Bandung, Optimaise News – Penayangan spesial Film Dan Bandung digelar di XXI Plaza Ambarrukmo Yogyakarta pada Sabtu 8 Agustus 2026 untuk membuka jalur ke rilis nasional serentak 20 Agustus 2026. Produksi Verona Films yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq ini menempatkan perjalanan cinta Basil dan Elma di tengah kerumitan keluarga, persahabatan, serta keseharian mahasiswa sebagai poros cerita.
Inti artikel
- Kegiatan di Ambarrukmo dipilih sebagai pengantar resmi sebelum distribusi nasional
- Jadwal rilis 20 Agustus 2026 memberi jarak sekitar dua belas hari setelah sesi khusus itu
- Jarak tersebut memungkinkan tim distribusi menyiapkan print, trailer, dan pesan kunci tanpa buru-buru
Optimaise News mencatat momen di Yogyakarta itu menjadi jembatan langsung antara karya adaptasi dan penonton setempat sebelum film naik layar lebar. Shanna Shannon memerankan Elma sementara Keisya Levronka menjadi Susi, dua sosok yang memperkuat relasi di layar.
Kenapa Screening Yogya Jadi Pintu Masuk Rilis Agustus
Kegiatan di Ambarrukmo dipilih sebagai pengantar resmi sebelum distribusi nasional. Penonton Yogyakarta mendapat kesempatan menonton lebih dulu sehingga percakapan tentang tema cinta, sahabat, dan keluarga bisa menyebar lebih merata ke kota lain.
Jadwal rilis 20 Agustus 2026 memberi jarak sekitar dua belas hari setelah sesi khusus itu. Jarak tersebut memungkinkan tim distribusi menyiapkan print, trailer, dan pesan kunci tanpa buru-buru.
Novel Pidi Baiq yang jadi rujukan sudah dikenal karena nada sederhana namun penuh nuansa kehidupan kampus. Verona Films mempertahankan kerangka itu agar penonton yang familiar dengan buku tetap merasakan irama cerita di layar.
Elma dan Susi: Dua Karakter yang Saling Menopang

Elma digambarkan pendiam dan introvert. Shanna Shannon menyatakan sifat itu bertepatan dengan dirinya sehingga ia tidak banyak mengubah gaya bermain. Yang berubah justru intensitas di adegan dengan orang tua Elma, tempat emosi harus muncul berlapis-lapis.
Susi yang dimainkan Keisya Levronka menjadi potret persahabatan yang kokoh. Kedekatan dua perempuan itu tidak digambarkan sebagai formalitas, melainkan sebagai sandaran yang muncul alami saat Basil dan Elma menghadapi persoalan keluarga.
Keisya menjelaskan bahwa proses pengambilan gambar diawali simulasi sebulan penuh. Simulasi itu dilanjutkan tiga pekan syuting sehingga para pemain sudah saling mengenal tempo sebelum kamera berputar.
Tantangan Adegan Emosional di Relasi Keluarga
Bagi Shanna, bagian tersulit justru saat Elma berhadapan dengan keluarga. Adegan-adegan itu menuntut kontrol emosi yang stabil tanpa memaksakan air mata. Ia menekankan pentingnya kedekatan dengan lawan main agar reaksi terasa jujur.
Persiapan bersama itu juga membantu Keisya menempatkan Susi sebagai tempat Elma melepas beban. Ketika cerita menyentuh persoalan mahasiswa dan tekanan orang tua, duo ini menjadi jangkar yang menahan laju drama agar tidak meluap berlebihan.
Hasilnya, film tetap terasa ringan di permukaan namun menyimpan getaran di lapisan bawah. Penonton yang datang ke Ambarrukmo diharapkan menangkap irama itu sebelum film naik ke seluruh bioskop Indonesia.
Apa yang Perlu Diketahui Sebelum Nonton di Bioskop
Rilis nasional 20 Agustus 2026 menempatkan Film Dan Bandung di tengah kalender film lokal yang padat. Screening Yogyakarta berfungsi sebagai uji cuaca awal: apakah tema cinta Basil-Elma, persahabatan Elma-Susi, dan konflik keluarga cukup menempel di penonton muda.
Optimaise News memandang pendekatan ini praktis. Alih-alih mengandalkan gimmick, tim memilih satu kota dulu, mengukur reaksi, lalu memperluas jangkauan. Model serupa sering dipakai film adaptasi novel agar komunitas pembaca ikut merasa dimiliki.
Bagi penonton yang belum membaca novel, film memberi titik masuk lewat relasi tokoh. Bagi yang sudah membaca, detail kecil seperti cara Elma menahan kata atau cara Susi merespons tekanan menjadi penanda kesetiaan pada naskah asli.





