Sahroni Desak Rompi Pink Febrie Demi Kepercayaan 288 Juta

Sahroni desak rompi pink untuk Febrie Adriansyah yang ditahan di Rutan KPK tanpa atribut. Kepercayaan 288 juta rakyat dipertaruhkan atas kesetaraan hukum.

Author Image

Bagus

Sahroni Desak Rompi Pink Febrie Demi Kepercayaan 288 Juta

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah ditahan di Rutan KPK pada Jumat (24/7/2026) malam sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang. Ia keluar tanpa mengenakan rompi tahanan merah muda khas Kejaksaan Agung dan tanpa borgol. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni membingkai absen rompi pink itu sebagai ujian kesetaraan hukum serta taruhan kepercayaan publik, bukan sekadar kelengkapan atribut penahanan.

Inti artikel

  • Ia keluar tanpa mengenakan rompi tahanan merah muda khas Kejaksaan Agung dan tanpa borgol
  • Keputusan penahanan segera diapresiasi, namun kesan perlakuan istimewa ditolak
  • Sebagai mantan pejabat di jajaran Kejaksaan, penampilan Febrie tanpa atribut standar langsung jadi sorotan

Keputusan penahanan segera diapresiasi, namun kesan perlakuan istimewa ditolak. Sahroni menekankan bahwa cara institusi memperlakukan tersangka berstatus mantan pejabat tinggi akan memengaruhi citra penegakan hukum di mata rakyat. Sebagai mantan pejabat di jajaran Kejaksaan, penampilan Febrie tanpa atribut standar langsung jadi sorotan.

Pujian Penahanan Cepat Disanding Kritik Perlakuan Khusus

Ahmad Sahroni memuji Kejaksaan Agung yang memilih menahan Febrie Adriansyah tanpa menunda. Langkah cepat itu dinilai menunjukkan keseriusan penanganan perkara. Di saat yang sama ia mengkritik keras absen rompi dan borgol yang memunculkan kesan perlakuan khusus.

Framing ganda tersebut disampaikan sebagai satu paket pesan legislatif. Pujian atas kecepatan digabung desakan agar tidak ada perlakuan istimewa di tahanan. Sahroni menuntut kedudukan setara bagi siapa pun yang berhadapan dengan hukum, termasuk mantan Jampidsus.

Alasan Resmi Kejaksaan: Buru-Buru dan Sudah Malam

Jaksa Agung Muda Pengawasan Rudi Margono memberikan penjelasan resmi. Absen rompi merah muda terjadi karena proses penahanan berlangsung buru-buru dan sudah malam. Ia menegaskan kondisi itu bukan bentuk perlakuan istimewa terhadap Febrie.

Alasan situasional itu diharapkan meredam spekulasi publik. Kejaksaan Agung ingin menegaskan bahwa prosedur tetap dijalankan meski waktu penahanan jatuh di malam hari yang mendesak. Penjelasan ini penting untuk menjaga persepsi kesetaraan sejak awal.

Rompi Merah Muda sebagai Penanda Kesetaraan di Hadapan Hukum

Rompi tahanan merah muda milik Korps Adhyaksa memiliki fungsi simbolik yang kuat. Sahroni melihatnya sebagai penanda kesetaraan kedudukan begitu seseorang ditetapkan sebagai tersangka. Absennya atribut itu justru membuka ruang bagi tafsir soal hak istimewa.

Ia menuntut agar rompi dikenakan agar citra penegakan hukum setara tetap terjaga. Siapa pun statusnya, penanda yang sama harus tampak di hadapan publik. Ini bukan soal atribut semata, melainkan soal prinsip bahwa hukum berlaku sama untuk semua.

Pengawasan Publik 24 Jam dan Taruhan Kepercayaan Institusi

Sahroni mengingatkan masyarakat untuk mengawasi proses penahanan Febrie secara 24 jam penuh. Kepercayaan 288 juta rakyat Indonesia dipertaruhkan dalam penanganan perkara ini. Pengawasan publik tidak boleh berhenti hanya di momen serah terima malam hari.

Implikasi pengawasan meluas ke dalam rutan setelah penahanan resmi. Publik diminta memantau apakah perlakuan di dalam tetap konsisten setara. Institusi penegak hukum diuji kemampuannya menjaga integritas di luar sorotan media dan kamera.

Kronologi Malam: Dari Gedung Kejagung ke Mobil Tahanan Hijau

Febrie Adriansyah meninggalkan Gedung Kejaksaan Agung sekitar pukul 23.00 WIB. Ia diarahkan menuju mobil tahanan berwarna hijau dengan pengawalan ketat dari petugas. Tidak terlihat borgol di tangannya saat prosesi itu berlangsung di malam hari.

Dari lokasi tersebut ia dibawa langsung ke Rutan KPK untuk menjalani penahanan. Kronologi malam itu menjadi titik awal yang kemudian memicu reaksi legislatif keesokan harinya. Sintesis reaksi legislatif, alasan resmi institusi, dan taruhan kepercayaan 288 juta rakyat menempatkan absen rompi pink sebagai ujian citra penegakan hukum yang setara, bukan sekadar urusan kelengkapan atribut.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.