Tangerang, Optimaise News – Ikhwan Ali Tanamal resmi kembali ke lini sayap Persib Bandung dengan ikatan kontrak hingga 2028. Perkenalan digelar di Graha Persib pada Jumat, 24 Juli bersama Deputy CEO Adhitia Putra Herawan.
Inti artikel
- Ikhwan Ali Tanamal resmi kembali ke lini sayap Persib Bandung dengan ikatan kontrak hingga 2028
- Perkenalan digelar di Graha Persib pada Jumat, 24 Juli bersama Deputy CEO Adhitia Putra Herawan
- Winger muda asal Tulehu, Maluku Tengah, membawa bekal 13 penampilan Super League usai pinjaman di Persis Solo
Winger muda asal Tulehu, Maluku Tengah, membawa bekal 13 penampilan Super League usai pinjaman di Persis Solo. Ia siap rebut posisi utama di era pelatih Igor Tolic sebagai investasi talenta lokal Maung Bandung.
Jejak dari Persita ke Solo Sebelum Resmi di Bandung
Siapa Sosok Ikhwan Ali Tanamal? Winger Muda Asal Tulehu ini semula direkrut Persib dari Persita Tangerang. Ia bukan nama baru di lingkungan klub, tapi butuh menit bermain reguler untuk berkembang.
Musim 2025/2026 klub meminjamkannya ke Persis Solo. Langkah itu memberi ruang tampil di kompetisi tertinggi tanpa menumpuk di bangku cadangan Bandung. Kini ia pulang dengan pengalaman lebih matang.
Perjalanan singkat itu membentuk fondasi sebelum kontrak panjang diresmikan. Bobotoh melihatnya sebagai bagian regenerasi yang terukur, bukan sekadar isi kuota lokal.
13 Penampilan Super League Jadi Modal Bersaing

Angka 13 penampilan di Super League menjadi bekal konkret Ikhwan. Ia merasakan intensitas laga, tekanan tuan rumah, dan ritme kompetisi penuh musim.
Modal itu membedakannya dari talenta yang baru naik dari akademi. Ia sudah terbiasa tempo tinggi dan keputusan cepat di sepertiga akhir lawan. Optimaise News mencatat bekal ini jadi argumen kuat saat bersaing slot sayap.
Persib butuh kedalaman untuk multi-kompetisi. Pengalaman pinjaman di Solo mengurangi risiko adaptasi ulang di level tertinggi. Ikhwan datang siap pakai, bukan sekadar proyek jangka panjang semata.
Antusiasme Bergabung dengan Klub Tiga Gelar Beruntun

Ikhwan menyampaikan rasa syukur dan bangga. Ia merasa beruntung masuk klub bersejarah yang meraih tiga gelar liga beruntun.
Motivasi pribadinya jelas: ingin memberi kontribusi nyata di sayap. Status juara beruntun memberi tekanan sekaligus daya tarik. Ia sadar standar di Bandung jauh lebih tinggi dibanding klub sebelumnya.
Momen perkenalan di Graha Persib jadi penanda resmi. Bersama Adhitia Putra Herawan, ia disambut sebagai bagian keluarga Maung. Antusiasme itu tampak tulus, bukan formalitas belaka.
Siap Bertarung di Lini Sayap di Bawah Igor Tolic
Ikhwan siap bersaing ketat memperebutkan posisi utama penyerang sayap musim ini. Era Igor Tolic menuntut kerja keras, disiplin taktik, dan fleksibilitas di kedua sisi lapangan.
Ia sadar kompetisi internal ketat. Slot winger tidak akan diberikan gratis. Latihan pramusim jadi ajang unjuk kemampuan fisik dan pemahaman pola serangan.
Pelatih sudah mengamati para pemain pinjaman yang kembali. Ikhwan masuk kategori itu. Ia harus buktikan 13 laga di Solo cukup untuk bertahan di rotasi utama, bukan hanya pelengkap.
Kontrak 2028 sebagai Rencana Jangka Panjang Maung
Ikatan hingga 2028 menandai rencana jangka panjang. Di tengah banjir rekrutan asing, Persib tetap menanamkan investasi pada talenta lokal yang sudah dikenal sistem.
Kontrak empat tahun memberi kepastian bagi pemain dan klub. Ikhwan bisa fokus berkembang tanpa tekanan perpanjangan tahunan. Bagi Bobotoh, ini sinyal regenerasi yang tidak hanya mengandalkan nama besar luar negeri.
Ia bukan pemain pinjaman lagi. Status permanen dengan horizon 2028 memungkinkannya tumbuh bersama target domestik dan Asia. Kedalaman skuad jadi kunci, dan Ikhwan dilibatkan sejak awal.
Perjalanan dari Persita, pinjaman Solo, hingga peresmian di Graha Persib membentuk narasi utuh. Talenta dari Tulehu ini kini punya panggung besar untuk membuktikan diri.






