Jakarta, Optimaise News – Sebuah sedan berpelat B terparkir diam tepat di depan tugu perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung di kawasan Dago atas arah Ciburial. Pajak kendaraan itu sudah habis sejak 2020, kaca belakang pecah, dan pemiliknya masih misteri total.
Inti artikel
- Sebuah sedan berpelat B terparkir diam tepat di depan tugu perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung di kawasan Dago atas arah Ciburial
- Pajak kendaraan itu sudah habis sejak 2020, kaca belakang pecah, dan pemiliknya masih misteri total
- Keberadaan mobil tak bertuan ini merusak citra gerbang masuk kota
Keberadaan mobil tak bertuan ini merusak citra gerbang masuk kota. Warga mendesak Pemerintah Kota Bandung segera menata ulang area perbatasan yang terabaikan agar bebas sampah ilegal dan parkir liar.
Identitas Sedan Misterius yang Menghalangi Tugu Selamat Datang
Sedan itu berdiri menghalangi pandangan langsung ke tugu bertuliskan SELAMAT DATANG DI KOTA.bdg. Lokasinya di jalur ramai yang menghubungkan Dago ke Ciburial.
Pelat B menandakan kendaraan kemungkinan berasal dari luar daerah, seperti Jakarta atau sekitarnya. Namun, tidak ada stiker, dokumen, atau petunjuk lain yang bisa melacak pemilik di lokasi.
Posisi mobil justru membuat tugu yang seharusnya jadi simbol ramah kota terlihat terpinggirkan. Pengendara yang melintas sering harus menoleh dua kali karena sudut pandang jadi sempit.
Kondisi Fisik Kendaraan dan Jejak Vandalisme di Sekitarnya

Seluruh bodi diselimuti terpal plastik hijau tua yang sudah robek di beberapa bagian. Ban masih lengkap terpasang meski ban belakang terlihat kempes.
Kaca belakang pecah berantakan seolah pernah digedor atau ditabrak benda keras. Debu tebal menempel di kap mesin dan atap, menandakan mobil lama tak digeser.
Di tugu sendiri, coretan cat semprot hitam dan putih memenuhi permukaan tulisan. Jejak vandalisme itu menambah kesan kumuh di gerbang resmi kota.
Keluhan Pengguna Jalan soal Parkir Liar serta Sampah Ilegal

Area di sekeliling tugu berubah jadi lahan parkir liar sepeda motor. Banyak pengendara ojek dan warga memarkir sembarangan tanpa rambu atau petugas.
Sampah ilegal juga menumpuk di sudut-sudut dekat pagar dan semak. Botol plastik, sisa makanan, hingga kardus basah memenuhi tanah hingga menggunung.
Pengguna jalan mengeluh bau tidak sedap terutama saat cuaca panas. Kondisi ini mengganggu kenyamanan pengendara yang lewat setiap hari.
Desakan Warga agar Pemkot Bandung Perhatikan Wilayah Pinggiran
Dewi, warga setempat berusia 25 tahun, mengeluhkan rusaknya pemandangan indah di perbatasan. Menurutnya, tugu yang dulu rapi kini jadi pemandangan memalukan bagi tamu yang masuk kota.
“Pemkot lebih baik perhatikan wilayah pinggiran, jangan cuma pusat kota,” tegas Dewi saat dihubungi Optimaise News. Ia berharap penataan segera dilakukan.
Aisyah, warga lain, mendesak pembersihan sampah agar tidak terus menggunung. Ia juga minta coretan vandalisme dihapus supaya wajah tugu kembali bersih dan layak.
Keduanya sepakat area perbatasan butuh perhatian serius. Jika dibiarkan, citra Bandung sebagai kota ramah wisatawan bisa terus menurun di mata pendatang.
Status Kepemilikan yang Masih Gelap hingga Kini
Pemilik sedan belum diketahui sama sekali. Warga di sekitar mengaku tidak pernah melihat siapa yang memarkirkan mobil itu di sana.
Tidak ada laporan resmi dari aparat setempat soal proses penertiban atau penelusuran. Misteri kepemilikan ini berlanjut dan memperparah kondisi area.
Beberapa warga menduga mobil ditinggalkan karena pajak macet lama. Namun, dugaan itu belum bisa dikonfirmasi tanpa data dari Samsat atau polisi lalu lintas.
Optimaise News mencatat hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret Pemkot atau instansi terkait untuk menyingkirkan kendaraan tersebut.
FAQ Seputar Sedan Misterius di Tugu Perbatasan Bandung
Di mana tepatnya sedan misterius itu berada? Sedan pelat B terparkir di depan tugu perbatasan Kota-Kabupaten Bandung kawasan Dago atas arah Ciburial.
Sejak kapan pajak kendaraan itu habis? Pajak sudah habis sejak 2020. Kondisi fisik menunjukkan mobil lama tak dirawat dan ditinggalkan.
Apa keluhan utama warga setempat? Dewi dan Aisyah mengeluh soal rusaknya pemandangan, parkir liar, sampah ilegal, serta minta Pemkot perhatikan wilayah pinggiran.
Apakah pemilik sedan sudah diketahui? Belum. Status kepemilikan masih gelap dan warga sekitar mengaku tak tahu siapa yang memarkirkannya.







