model pendek seperti ini dinilai cocok dengan kebutuhan program nasional MBG yang sedang digalakkan secara masif.

Pengalaman dari gerakan lokal hingga diakui dunia menjadi modal berharga bagi delegasi. Fokus utama tetap pada transfer pengetahuan agar skema MBG berjalan efektif di berbagai daerah. Bandung tidak hanya datang sebagai peserta, melainkan pembawa contoh nyata yang sudah diuji di lapangan.

Jejak Penghargaan dari Kunjungan Pertama April 2025

Jejak Penghargaan dari Kunjungan Pertama April 2025
Ilustrasi Jejak Penghargaan dari Kunjungan Pertama April 2025.

Kunjungan perdana berlangsung 12 sampai 18 April 2025. Saat itu Bandung menerima penghargaan internasional atas usulan proyek makan sekolah milik Kota Bandung. Usulan tersebut disusun setelah School Meal Workshop yang digelar di Bandung pada Juli 2024.

Inti usulan berfokus pada integrasi hasil pertanian perkotaan ke dalam mekanisme penyediaan asupan bergizi untuk para siswa. Penghargaan itu menjadi penanda pengakuan global terhadap inovasi yang digagas di tingkat kota. Pengalaman tersebut kini dibawa kembali untuk memperkuat kapasitas di level nasional.

Gin Gin Ginanjar memanfaatkan momen sebelumnya untuk memperkenalkan pendekatan berbasis komunitas. Warga dilibatkan dari hulu produksi hingga hilir konsumsi di lingkungan sekolah. Pendekatan serupa diharapkan bisa diadaptasi oleh kota-kota lain yang ikut menjalankan program MBG.

Pengakuan di Milan pada 2025 juga menegaskan bahwa proposal yang lahir dari workshop lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Hal itu memberi kepercayaan diri tambahan bagi Bandung saat kembali hadir tahun depan. Jejak itu menjadi fondasi kuat bagi agenda capacity building yang akan digelar.

Peran Bandung dalam Capacity Building Tata Kelola MBG

Di Milan nanti Bandung tidak hanya menjadi peserta pasif. Kota ini membawa pelajaran nyata soal tata kelola yang melibatkan masyarakat secara langsung. Partisipasi menegaskan posisi Bandung sebagai pelopor dalam tata kelola pangan kawasan urban.

Capacity building mencakup aspek perencanaan, rantai pasok lokal, serta pemantauan gizi siswa. Bersama kementerian teknis RI, delegasi berdiskusi agar praktik Buruan SAE bisa disesuaikan dengan skema MBG pusat. Harapannya tercipta pola pangan di sekolah yang mampu berlanjut tanpa bergantung pada rantai pasok yang panjang.

Bagi Optimaise News, undangan berulang menunjukkan inovasi daerah layak menjadi rujukan nasional bahkan global. Model seperti Buruan SAE membuktikan pertanian urban bisa menjadi penopang ketahanan pangan di sekolah. Langkah ini sejalan dengan upaya memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan kualitas asupan harian siswa.

Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar program tidak berhenti di level kebijakan. Bandung menunjukkan bahwa warga bisa berperan aktif memproduksi pangan yang kemudian masuk ke dapur sekolah. Pendekatan itu diharapkan memberi inspirasi bagi daerah lain yang tengah menyiapkan infrastruktur MBG.

Tanya Jawab Seputar Undangan Bandung ke Milan
Mengapa Bandung mendapat undangan ketiga kali ke Milan?
Karena rekam jejak Buruan SAE dan usulan proyek makan sekolah yang sebelumnya mendapat penghargaan internasional. Lembaga pangan global melihat Bandung memiliki pengalaman nyata yang relevan untuk dibagikan kepada peserta lain.
Apa saja fokus kegiatan pada 27 hingga 30 Juli 2026?
Kegiatan berpusat pada capacity building serta penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Bandung bergabung dengan kementerian teknis dan pemda terpilih untuk saling tukar praktik baik di lapangan.
Siapa yang memimpin delegasi Kota Bandung?
Delegasi dipimpin Gin Gin Ginanjar, Kepala DKPP Kota Bandung sekaligus penggagas Buruan SAE. Ia sudah dua kali sebelumnya hadir di Milan atas undangan lembaga sejenis.
Bagaimana konsep inti yang dibawa dari Bandung?
Konsep utamanya menghubungkan hasil pertanian di kawasan urban dengan pemenuhan gizi siswa. Integrasi itu diwujudkan melalui Buruan SAE agar rantai pasok lebih pendek, segar, dan melibatkan warga setempat secara aktif.
Robbi Cahya Yudha
Head of Editorial

Robbi Cahya Yudha adalah Head of Editorial (kepala redaksi) Optimaise News. Latar SEO Specialist / digital marketing, termasuk pengalaman di KATADATA (Business dan Partnership). LinkedIn: https://id.linkedin.com/in/robbi-cahya-yudha-593a6b20b